
"Ibunda..."
Siska, Ali dan Ilham langsung tersentak ketika beberapa anak kecil memanggil ibunda pada Siska. Di sekitar mereka juga ada beberapa dayang pengasuh para pangeran yang ikut terkejut melihat kehadiran Siska yang tidak masuk melalui pintu utama.
"Permaisuri.."sapa para dayang dengan hormat.
"Aku hanya ingin bertemu para pangeran. Bisakah kalian membiarkan kamu melepas rindu?"ucap Siska masih dengan tata krama seorang permaisuri dan menyembunyikan rasa malunya pada para dayang.
Dayang setia permaisuri kebetulan ada disana. Dia pun segera memerintahkan semua dayang yang ada untuk keluar dan membiarkan permaisuri bersama para pangeran.
"Kalian harus ingat, jangan sebarkan berita kedatangan permaisuri kepada siapapun sekalipun itu adalah yang mulia raja kecuali jika beliau bertanya sendiri. Mengerti!" pesan dayang kepercayaan permaisuri pada dayang lainnya sebelum mereka pergi.
"Mengerti.." jawab mereka kompak.
Setelah semua dayang keluar, dayang setia permaisuri yang bernama Armi itu langsung menutup pintu dan mendatangi Siska guna menceritakan apa yang sudah terjadi di istana. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tanpa mencari tahu, Siska tahu semua berita istana dari dayang setianya.
"Kamu masih ingin melihat dunia manusia kan?" tanya Siska pada Armi. Armi pun mengangguk tanda setuju.
"Aku akan membawamu ke duniaku, tapi aku harus merepotkanmu membawa mereka." tunjuk Siska pada semua anak-anaknya.
Awalnya Siska hanya ingin membawa ketiga anaknya yang wajahnya mirip manusia saja. Namun setelah dipikirkan kembali dia merasa kasihan dengan ketiga anak yang lainnya. Siska tidak mungkin meninggalkan mereka karena semua adalah anaknya. Akhirnya Siska ingin membawa semua anaknya untuk dia besarkan di dunia manusia.
"Yang mulia.. bukankah Anda saat ini sedang hamil?" Armi merasa heran dengan perut Siska yang masih datar. Harusnya saat ini Siska sudah hampir melahirkan.
__ADS_1
"Aku tidak hamil, pasti tabib istana sudah salah mendeteksi kesehatanku." ucap Siska yang memang tidak pernah merasa hamil sama sekali.
Namun karena saat itu tabib istana mengumumkan jika permaisuri hamil lagi dan semua orang termasuk raja iblis percaya, maka Siska hanya diam saja ketika diadakan perayaan kehamilan kembali sang permaisuri. Armi pun paham dan tidak bertanya lagi.
Setelah mendengar dengan jelas cerita tentang keadaan istana dari Armi, Siska pun membagi tugas. Ali langsung menawarkan diri untuk menyelamatkan Raya. Menurut cerita Armi, beberapa waktu yang lalu raja iblis membawa seorang perempuan ke kediamannya. Namun beberapa saat sudah memindahkannya ke istana lain tak jauh dari kediaman permaisuri.
Siska yakin jika itu pasti adalah Raya. Siska pun menjelaskan lokasinya. Karena keberadaan Raya hanya bersebelahan dengan istananya. Namun karena ada seseorang yang special bagi raja, pasti tempat tersebut dalam pengawasan ketat. Dan Siska Sudah menceritakan detail keadaan istana khusus tersebut kepada Ali. Ali mengerti dan segera pamit untuk langsung bergerak sekaligus membaca situasi.
Sedangkan Ilham tentu saja mencari keberadaan Lily. Siska juga menceritakan dimana istana pangeran kedua dan segala situasinya. Ilham langsung mengerti dan mereka berpisah disana. Mereka sudah sepakat untuk menyelamatkan diri masing-masing. Dan semua upaya mereka serahkan kepada yang Maha Kuasa.Kini tinggal Siska dan Armi bersama para pangeran kecil.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang permaisuri?" Armi merasa gugup karena baru kali ini dia merasakan sebuah tantangan yang akan sangat membahayakan. Siska pun berpikir sejenak dan langsung mendapatkan Ide.
"Anak anak..ayo berkumpul sebentar." Siska sangat senang karena anak-anaknya sudah bisa diajak berbicara dan mengerti apa yang dia katakan. Armi hanya menyimak sambil menyiapkan barang barang yang dibutuhkan para pangeran kecil setelah mendapat instruksi dari Siska.
"Dimana itu bunda? kami pasti mau. Kami kangen sama bunda.." jawab semua pangeran. Ternyata keenam pangeran sangat kompak dan mereka ingin selalu mengikuti ibundanya setelah sejak lahir mereka merasakan kasih sayang ibundanya.
"Bagaimana jika ayahanda kalian mencari dan tidak mengijinkan kalian ikut ibunda?" tanya Siska lagi .
"Ibunda tenang saja. Kami tidak akan cerita kepada ayahanda Lagipula ayahanda tidak pernah melihat kami disini sejak ibunda pergi " jawab pangeran muda pertama membuat Siska langsung trenyuh.
"Ternyata selama ini sang raja memang tidak peduli dengan mereka." batin Siska.
"Baiklah kalau begitu, berarti kalian akan ikut ibunda kan?"tanya Siska lagi
__ADS_1
"Iya ibunda.." para pangeran kecil pun langsung memeluk Siska bersamaan.
Saat anak-anak itu mengerumuni Siska, Siska pun membisikkan sesuatu ke mereka. Dan ternyata mereka semua mengerti. Hanya Armi yang tidak paham karena memang tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Siska pada pangeran.
Tak lama kemudian, Siska langsung bergegas pergi bersama Armi dan juga anak anaknya. Mereka pun kembali keluar melalui jendela dan langsung menyelinap ke bagian belakang istana.
"Apa memang sepi seperti ini?" gumam Siska yang masih bisa didengar oleh Armi.
"Semua penghuni istana masih disibukkan oleh pembangunan kota yang sudah hancur. Kemungkinan tempat seperti ini jah dari pengawasan yang mulia permaisuri." jawab Armi.
"Kenapa kita melewati hutan terlarang ini permaisuri? Setahu saya di hutan ini banyak binatang buasnya." Armi mulai merinding. Namun tidak dengan para pangeran kecil yang merasa senang berlarian karena ini pertama kalinya mereka keluar dari kamar.
Siska terus menunjuk jalan karena memang sudah hafal. Dan benar saja mereka pun dihadang oleh beberapa binatang buas peliharaan sang raja. Namun para binatang buas itu hanya diam mengelilingi Siska dan anak-anaknya.
"Yang mulia permaisuri, anda mau kemana? disini bukan tempat untuk bermain para pangeran." Ucap salah satu binatang buas tersebut.
"Wah..Mereka bisa bicara. Ayo kita main." ucap salah satu pangeran yang membuat pangeran lainnya langsung menyerbu para binatang buas.
Tentu saja tingkah laku para pangeran kecil membuat semua binatang buas kalang kabut. Mau menghindar, tapi yang dihadapi adalah pangeran. Namun jika dilayani apalah jadinya mereka. Alhasil mereka pun tidak berani berkutik karena takut pada sang raja. Para binatang buas pun terpaksa menemani para pangeran kecil bermain.
Siska hanya membiarkannya karena dia yakin para binatang buas itu tidak akan melukai para pangeran. Hanya saja Armi masih ngeri melihat binatang buas tersebut. Armi terus mendekati Siska untuk melindungi diri dan hanya melihat para pangeran bermain dengan binatang buas.
Namun siapa sangka salah satu dari binatang buas tersebut menyelinap meninggalkan para rekannya. Selain dia tidak kuat menghadapi para pangeran kecil yang ternyata memiliki fisik kuat, binatang itu juga ingin melaporkan kejadian tersebut pada sang raja. Sementara Siska yang terus memikirkan jalan keluar tidak menyadari kepergian salah satu binatang buas tersebut.
__ADS_1