Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 129 ( Kembali ke dunia Iblis)


__ADS_3

"Bagaimana kalian bisa kesini tanpa memberitahukan kami?" Lily sangat kesal karena Ali dan Ilham ternyata sudah datang ke dunia Iblis lebih dulu tanpa memberitahu dirinya.


"Sorry..Kami pikir kalian baru saja kembali, jadi tidak mungkin ingin datang lagi kesini." Ilham menjawab dengan entengnya, membuat Lily semakin kesal.


Setelah selesai membalut luka Ilham dan Ali, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju istana Iblis. Lily yang sudah mempunyai tekad kuat untuk menyelamatkan Raya berjalan paling depan sebagai pemimpin. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar banyak derap kaki sedang menuju ke arah mereka.


"Sebaiknya kita bersembunyi!" Ilham langsung memberi komando dan mencari tempat bersembunyi di balik semak semak.


Suara derap langkah banyak orang itu sudah tak terdengar lagi. Sepertinya mereka sudah berhenti tak


jauh dari tempat persembunyian Ilham dan kawan-kawan. Alhasil mereka berempat menjadi panik. Namun Ali tetap meminta semuanya agar terus diam dan menahan napas sebentar.


"Yang mulia pangeran, kita menunggu mereka disini atau menjemput di dalam hutan?"


"Mereka sudah disini dan sedang bersembunyi dari kita. Aku akan mencarinya. Kalian jaga disini saja!"


"Baik pangeran.."


Pangeran kedua meninggalkan pengawalnya dan bergerak menuju tempat persembunyian Lily dan kawan-kawan. Mengetahui kedatangan pangeran kedua, Lily dan yang lainnya menahan napas s bisa mungkin. Dan tentu saja, pangeran kedua tidak bisa mendeteksinya. Namun Lily tidak kuat menahan napas lama lama, dan pun berpindah tempat meninggalkan teman temannya untuk menghembuskan nafas.


"Maafkan aku teman teman, kalian harus tetap bisa menyelamatkan Raya. Aku akan mencari cara lain" Lili hanya bisa bergumam dalam hati dan menghembuskan nafasnya setelah berada jauh dari ketiga temannya. Dan seperti yang dipikirkannya, pangeran kedua langsing mengetahui keberadaan Lily. Lily pun berpura-pura pingsan karena yakin pangeran kedua sudah menemukannya.


"Apa yang dilakukan Lily?" Ilham tak terima karena Lily tiba-tiba meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Jangan dikejar! Sepertinya Lily sengaja mengalihkan perhatian mereka." Siska mencegah Ilham yang ingin menyusul Lily. Ali juga menahan lengan Ilham agar tidak melanjutkan aksinya.


Mereka menahan napas lagi saat melihat pangeran kedua menggendong Lily melewati tempat persembunyian. Pangeran sempat berhenti sejenak dan menoleh ke arah semak semak. Namun kembali melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan keberadaan Siska, Ali dan Ilham karena merasa sudah mendapatkan kembali istrinya.


Tak berapa lama terdengar kembali suara derap langkah kaki yang menjauh. Dan setelah dirasa aman, Siska, Ali dan Ilham keluar dari semak semak.


"Apa kita akan membiarkan Lily dibawa pergi?" Ilham tidak enak hati jika Lily harus mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkannya dan yang lain.


"Kalian tenang saja! Kedatangan kami kesini kali ini sudah ada persiapan yang matang. Apalagi Lily yang sudah memikirkan apa saja hal yang akan terjadi dan juga solusinya. Dia pasti aman. Yang penting sekarang kita mencari keberadaan Raya. Mungkin saja dia sudah ada di tangan raja iblis." jelas Siska.


"Memangnya kenapa kalau ada di tangan raja iblis?" Ali sangat khawatir dengan keadaan Raya.


"Sejujurnya raja iblis sangat baik. Namun jika ada yang merusak suasana hatinya, maka kekuatan yang dipendamnya akan dikeluarkannya tanpa ampun dan membabi buta."jawab Siska.


"Entahlah! Tiba-tiba saja aku mengingat semua yang pernah aku alami disini. S karang aku kembali kesini, selain mencari Raya, aku juga ingin mengambil anakku." ucap Siska penuh semangat.


Mereka bertiga pun kembali melanjutkan perjalanannya. Mereka sudah sampai di belakang istana kerajaan iblis. Dan seperti sebelumnya disana sama sekali tidak ada pengawalan.


Siska yang sudah mengingat semuanya tentu saja hafal dengan seluk beluk kerajaan. Dulu sewaktu masih tinggal di kerajaan iblis, Siska selalu jalan jalan mengelilingi kerajaan di waktu luang. Dengan daya ingat yang cepat, Siska sudah hafal semua lokasi kerajaan. Kini dia memimpin perjalanannya bersama Ali dan Ilham untuk mencari Raya.


Tujuan utama Siska dan kedua temannya sekarang adalah langsung ke kediamannya dimana disana ada anak-anaknya. Waktu berlalu begitu saja, Siska teringat jika pertumbuhan anak-anak nya sangatlah cepat. Saat Siska pergi, anak anaknya sudah seperti berusia satu tahun padahal seharusnya baru tiga bulan lebih dikit. Dan kini Siska sudah meninggalkan anaknya cukup lama. Siska tidak bisa menebak berapa umur anaknya sekarang.


"Bukankah saat itu Raya juga ada di kamar itu denganmu?" Ilham menunjuk ruangan yang diberitahukan Siska jika itu adalah kamar anak-anaknya berada.

__ADS_1


"Kita harus menyamar terlebih dulu. Kita bisa berpura pura menjadi pengawal dan dayang." usul Siska dan langsung membawa Ilham dan Ali menuju ruangan lain yang penuh dengan pakaian pengawal dan dayang.


"Memangnya di istana ada tempat seperti ini? sudah mirip dengan film-film jaman kerajaan saja.." ucap Ilham yang sering nonton cuplikan film di toktok.


"Bukankah ini memang kerajaan ya.." Ali menimpali dan bergegas mengenakan pakaian pengawal yang sudah dipilihkan Siska.


"Ada ada saja..Ayo cepat! Kita tidak sedang piknik jadi sebaiknya kita bergegas menemukan Raya dan segera kembali ke dunia kita." Siska memberi semangat kepada kedua temannya mengingat selisih waktu di dua dunia yang berbeda.


Setelah ketiganya siap, Siska langsung membagi tugas. Ali dan Ilham tentu saja mengikuti arahan dari Siska.Pada awalnya Ali dan Ilham pergi ke dunia iblis hanya bermodalkan tekad dan iman saja. Karena sebelumnya mereka juga bisa keluar dari kerajaan iblis hanya dengan membaca ayat suci Al-Qur'an yang dikuasai.


Namun berbeda dengan Siska dan Lily yang berniat datang ke kerajaan iblis dengan banyak persiapan. Segala kemungkinan yang bisa saja terjadi sudah dicarikan solusinya.Memang benar jika hanya dengan membaca ayat suci Al-Qur'an bisa membuat mereka kembali ke dunianya, tetapi bagaimana jika mereka tidak ada kesempatan ? Seperti saat Siska dahulu yang sudah dihapus ingatannya oleh ibu suri?


"Jadi mereka juga bisa menghapus ingatan manusia?" tanya Ilham tak percaya.


"Memangnya hanya Abi kamu saja yang bisa?" sindir Siska. Ilham hanya tertawa kecut. Abi nya memang termasuk memiliki kekuatan supranatural baru bisa melakukan itu. Bagaimana dengan raja Iblis? pastinya memiliki kekuatan yang diluar nalar. Buktinya saja bisa menemukan rumah Raya meskipun sudah pindah beberapa kali. Ilham hanya manggut-manggut mendengar ucapan Siska.


Kini mereka bertiga sudah menyelesaikan perdebatannya. Mereka sudah terlanjur berada di tempat asing. Untuk kelancaran misi, mereka sudah memupuk kekompakan bersama. Hanya satu tujuan mereka yaitu selamat dari belenggu kaum iblis.


Siska, Alu dan Ilham kembali menuju istana Siska terdahulu. Mereka menyelinap masuk melalui jendela. Karena di depan pintu utama pasti ada penjaga yang menjaga para pangeran kecil.


Suasana begitu sepi, ketiganya merasa ada kesempatan. Ilham dan Ali membantu Siska melompat melalui jendela dan berhasil masuk ke dalam kamar Siska.


"Ibunda..."

__ADS_1


__ADS_2