
Bayu ikut berbaur dengan keluarga kerajaan. Mereka tampak akrab seperti keluarga sendiri. Bayu juga bisa mengambil hati sang ibunda ratu dan mendapat banyak hadiah darinya , begitu pula dengan petinggi disana. Bahkan mereka tidak segan ingin menjadikan anak mereka menjadi selir untuk Bayu demi bisa mendapatkan keturunan seorang anak manusia.
Bayu memandang sang raja untuk meminta persetujuan. Tentu saja sang raja mengijinkan. Begitu banyak kaum iblis yang melahirkan anak manusia, itu akan lebih baik. Bayu sangat senang mendengarnya. Belum juga menikah dengan seorang putri kini sudah antri selir untuknya. Bahkan dia juga bisa berkencan dengan dayang yang diinginkannya.
Saat malam tiba, Agus mengunjungi kamar kakaknya. Saat itu Bayu sedang sendiri dan tidak ditemani dayang dayang yang aneh tetapi cantik itu. Agus jadi merinding bila membayangkan dayang yang mengerubungi kakaknya pagi tadi.
"Mas..apa kita akan selamanya tinggal disini?" Agus meminta penjelasan kepada kakaknya.
"Memangnya kita bisa keluar dari penjara jahanam kemarin itu demi apa?"
"Tapi mas, apa yang terjadi sebenarnya?" Agus makin penasaran.
"Kita akan bergabung dengan keluarga kerajaan disini. Kita sudah tidak bisa kembali ke alam kita lagi. Sudahlah! ngapain kita harus susah payah disana, kalau disini kita bisa mendapatkan segalanya dengan mudah!. Menikahi seorang putri raja, punya banyak selir, bisa bersenang-senang sesuka hati.. Bukankah ini sangat menyenangkan?" bujuk Bayu.
"Tapi bagiku ini semua sangat aneh mas.." Agus masih tak terima dengan pendapat kakaknya tentang semua yang sudah dijelaskannya.
"Sudahlah Gus..daripada kita harus mencari tumbal setiap bulan purnama hanya untuk mendapatkan kekayaan? tugas kita disini hanya menyebarkan benih saja. Apa susahnya?" Bayu masih Keukeh ingin tetap berada di dunia iblis yang menjanjikan ini.
Agus sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia pun kembali ke kamarnya. Agus tak habis pikir dengan tindakan kakaknya. Dia sangat tidak ingin menetap di tempat aneh begini, tapi apa yang bisa dilakukannya?
Hingga saat ini baik Agus dan Bayu belum pernah bertemu dengan putri. Meskipun mereka berdua sudah diakui akan menjadi menantu kerajaan, Agus dan Bayu masih belum bisa bertemu dengan sang putri.
Tiba-tiba Agus teringat dengan keponakannya di samping raja iblis saat pertemuan siang tadi. Perut Siska sudah rata, artinya dia sudah melahirkan anak raja iblis. Dan sepengetahuan Agus, sepertinya Siska juga terpaksa tersenyum.
__ADS_1
"Apakah aku harus menemuinya?" pikir Agus.
Malam itu Agus hendak keluar ingin menikmati udara malam. Tujuannya adalah untuk bertemu Siska, tapi dia tidak tau harus kemana karena istana itu sangat luas.
Agus hanya jalan jalan di taman tak jauh dari kamarnya. Keadaan sangat sepi, tak ada pengawal ataupun dayang yang berkeliaran seperti siang hari. Agus duduk di bangku taman menghadap kolam ikan. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikannya sejak tadi.
Malam semakin larut, Agus merasakan dingin mulai menusuk kulitnya. Dia pun beranjak kembali ke kamarnya. Saat berjalan menuju kamarnya, Agus melihat sesuatu tak jauh darinya. Dia berlari secepatnya dan menangkap sesuatu yang mencurigakan tersebut.
Tak disangka ternyata yang dia tangkap adalah sosok wanita cantik dan imut. Kulitnya halus sehingga membuat Agus berdesir. Sudah lama Agus tidak merasakan hal seperti ini lagi setelah dia berpisah dengan Rossy dan memutuskan untuk tidak jatuh cinta lagi. Namun kali ini...
"Kamu siapa?" tanya Agus masih memeluk wanita itu. Wanita itu hanya diam memandang Agus. wanita itu seakan terpesona dengan wajah tampan Agus yang sudah tidak muda lagi.
"Kamu dayang disini?" tanya Agus lagi. Wanita itupun mengangguk.
Agus melepaskan pelukannya. Tak menyangka ada dayang yang sangat mirip manusia sama dengannya. Tidak seperti dayang yang bersama kakaknya tadi pagi. Meskipun terlihat cantik tapi sangat aneh menurut Agus.
Agus mengajak ngobrol Sofia di taman, karena dia belum benar-benar meninggalkan taman tersebut. Sofia menuruti dan mereka berdua sudah tampak akrab.
Karena malam semakin larut, mereka pun berpisah dan berjanji jika besok malam akan bertemu kembali di taman tersebut. Agus dan Sofia kembali ke kamarnya masing-masing.
"Ternyata mereka juga punya nama.." Agus masih membayangkan wajah ayu Sofia. Sejenak dia berubah ingin tetap tinggal disana.
Namun berikutnya Agus kembali ingin meninggalkan tempat itu karena disana bukanlah dunianya. Agus sudah tidak bisa berkompromi lagi dengan kakaknya karena sepertinya Bayu lebih tertarik untuk menetap di dunia iblis.
__ADS_1
Malam berlalu begitu cepat, malam pun berganti siang. Suasana di luar kamar tampak ramai. Agus tidak berani keluar karena merasa tidak kenal dengan mereka dan Agus memang tidak ingin mengenalnya. Agus pun hanya mengintip lewat jendela kamarnya dan memperhatikan suasana riuh di luar.
Ternyata semua sedang sibuk menyiapkan pesta. Semua dayang sedang menghias semua ruangan dengan pernak-pernik pesta. Tak hanya di dalam ruangan , bahkan di luar ruangan pun semua tampak indah.
Karena penasaran, Agus keluar kamar dan bertanya pada salah satu dayang yang sedang lewat. Meskipun enggan, Agus tetap memberanikan diri bertanya.
"Memangnya ada acara apa? Kenapa semua pada sibuk menghias?" tanya Agus memberanikan diri.
"Bukankah malam ini anda akan menikah dengan tuan putri? "
Agus sangat terkejut dengan jawaban dayang itu. Kenapa dia tidak diberitahu? Agus pun bergegas ke kamar kakaknya untuk menanyakan semuanya. Lagi lagi, Bayu sedang asik bercanda dengan dayang dayang cantik lagi.
"Kamu sungguh menikmatinya mas..." batin Agus.
Agus ingin bicara empat mata dengan kakaknya. Bayu pun paham dan menyuruh para dayang pergi. Setelah hanya mereka berdua di dalam kamar, Agus langsung mencerca banyak pertanyaan kepada Bayu.
"Mas....Kenapa aku tidak tahu apapun?" protes Agus.
"Sudahlah Gus..Kamu jangan banyak tanya. Nikmati saja semua ini. Bukankah seperti ini yang kita inginkan sebelumnya?" jawab Bayu.
Agus sudah tidak mengerti dengan pikiran kakaknya. Dengan kesal dia kembali ke kamarnya dan menutup pintu rapat rapat. Agus sudah tidak bisa berpikir lagi. Jika malam ini dia harus menikah dengan tuan putri, artinya dia tidak bisa bertemu dengan Sofia?
"Tunggu! Bukankah setelah menjadi menantu kerajaan, aku bisa tetap mendapatkan selir?" Agus mempunyai ide tersendiri. Tentu saja dia akan menjadikan Sofia sebagai selirnya. Sepertinya Sofia menaruh hari padanya, pasti tidak akan sulit untuk mendapatkan Sofia.Agus hanya menunggu. Menunggu hingga malam tiba.
__ADS_1
Sambil menunggu upacara pernikahannya nanti malam, saat ini Agus hanya mengurung diri di dalam kamar dengan membaca beberapa buku. Ternyata di tempat seperti itu ada buku juga. Agus membuka buku tersebut tetapi kembali ditutupnya. Ternyata Agus tidak paham dengan tulisannya. Entah tulisan apa yang ada di dalam buku tersebut. Bukan huruf abjad, bukan tulisan Arab apalagi huruf Cina ataupun sebagainya.
"Apa yang bisa dipelajari di buku seperti ini?"