
Setelah membisikkan sesuatu pada Raya, Ali pamit pulang. Tak lupa dia berpesan pada Raya agar mengunci pintu gudang. Raya pun mengerti, dia segera mengunci pintu gudang dan masuk ke dalam rumah. Ali pun pulang ke rumahnya.
"Ray..kamu kenapa?" Lily tiba tiba mengagetkan Raya yang tengah menutup pintu belakang.
"Lily ..bikin kaget saja!" Raya mengelus dadanya yang berdetak kencang dan segera meninggalkan Lily. Lily pun heran.
Raya segera masuk ke kamarnya dan mengambil baju ganti karena ingin membersihkan diri. Raya sengaja tidak ingin menceritakan semua kejadian barusan kepada kedua temannya itu. Jika semua berhasil malam ini, barulah Raya akan menceritakan semua jika perlu.
Raya mempercayakan semua pada Ali. Dia tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan mamanya. Mungkin dengan bantuan Ali, mama Rossy bisa diselamatkan.
"Raya..ada apa sebenarnya? kenapa dari tadi kamu hanya bengong saja?" Manda pun heran melihat tingkah laku Raya yang mencurigakan.
"Iya nih..dari tadi melamun saja!" Lily pun menimpali.
"Eh..aku tidak apa-apa! Aku masih tak habis pikir, kemana mama pergi? lagipula kemana papa sampai sekarang belum pulang juga!" Raya pun mengalihkan pembicaraan.
Mereka ngobrol sambil menikmati makan malamnya. Namun pikiran Raya masih pada Ali. Apakah Ali berhasil menyelamatkan mamanya dari cengkeraman kedua pamannya? lagi lagi Raya bengong.
"Hayo...mulai lagi! Manda mendobrak meja sehingga Raya dan Lily terkejut dibuatnya.
"Manda..."Raya dan Lily sontak berteriak pada Manda.
๐ธ๐ธ๐ธ
Papa Sigit sudah seharian di rumah kyai Arifin. Beliau sampai lupa jika di rumah ibunya masih ada Raya dan dua temannya. Papa Sigit hanya kepikiran istrinya semata. Apa iya mama Rossy yang datang sendiri pada Agus? tapi untuk apa? tidak mungkin istrinya melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Apa mungkin memang telah terjadi sesuatu? dan itu bersangkutan dengan ditemukannya Raya? apa mama Rossy adalah target selanjutnya, setelah gagal mendapatkan Raya?
__ADS_1
Papa Sigit terus berpikir. Beliau terus menduga duga, namun tak jua mendapatkan jawabannya. Kyai Arifin pun tidak bisa berbuat banyak, mereka tidak punya bukti untuk menuduh Agus telah menculik mama Rossy. Papa Sigit pun hanya merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di rumah kyai Arifin. Tanpa bisa memikirkan sesuatu dengan jernih.
"Pulanglah Git! anak kamu masih di rumah!" pinta kyai Arifin agar papa Sigit bisa istirahat, karena sejak kemarin papa Sigit hanya melamun dan mondar mandir saja di rumah kyai Arifin.
"Memangnya apa yang bisa saya lakukan sekalipun ada di rumah, kyai? pikiran saya sudah tidak bisa fokus lagi!" papa Sigit kembali merebahkan tubuhnya.
" Pulanglah dulu, kamu bisa membahasnya dengan putrimu! Aku dan saudara saudaraku juga akan berusaha mencari jalan keluarnya." Kyai Arifin pun meyakinkan papa Sigit agar mau terbuka pada putrinya untuk membahas masalah istrinya. Malam ini pun papa Sigit akhirnya mau pulang.
๐ธ๐ธ๐ธ
Setelah dari rumah nenek Sari, Ali langsung pulang ke rumah. Tak lupa dia membawa alat pancingnya agar tidak dicurigai oleh kedua pamannya yang ada di rumah.
Namun sayang..Saat sampai rumah, Ali sudah ditunggu oleh kedua pamannya tersebut.
"Darimana lagi kamu Ali?" tanya paman Agus.
"Kamu mau bohong apa lagi sekarang? kamu pikir kami tidak tau apa yang sudah kamu lakukan?" paman Bayu tak mau tinggal diam. Dia ikut geram setelah tau apa yang dilakukan Ali, yang dia ketahui telah menemui Raya diam diam.
"Jelaskan semuanya! benar kan kamu suka dengan anaknya Sigit?"
"Tadi kami hanya tidak sengaja bertemu paman. Saya pikir Raya sudah kembali, ternyata belum. Dia bilang akan menghabiskan hari liburnya di sini, Sambil mengenang mendiang neneknya untuk yang terakhir kalinya. Itu yang dikatakan Raya." ucap Ali sedikit khawatir, jika pamannya akan mengetahui rencananya dengan Raya. Ali lupa jika gerak geriknya diawasi pamannya. Kenapa dia dengan sengaja mengajak Raya bertemu di luar rumah?
"Kamu dengar ya Ali! Kami menyetujui hubunganmu dengan anaknya Sigit, jika kamu mau menyerahkannya pada kami! Jika kamu berhubungan dengannya tapi justru malah melindunginya, ketahuilah! kami akan memusnahkan mereka begitu juga dengan kamu!" ancam paman Bayu. Ali menjadi syok mendengarnya.
"Kami memang tidak ada hubungan apa-apa paman!" kaya Ali mencoba meyakinkan kedua pamannya itu. Ali pun permisi untuk masuk ke dalam kamarnya. Karena hari sudah senja, Ali harus segera membersihkan dirinya.
__ADS_1
Malam harinya..
Ali melakukan ritual di kamarnya dengan diam diam agar tidak ketahuan pamannya. Ali ingin mengetahui dengan jelas penampakan mama Rossy karena kedua pamannya telah menyembunyikan mama Raya itu dengan Sempurna.
Meskipun Ali sudah tau keberadaan Mama Rossy, namun dia tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Oleh karena itu, Ali harus melakukan ritual agar bisa melihat mama Rossy dan kemudian menyelamatkannya, sesuai dengan apa yang sudah dia rencanakan dengan Raya tadi siang.
Ali sudah menyelesaikan ritualnya. Dia pun keluar kamar dan memastikan jika pamannya sudah tidur di kamarnya masing-masing.
Dengan mengendap-endap agar tidak diketahui pamannya, Ali berjalan menuju gudang yang ada di belakang rumahnya. Dia membuka perlahan-lahan pintu gudang tersebut.
"Mama Rossi, jika anda mendengarkan suara saya tolong jangan teriak! saya akan menyelamatkan Anda dan membawa anda pergi dari sini. Jadi mohon kerjasamanya!" Ali memercikkan sesuatu di seluruh ruangan. Sambil sesekali melirik keluar gudang, takutnya pamannya tiba tiba muncul dan memergoki aksinya.
Namun sepertinya kedua paman Ali sudah tertidur lelap hingga tidak menyadari jika Ali sudah bertindak jauh dari dugaan mereka.
Ali sangat terkejut begitu melihat mama Rossy di pasung di sudut ruangan. Mama Rossi terlihat lusuh, kurus dan tak terawat, seperti tidak pernah makan beberapa waktu lamanya.
Ali segera membuka pasungan yang ada di kaki dan tangan mama Rossy, karena kuncinya masih melekat di gemboknya. Sepertinya kedua paman Ali itu ceroboh. Bagaimana mungkin mereka membiarkan kunci pasungan masih terkait dengan gemboknya.
"Bu Rossi yang kuat ya? Jangan teriak! Raya sudah menunggu kita di perbatasan. Kita akan menyelamatkan diri bersama." ucap Ali lirih pada mama Rossy.
"Tapi Agus..." Mama Rossi hendak berkata sesuatu, namun Ali mencegahnya.
"Huussstttt.. Nanti saja ceritanya! Yang penting sekarang kita keluar dulu dari tempat ini." Mama Rossi mengangguk. Kini Ali sudah berhasil melepaskan pasungan mama Rossy. Ali pun segera membawa mama Rossy meninggalkan gudang rumahnya dan pergi ke perbatasan , tempat yang sudah dia janjikan dengan Raya.
"Apa Raya sudah ditemukan?" tanya mama Rossi khawatir.
__ADS_1
"Raya sudah ada di rumah! sekarang dia yang khawatir dengan anda. Apa yang sudah anda lakukan? Kenapa anda malah menyerahkan diri pada paman Agus?"Ali tak habis pikir dengan apa yang dilakukan mamanya Raya. Bisa bisanya beliau datang menyerahkan dirinya pada paman Agus hanya untuk menggantikan posisi Raya yang dikiranya telah dibawa paman Agus.