Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 114 (perseteruan)


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" bisik mbak Dwi pada Siska yang kebetulan berlutut bersebelahan. Siska hanya menggeleng karena memang tidak tahu apa yang terjadi.


"Kenapa permaisuri ada bersama kita?" bisik seseorang yang ada di samping mbak Dwi sambil menunjuk Siska. Mbak Dwi memperhatikan Siska, ternyata memang permaisuri. Pantas mirip batin mbak Dwi.


"Kamu permaisuri kan? kenapa bisa berada disini bersama kami?" bisik mbak Dwi kembali pada Siska. Namun lagi-lagi Siska hanya diam dan tersenyum miris sambil menunduk.


Hanya ada sepuluh orang bangsa manusia yang dipersunting anggota keluarga. Karena ini kepentingan dalam kerajaan, bangsa iblis di luar kerajaan tidak ada yang tahu.


Ibu suri sudah mempersiapkan diri untuk menghapus ingatan pada manusia tersebut. Semua ingatan tentang dunia mereka dan mereka akan menjadi penghuni tetap kerajaan iblis.


Tak lama kemudian ibu suri melancarkan aksinya. Hal ini tentu saja hanya diketahui ibu suri dan kedua putranya. Seketika saja semua bangsa manusia yang ada disana sudah melupakan kehidupannya di dunia manusia.


"Mulai sekarang jika ada bangsa manusia yang berhasil kalian bawa kesini, harus melalui proses ini. Saya tidak mau ada pemberontakan. Baginda raja.. untuk suami kedua putri kerajaan, saya serahkan padamu. Kamu tahu apa yang harus dilakukan!"


"Baik ibu suri.." ucap Baginda raja.


Ibu suri pamit kembali ke kamarnya setelah mengeluarkan banyak tenaga. Semua bangsa manusia disana saling pandang. Mereka hanya ingat apa yang sudah mereka lakukan di dunia iblis . Selebihnya sudah melupakan semuanya.


Siska langsung berdiri dan berlari menuju sang raja. Siska pun bertanya apa yang sudah terjadi padanya. Yang dia ingat terakhir kali ada dipenjara. Namun tidak tahu apa kesalahannya.


"Itu hukuman agar kamu introspeksi diri. Sekarang semua sudah berlalu, kembalilah ke kamarmu." Sang raja sudah mulai bersikap dingin dengan Siska, tidak seperti sebelumnya. Siska hanya menurut dan kembali ke kamarnya.


Manusia yang lainnya pun sudah diantar pengawal kembali ke kediamannya masing-masing. Kini hanya tinggal sang raja dan pangeran kedua.

__ADS_1


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? aku hanya ingin istriku kembali !" pangeran kedua sampai saat ini masih saja memikirkan Lily seakan tidak ada wanita lain di hatinya.


"Kita urus dulu kedua orang tak tahu diri itu. Istrimu masih ada yang melindungi, kita tunggu mereka lengah baru membawanya kembali kesini." Sang raja sudah memikirkan cara untuk membawa istri pangeran kedua begitu juga dengan Raya yang akan dijadikan selir oleh sang raja.


Sejak bertemu pertama kali dengan Raya, raja iblis sudah menaruh hati. Bahkan dia bisa melupakan Siska begitu saja. Padahal sebelumnya sang raja sangat menyanjung Siska karena kecantikannya. Siapa sangka ternyata Raya terlihat lebih cantik di mata sang raja.


Mengetahui rencana matang kakaknya, pangeran kedua hanya bisa menyetujuinya. Mereka memang harus mengurus suami dari kedua adiknya yang berniat ingin kabur dari kerajaan iblis.


Saat itu juga raja dan pangeran kedua langsung menuju ke dunia manusia guna mencari paman Bayu dan paman Agus. Dengan ilmu yang dimiliki, tentu saja sang raja bisa dengan cepat menemukan mereka.


Paman Agus dan paman Bayu sudah duduk di kursi dalam keadaan terikat dan mulutnya disumpal kain. Begitu juga dengan kedua mata mereka yang sudah ditutup kain.Terlihat di hadapan mereka sudah banyak orang berdiri dengan membawa senpi dan Sajam.Di tengah-tengah orang berdiri itu, ada seseorang sedang duduk di kursi dan menyilangkan kakinya.


Dia adalah paman Herman yang ternyata sudah sembuh. Meskipun sudah menjadi buronan polisi, ternyata paman Herman masih memiliki anak buah setia yang melindunginya.


"Aku tidak menyangka kalian berdua bisa berbuat seperti ini padaku. Sekarang cepat katakan, dimana putriku kalian sembunyikan?" bentak paman Herman.


"Buka penutup mulutnya, aku ingin tahu apa yang akan mereka katakan.." perintah paman Herman pada anak buahnya.


"Cepat katakan..Dimana Siska?" bentak paman Herman lagi.


"Dia sudah tidak ada di dunia ini. Kamu juga tidak akan bisa menemukannya." jawab paman Bayu sinis.


"Apa maksudmu? anakku sudah mati? Kalian membunuhnya?" paman Herman semakin murka. Dia mengambil pisau dari tangan anak buahnya dan mengarahkannya pada pipi paman Bayu.

__ADS_1


"Hahaha....Sudahlah mas, anak kamu sudah bahagia di sana. Dia tidak mungkin mengingatmu lagi. Sebaiknya kamu berhenti mencarinya." paman Bayu merasa senang membuat kakaknya itu gelisah.


"Ternyata kamu sangat menyayangi putrimu itu. Lalu kenapa dulu kamu meminta kami membunuh orang-orang yang kami cintai?" paman Bayu semakin mengejek paman Herman. Dia tidak menyangka jika kakaknya sudah lama hanya memanfaatkannya dan adiknya yang sudah sayang padanya sejak kecil.


"Terakhir kalinya aku tanya, dimana Siska?" paman Bayu sudah tidak tahan lagi. Dia sudah menggores pipi adiknya itu dengan belati di tangannya hingga darah segar mengalir lancar membasahi pipi paman Bayu dan menetes hingga ke lehernya.


"Sudahlah mas, kamu membunuhku pun, Siska tidak akan kembali kesini. Dia sudah menjadi permaisuri di kerajaan iblis. Dia sudah hidup bahagia dengan raja di sana , bahkan sudah melahirkan enam bayi iblis juga. Hahaha.....mereka cucumu, tapi kamu jangan harap bisa bertemu dengan mereka." paman Bayu semakin membuat paman Herman murka.


Paman Herman yang kehilangan kendali dengan jawaban paman Bayu langsung saja menghunuskan belatinya ke dada paman Bayu. Paman Bayu sudah tidak dapat menahannya.


"Kamu tidak akan pernah bisa menemukannya lagi. Aku tidak kecewa bisa mati di tanganmu. Hahaha..." tawa terakhir paman Bayu membuat paman Agus gelisah.


"Mas...mas Bayu. Kamu kenapa mas?" paman Agus yang dari tadi terdiam sudah tidak bisa mendengar suara kakaknya lagi. Dia tidak tahu apa yang terjadi karena matanya masih tertutup.


"Apa yang kamu lakukan pada mas Bayu, mas Herman? Apa yang dikatakan mas Bayu memang benar, Siska sudah tinggal di dunia iblis. Kami tidak membohongimu?" paman Agus membenarkan ucapan paman Bayu tetapi hal itu sangat janggal oleh paman Herman.


"Dunia iblis apa?" paman Herman masih tidak percaya.


"Raja iblis yang sudah membuat kami kaya raya tanpa membunuh orang untuk dijadikan tumbal. Dia hanya suka anak kamu untuk dijadikan istrinya dan melahirkan keturunan. Bahkan sekarang Siska sudah hamil lagi." jelas paman Agus yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kamu pasti bohong!" paman Herman masih tidak percaya dengan ucapan paman Agus.


Tiba-tiba suasana jadi horor. Lampu tiba-tiba padam dan hawa dingin merasuk tulang. Semua orang jadi merinding. Tubuh kekar mereka seakan tak mampu menahan rasa takut yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"


__ADS_2