
"Aku mau melakukan apa yang diminta Ali semalam."
"Sastro?" Raya sangat terkejut melihat Sastro yang tiba tiba muncul di sudut kamarnya. Raya langsung beristighfar sambil mengelus dadanya. Raya menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan.
"Kamu bikin kaget saja. Apa maksudmu?" tanya Raya masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Sastro.
"Bilang saja ke temanmu itu, jika aku menginginkan dia menolongku. Seperti yang dia bilang semalam, Aku akan datang ke apartemen terakhir kali aku berada."
" Bagaimana caraku memberitahu bang Ali, sementara dia tidak punya telepon yang bisa dihubungi." Raya jadi bingung sendiri dengan permintaan Sastro.
"Kamu pasti bisa. Hahaaa...." Sastro pun menghilang, meninggalkan tanda tanya besar buat Raya.
Jadi semalam itu bukan mimpi, bang Ali memang kesini dan aku berada dalam alam bawah sadarku. Bang Ali.. ternyata kamu punya kekuatan ajaib seperti itu? Lalu bagaimana aku memberitahu bang Ali?Raya masih belum menemukan jawaban yang diinginkan.
Karena masih terkejut dengan kedatangan Sastro yang tiba-tiba muncul barusan, rasa penat Raya sudah menghilang. Dia pun terus mondar mandir di dalam kamarnya, memikirkan bagaimana caranya agar bisa memberitahu Ali yang pasti sudah berada di rumahnya.
Apakah dia harus memejamkan mata dan membayangkan Ali? Mungkin setelah membuka mata, Raya langsung berada di rumah Ali?Raya pun tertawa sendiri. Memangnya dia bisa teleport?
Jadi bagaimana?
Tiba tiba Raya teringat dengan Ilham. Bukankah Ilham masih di kampungnya karena masih dalam masa pemulihan?
Raya tau caranya. Dia akan memberanikan diri meminta tolong Ilham sekaligus menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang Sastro kepada kyai Arifin.
🪦🪦🪦
Jauh di suatu tempat....
Tepatnya di dalam hutan belantara. Terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk termenung melihat keadaan sekitar. Dia duduk di atas sebuah batu besar sedang memikirkan sesuatu yang entah apa itu.
__ADS_1
"Kekuatan apa yang sudah membuatku terpental sejauh ini? Bagaimana aku bisa kembali nantinya? Kamu dimana Gus? apa kamu baik baik saja?"
Dia adalah Bayu. Cahaya silau yang sudah membuat mata Agus terluka, ternyata membuat Bayu malah terpental jauh ke suatu daerah yang sama sekali tidak dikenalnya.
Apalagi setelah dia dikejar hantu yang ingin balas dendam terhadapnya, Bayu berlari semakin masuk ke dalam hutan terlarang. Sedikit demi sedikit dia memulihkan tenaganya. Ternyata memang tidak terjadi apapun padanya setelah gagal melakukan ritual malam itu.
Jadi selama ini Bayu dan Agus memang sudah dimanfaatkan kakaknya sendiri yaitu Herman. Bayu sangat tidak terima dengan semua yang sudah dilaluinya.
"Semua ini karena mas Herman. Awas kamu mas, jika aku berhasil keluar dari sini, maka aku pastikan akan membuat perhitungan denganmu." Bayu semakin berkobar-kobar ingin membalas perbuatan kakak kandungnya yang sudah menghianati dan memanfaatkan dirinya dan juga adik bungsunya itu.
Tujuannya saat ini adalah keluar dari tempat tersebut dan mencari Agus adiknya. Bayu masih berpikir bagaimana caranya bisa meninggalkan tempat tersebut.
Malam pun tiba, Bayu mencoba melakukan ritual untuk bertemu dengan Agus. Lama dia mencoba, tetapi tidak dapat terhubung dengan Agus. Bayu pun mulai gelisah.
"Dimana kamu Gus..Kenapa tidak membalasku?" Bayu kembali dan terus mencoba melakukan ritual, namun sulit baginya untuk terhubung dengan Agus.
Di saat Bayu sedang konsentrasi ingin memasuki mimpi adiknya tapi selalu gagal, kini Bayu dikagetkan oleh sosok tinggi hitam pekat yang sudah berdiri di hadapannya. Bayu tidak takut, tapi sedikit waspada. Belum tentu makhluk itu akan baik padanya.
"Apa kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan? Hahaha...." makhluk itu terus saja mengganggu konsentrasi Bayu.
"Ini wilayah ku. Kamu tidak akan bisa melakukan apapun disini."
Bayu berhenti sejenak, mencoba mencermati ucapan makhluk tersebut. Makhluk itu pun mendekati Bayu dan mencoba menyentuhnya tapi Bayu menghindar.
"Aku tidak mengganggu kamu, jadi sebaiknya kamu juga tidak menggangguku!" ucap Bayu sedikit kesal. Sosok itu pun menatap Bayu sangat dekat tapi Bayu tidak menatap matanya, dia mengarahkan pandangannya ke tempat lain.
"Aku bisa membantumu pergi dari sini dan kembali ke asalmu tapi dengan syarat.."
"Katakan..." ternyata Bayu pun terkecoh. Bahkan tanpa berpikir panjang dia menyetujui permintaan makhluk tersebut.
__ADS_1
"Hahaha......Wahai manusia! Apa kau yakin bisa memenuhi keinginanku?" makhluk itu pun sangat antusias mendengar jawaban Bayu. Bayu pun memberanikan diri menatap makhluk tersebut.
"Kenapa tidak? katakan apa maumu?" tantang Bayu.
"Oke baiklah! Aku mau malam Bulan purnama nanti, kamu memberikan aku seorang wanita yang masih perawan."
"Itu saja?" Bayu pikir apa syaratnya, ternyata hanya seorang perawan. Itu sangat mudah untuknya.
Bayu pun kepikiran dengan anak kakaknya yang gagal jadi tumbal waktu itu. Dia sasaran pertama. Bayu pun tersenyum.
"Itu sebagai ganti kamu keluar dari sini. Jika setelahnya kamu bisa memberikan lagi setiap bulan purnama, maka aku akan mengabulkan satu permintaanmu lagi."
Mendengar ucapan makhluk itu yang menjanjikan, tentu saja Bayu sangat senang. Dia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Baginya yang terpenting sekarang adalah keluar dari hutan yang tidak ada jalan keluarnya ini.
"Oke aku setuju!"
Bayu mengikuti arahan makhluk tersebut. Dia mulai memejamkan mata. Makhluk tersebut memintanya untuk membayangkan seseorang, maka dia akan berada langsung di tempat orang yang sedang dipikirkan. Tentu saja Bayu membayangkan Agus adiknya.
Seketika suasana di sekitar Bayu mulai berubah. Angin dingin hutan, berubah menjadi angin buatan. Bayangan gelap menjadi terang. Bayu pun membuka matanya perlahan. Dia sangat terkejut karena berada di kamar sebuah rumah sakit. Bayu mengedarkan pandangannya dan melihat seseorang sedang berbaring di ranjang.
"Agus?" perlahan Bayu mendekati orang yang disangka adiknya itu.
"Ingat janjimu! Jika kamu mengingkarinya, maka nyawamu sendiri sebagai gantinya. Hahah...." Suara itu terdengar nyaring di telinga Bayu dan semakin menghilang.
"Agus..." Bayu kembali memanggil nama adiknya. Agus tak menjawab, mungkin sedang tidur.
Bayu terharu karena bisa melihat kembali adik kesayangannya itu. Namun Bayu heran kenapa mata Agus di perban?
Bayu tak berani membangunkan adiknya, dia pun keluar ke bagian administrasi untuk menanyakan kondisi Agus. Sebelum menemui dokter, Bayu ingin memastikan siapa yang bertanggungjawab terhadap adiknya, berikut biaya pengobatan dan juga dokter yang menanganinya.
__ADS_1
Setelah mengetahui kejelasannya, Bayu kembali ke kamar Agus. Dia membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian milik Agus. Bayu juga mengistirahatkan tubuhnya sejenak karena hari telah larut.
Mungkin besok pagi dia akan kembali ke villa untuk mengambil beberapa baju ganti dan juga tabungannya yang dia simpan untuk membantu biaya pengobatan Agus. Sekalian menunggu Agus bangun dan juga bertanya pada dokter tentang kondisi adiknya secara terperinci.