
"Bang Ali?" Lily menyapa Ali dari samping rumah nenek Sari.
"Lily, kenapa masih ada di sini? bukankah seharusnya kalian sudah kembali ke kota?" Ali pura pura tidak tahu kejadian yang sebenarnya.
"Kami tidak jadi pulang bang. Setelah Raya menghilang,sekarang ganti Tante Rossy yang entah kemana." Lily merasa sedih di hadapan Ali.
"Jadi yang dibicarakan Ibu ibu itu ternyata benar. Jangan jangan wanita yang di rumah semalam adalah...." pikir Ali.
"Lily aku pulang dulu!" tanpa menunggu jawaban Lily,Ali segera pulang ke rumah.
Ali meletakkan alat pancingnya di samping tangga rumah. Untuk tidak membuat pamannya curiga,Ali segera masuk ke dalam kamar.
"Ali, kamu darimana?" tanya paman Bayu melihat Ali berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya.
"Saya dari sungai paman. Tiba-tiba kepala saya pusing, jadi saya putuskan untuk pulang agar bisa beristirahat sejenak." Tak ada alasan lain selain jujur dan meyakinkan.
Ali segera masuk kamar meninggalkan paman Bayu. Ali pun merebahkan tubuhnya di kasur. Sejenak dia berpikir.
"Jika wanita yang bersama paman Agus semalam adalah mamanya Raya, lalu dimana paman menyembunyikan nya?" batin Ali. Ali pun membayangkan seisi rumah. Kira kira dimana pamannya menyembunyikan wanita itu semalam?
Rumah Ali sangat besar. Banyak kamar kosong karena memang tidak ada yang menempati. Perlahan-lahan Ali membuka pintu kamar satu persatu, semua tampak kosong. Dengan hati hati Ali memeriksa semua ruangan di rumahnya termasuk gudang di belakang rumahnya yang jarang sekali dia masuki.
Hawa dingin menyeruak. Kali ini Ali merasakan kekuatan jahat ada di gudang belakang rumahnya itu.
"Tumben tempat ini sangat panas!" Ali mencoba menata perabot yang tampak berantakan. Tak banyak barang sebenarnya di gudang itu, namun karena berantakan jadinya semrawut. Kini Ali sudah merapikan gudangnya, tapi dia tidak menemukan mama Raya di sana. Lalu kemana pamannya menyembunyikan mama Raya?
Ali menutup kembali pintu gudang tersebut. Dia sangat terkejut begitu berbalik karena paman Agus sudah berdiri di belakangnya.
"Paman.."
"Apa yang kamu lakukan di sini Ali?"paman Agus mulai murka.
"Aku hanya mencari alat pancing paman. Gudang sangat berantakan, jadi aku rapikan sekalian! Memangnya kenapa paman?" Ali seakan tidak tau apa yang sudah terjadi.
"Apa Sigit sudah kembali ke kota?" tanya paman Agus.
"Harusnya kemarin mereka sudah kembali ke kota!" jawab Ali.
__ADS_1
Agus pun berpikir pasti Ali tidak tau kejadian yang sebenarnya. Karena Ali juga tidak keluyuran kemana mana setelah membantu Sigit waktu itu. Agus pun tersenyum. Ali pamit kembali ke kamarnya.
Ali sungguh heran, kenapa dia tidak bisa menemukan mama Raya, wanita yang dilihatnya bersama paman Agus semalam dan dalam keadaan kedua tangannya terikat. Ali pun berpikir sejenak.
Karena pamannya menyembunyikan mama Raya dengan baik, maka jalan satu satunya untuk mengetahui keberadaan nya adalah dengan melakukan ritual seperti yang dilakukannya dulu saat mencari Raya. Ali pun menyiapkan segala sesuatunya di dalam kamar. Karena jika di luar sudah pasti akan ketahuan kedua pamannya tersebut.
"Malam ini aku harus melakukannya saat paman tidur, jika tidak..entah apa yang akan terjadi dengan mamanya Raya."pikir Ali.
Saat ini Ali sangat gelisah. Dia selalu saja kepikiran Raya. Ali pun memutuskan untuk menemui Raya saat ini juga. Bagaimana pun Raya harus tahu jika mamanya berada bersama pamannya.
"Kamu mau kemana Ali?" tanya paman Bayu begitu melihat Ali keluar dari kamarnya dengan terburu-buru.
"Aku mau mancing lagi paman!" jawab Ali sambil berlalu.
"Bukankah tadi kamu bilang sedang pusing dan alat pancing mu juga tidak ada?" cerca paman Agus yang ada di samping paman Bayu.
"Aku sudah baikan paman, aku akan menggunakan pancingan yang satunya paman." Ali menoleh sebentar ke arah pamannya.
"Pergilah!" ucap paman Bayu. Ali pun segera pergi dari rumahnya.
"Tadinya aku juga khawatir. Tapi sepertinya semua aman, selama Ali tidak mendengarnya!" jawab paman Agus.
"Kamu yakin Ali tidak mendengar apapun?" paman Bayu mulai ragu.
"Memangnya apa yang bisa dia dengar dan darimana? Sigit juga tidak mungkin bicara sembarangan pada orang-orang jika istri ya menghilang!" jawab paman Agus enteng.
"Mau kamu apakan wanita itu?" tanya paman Agus lagi.
"Entahlah! Apa aku kawinin saja? haha...."
๐ธ๐ธ๐ธ
Sebenarnya saat itu...
Setelah mama Rossy tau jika yang melakukan semua itu adalah Agus, beliau menjadi geram. Mama Rossi mengajak Manda pulang. Mama Rossi dan Manda pamit pulang pada istri kyai Arifin.
"Kenapa tidak menunggu di sini saja?"
__ADS_1
" Kami tunggu di rumah saja Bu Hajjah. Lagipula di rumah masih ada teman anak saya sendirian." jawab Mama Rossi.Istri kyai Arifin pun tidak bisa menghalangi.
Saat dalam perjalanan pulang, mama Rossy meminta Manda untuk pulang terlebih dahulu dengan alasan ada barang yang tertinggal di rumah Kyai Arifin. Tanpa curiga, Manda pun meninggalkan Mama Rossy. Setelah Manda tidak terlihat oleh Mama Rossi, beliau pun segera beralih ke jalan lain. Mama Rossi pergi ke rumah paman Agus.
Sesampainya di sana, mama Rossy langsung berteriak memanggil nama Agus. Paman Agus yang saat itu tengah melakukan ritual bersama paman Bayu menjadi kaget begitu mendengar suara pujaan hatinya.
"Siapa Gus?" tanya paman Bayu.
"Itu Rossy.." paman Agus pun segera keluar rumah menemui Rossy.
"Halo pujaan hatiku, apakah kamu merindukan diriku sampai jauh jauh kesini untuk menemui ku?" tanya paman Agus.
"Jangan basa basi kamu. Aku tau apa yang telah kamu lakukan pada putriku. Kembalikan dia! Dia tidak bersalah apapun padamu!" bentak mama Rossy.
"Benarkah? jadi kamu sudah tau semuanya?" tanya paman Agus heran. Tapi dia tidak mau ambil pusing. Menurut penuturan paman Bayu, jin yang menyerupai Ali sudah tertangkap kyai Arifin. Dan sepertinya mama Rossy belum tau, jadi paman Agus bisa memanfaatkannya.
"Aku bisa saja melepaskan putrimu, tapi dengan syarat." kata paman Agus.
"Apa?" tanya mama Rossi.
"Kamu harus menggantikannya!" jawab paman Agus.
Mama Rossi yang sudah tidak bisa berpikir jernih , tidak bisa berbuat apa-apa. Yang ada di pikirannya kini hanyalah ditemukannya Raya dalam keadaan baik-baik saja.
"Oke! aku mau! Tapi kamu harus janji untuk melepaskan putriku!" Mama Rossi setuju dengan permintaan Agus tanpa berpikir panjang. Paman Agus pun tersenyum dan mengajak mama Rossy masuk ke dalam rumahnya.
"Gawat Gus, kita ketahuan!" paman Bayu tiba tiba keluar dari kamar dan begitu terkejut melihat mama Rossy sudah ada di ruang tamu. Paman Bayu langsung membungkam mulutnya sendiri. Dia memandangi paman Agus dengan heran.
"Kita punya penggantinya!" jawab paman Agus merasa menang. Paman Bayu pun tersenyum.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Raya.." panggil Ali lirih ketika melihat Raya sedang melamun di teras sendirian. Ali melirik kesana kemari, memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya menemui Raya.
"Bang Ali!" Raya tersenyum. Dia bahagia sejenak namun kembali takut. Takut jika Ali yang ada dihadapannya adalah jin yang menyamar.
"Aku Ali..Ali yang sebenarnya!"
__ADS_1