Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 58(wanita misterius)


__ADS_3

Lima jam perjalanan dari kota ke kampung halaman. Hari pun telah senja. Atas petunjuk papa Sigit, pak Harun menghentikan mobilnya di sebuah surau tak jauh dari kampung tersebut.


"Sebentar lagi adzan Maghrib, sebaiknya kita menunaikan shalat dulu dan melanjutkan perjalanan setelah nya" ucap papa Sigit dan disetujui semuanya.


Suasana sangat sepi, seperti biasanya. Apalagi saat senja seperti ini.


Brakkk...


Ciiieeettttt......


"Papa..."mama Rossy pun menjerit begitu pula dengan semua yang ada di dalam mobil.


"Maafkan saya pak" pak Harun yang saat itu tak bisa mengendalikan mobilnya ikut panik. Pasalnya pak Harun tiba-tiba melihat orang melintas di depan mobil yang dikendarainya. Untung saja mobil yang dikemudikan pak Harun berjalan dengan perlahan sehingga mereka semua selamat dari kepanikan.


"Memangnya ada apa pak? kenapa tiba-tiba berhenti mendadak?"


"Tadi ada yang tiba-tiba melintas pak. Saya sangat terkejut. Sepertinya saya menabrak sesuatu" Pak Harun hendak membuka pintu kemudi namun di cegah oleh Lily dan Manda.


"Jangan turun pak! bahaya!" ucap Manda. Lily pun membenarkan.


"Kenapa Manda?" papa Sigit dan pak Harun menjadi heran.


Manda pun menceritakan apa yang mereka alami saat ke kampung bersama Raya dulu. Dan kejadian tersebut sangat membuat mereka trauma. Beberapa menit mereka berdiam diri di dalam mobil, pak Harun merasakan sesuatu yang tidak biasa. pak Harun pun memegangi tengkuknya.


"Kenapa pak?" tanya papa Sigit heran melihat pak Harun gelisah.


"Entahlah pak! saya merasa bulu kuduk saya merinding" jawab pak Harun merapatkan jaketnya.


" Itu.." tunjuk Manda tiba-tiba. Serombongan orang melintas membawa keranda tanpa bersuara. Mereka melalui mobil papa Sigit yang terparkir di jalan. Jalanan sangat sepi dari kendaraan, tak ada satupun kendaraan yang melintas selain mobil papa Sigit yang berhenti.


Rombongan tersebut melewati mobil papa Sigit begitu saja.Mereka berjalan menunduk tanpa memandang jalan yang mereka lewati.


" Mereka sangat aneh! Masak tidak mengucap tahlil" ucap Lily.

__ADS_1


"Shuutt..."papa Sigit meminta Lily agar diam.


Beberapa menit kemudian, rombongan yang membawa usungan jenazah sudah berlalu dan menghilang di kegelapan. Pak Harun hendak menjalankan lagi mobilnya, tapi dia baru ingat jika tadi telah menabrak sesuatu.


"Kenapa dimatikan lagi pak?" papa Sigit pun heran karena pak Harun tidak jadi melanjutkan perjalanannya.


"Sepertinya tadi saya menabrak sesuatu pak. Saya akan melihatnya sebentar." Pak Harun keluar dari mobil dan hendak melihat ke depan mobil. Dia ingin memastikan apa yang sudah dia tabrak tadi. Papa Sigit pun ikut keluar karena penasaran dengan cerita pak Harun.


Pak Harun dan papa Sigit sudah berada di depan mobil mereka. Dan ternyata memang ada seseorang yang tergeletak di sana. Pak Harun dan papa Sigit sangat terkejut melihatnya. Karena merasa bersalah, papa Sigit dan pak Harun segera mengangkat orang tersebut dan membawanya ke dalam mobil.


Sosok wanita misterius yang dibawa papa Sigit dan pak Harun ke dalam mobil pun membuat mama Rossy, Manda dan Lily menjadi heran. Wanita muda nan cantik berkulit putih dengan rambut hitam sebahu masih terkulai tak sadarkan diri.


Lily dan Manda segera pindah ke bangku belakang. Papa Sigit dan pak Harun mendudukkan wanita tersebut di sebelah mama Rossy.


"Pa..dia siapa?" mama Rossy bergidik ngeri. Seakan akan merasakan sesuatu yang aneh pada wanita misterius tersebut.


"Tangannya dingin!" Lily yang tak sengaja menyentuh lengan wanita itu ikut ngeri.


"Sudahlah! Kita bawa saja dulu. Kita mampir di masjid depan sana pak" ucap papa Sigit. Pak Harun pun mengangguk dan melanjutkan perjalanan nya.


"Apa kita sudah melewati masjid sebelum sampai di sini?" tanya papa Sigit entah pada siapa.


"Sepertinya kita memang telah melewatinya" jawab pak Harun masih memandang sekitar.


"Kita lanjut jalan pak?" lanjutnya lagi.


"Iya" jawab papa Sigit singkat.


Pak Harun melanjutkan perjalanannya berdasarkan petunjuk papa Sigit karena pak Harun memang belum pernah ke sana sebelumnya.


Malam telah larut. Mereka semua telah melewatkan waktu makan malam. Manda tampak memegangi perutnya dan meringis. Mama Rossi yang paham dengan maksud Manda langsung memberikan sebungkus roti yang telah dibawanya. Akhirnya papa Sigit memerintahkan pak Harun agar menghentikan mobilnya sebentar dan menyantap roti untuk mengganjal perut mereka sebentar.


"Sepertinya kita kemalaman pa.." ucap mama Rossy.

__ADS_1


"Tidak apa ma..Kita sudah aman jika sampai sini!" jawab papa Sigit.


"Pak Harun melanjutkan perjalanan nya kembali setelah menghabiskan dua bungkus roti. Sepertinya tidak hanya Manda yang kelaparan, tapi semua yang ada di sana. Untung saja mama Rossy membawa banyak roti untuk dibawa.


Jalanan kampung memang sangat sepi di jam seperti ini. Bahkan lampu jalan pun masih belum dipasang. Pak Harun mengemudikan mobilnya secara perlahan. Hanya bermodalkan lampu sorot mobil, pak Harun fokus dengan kemudinya. Hingga....


"Om, Tante...itu suara apa?" Lily tiba tiba menutup telinga dan matanya. Dia tidak berani melihat sekeliling.


"Memangnya ada apa ly?" Manda berusaha mendengarkan apa yang dimaksud Lily, tapi tak mendengar apapun.


"Abaikan saja. Hari telah larut,pasti akan banyak kejadian aneh di sekitar kita." ucap papa Sigit menenangkan semua orang yang ada di dalam mobil.


Lama perjalanan menuju ke rumah kyai Arifin, suara yang didengar Lily akhirnya bisa didengar semua yang ada di sana. Suara tawa seorang wanita, tapi lebih terdengar menyayat hati daripada tertawa bahagia.


"Lanjut saja pak! jangan dihiraukan!" perintah papa Sigit pada pak Harun yang terlihat sudah mulai gelisah. Pak Harun tetap berusaha fokus dengan kemudinya hingga sesuatu terlihat melayang layang di depan mobil mereka.


"Astaghfirullah..." ucap mama Rossy,Lily dan Manda secara bersamaan.


"Abaikan! tetap Istighfar dan baca ayat kursi" ucap papa Sigit meskipun beliau juga sangat terkejut tadi.


Lily dan Manda langsung berpelukan dan membaca ayat kursi sebisanya. Demikian dengan mama Rossy yang mulai merinding karena di sampingnya ada wanita yang masih tertidur pulas tak sadarkan diri.


Sesuatu yang melayang di depan mobil papa Sigit membuyarkan konsentrasi pak Harun. Hingga tak sadar pak Harun kehilangan kendali dan membuat mobilnya terperosok tidak pada jalurnya.


"Maafkan saya pak! Kemudinya bergerak sendiri."ucap pak Harun yang berusaha memegang kemudi, tapi sepertinya memang ada yang mengendalikannya.


"Aarrggghhh....."


Tiba-tiba suasana menjadi hening. Suara tawa menyayat hati tadi berubah menjadi tawa kebahagiaan yang mendalam.


πŸ’πŸ’πŸ’


"Mama ..." Raya terbangun dari tidurnya dan mengejutkan Bu Hajjah yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja Ray?" ucap Bu Hajjah sambil memberikan segelas air pada Raya.


__ADS_2