Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 75 (Pembalasan Dendam 2)


__ADS_3

Sudah semalaman Sastro hanya bisa mondar-mandir di depan rumah Bayu dan Agus. Tak ada tanda-tanda mereka berdua keluar dari rumah. Sastro tidak melakukan hal apapun kecuali hanya menunggu dan memperhatikan rumah tersebut dari luar pagar.


Hingga tak berapa lama, ada seorang kakek tua yang lewat di sana dan berhenti untuk menyapa Sastro. Kakek tua itu sepertinya sudah lama memperhatikan Sastro.


"Anak muda kenapa kamu hanya mondar-mandir disini. Kenapa tidak masuk saja?" tanya kakek tua itu membuat Sastro membelalakkan matanya.


"Kakek bisa melihatku?" tanya Sastro tak percaya jika dia bisa terlihat oleh seorang kakek tua. Namun kakek tua itu hanya tersenyum kepada Sastro.


"Tapi aku tidak bisa masuk kek, rumah ini sudah di Pagari sehingga aku hanya bisa diam disini menunggu mereka keluar rumah." Sastro terlihat sedih dan hanya memandangi rumah tersebut.


"Siapa bilang, cobalah masuk!" tegas kakek tua tersebut.


Sastro masih tidak percaya dengan perkataan si kakek tua tetapi dia ternyata penasaran. Akhirnya Sastro memberanikan diri melewati pagar tersebut dan masuk ke halaman rumah. Raut muka Sastro berubah menjadi senang. Jika sebelumnya Sastro merasa seperti tersengat aliran listrik saat ingin melewati batas pagar, kini Sastro sudah bisa melewatinya tanpa halangan apapun. Sastro pun melompat kegirangan.


"Terimakasih ka....kek!" Sastro menjadi bingung saat sudah tidak melihat kakek tua itu di tempatnya tadi berada. Dia kembali ke trotoar dan melihat ke kanan dan ke kiri, siapa tahu masih terlihat di jalanan. Namun ternyata kakek tua itu sudah tak terlihat juga dari sana. Padahal dia belum sempat mengucapkan terimakasih kepada kakek tua itu.


Sastro segera kembali memasuki halaman rumah Bayu. Mungkin suatu hari nanti dia akan bertemu lagi dengan kakek tua tersebut untuk berterima kasih.


Dengan hati bahagia Sastro langsung memasuki rumah Bayu dan Agus. Sastro pun menyusuri setiap ruangan dan mencari keberadaan Bayu maupun Agus tetapi dia tidak menemukannya. Sastro menjadi heran. Sejak kemarin dia berdiri di depan rumah mereka dan tidak beranjak dari sana. Selama itu baik Agus maupun Bayu tidak menampakkan dirinya, tapi kenapa sekarang mereka tidak ada di dalam rumah?


"Sepertinya mereka memang mempunyai cukup ilmu hingga bisa melakukan teleport. Aku sudah meremehkannya." Sastro kesal, dia segera menghilang dan mencari keberadaan Bayu dan Agus saat ini.

__ADS_1


🪦🪦🪦


Di tempat lainnya..


Herman mendatangi kenalannya yang sudah lama tidak bertemu. Herman baru ingat jika dia punya seorang teman yang mempunyai kekuatan untuk bisa melakukan sesuatu pada seseorang dari jarak jauh. Kalau dibilang dukun santet mungkin saja benar. Karena Herman mempunyai nomor telepon nya, dengan tidak sungkan dia langsung menghubungi nya dan meminta alamat.


Herman langsung menuju lokasi temannya itu dan terpaksa meninggalkan putrinya sendiri lagi di rumah. Namun Herman meminta anak buahnya untuk berjaga dan selalu mengawasi keadaan Siska dari jarak dekat meskipun kini Herman sudah memasang CCTV di semua sudut rumah dan setiap ruangan yang ada. Itu semua hanya demi keselamatan putrinya. Herman tidak ingin kecolongan lagi.


Teman Herman bernama Anton. Rumahnya tenyata ada di luar kota. Herman memerlukan waktu 3jam untuk sampai ke sana. Namun dia tidak patah semangat karena semua ini demi putrinya.


Setelah bertemu dengan Anton dan bercengkerama sebentar, Herman langsung menceritakan kejadian yang menimpa putrinya kepada Anton. Anton mengerti maksud Herman dan dia memberi solusi. Karena sesuai dengan apa yang diinginkannya, Herman pun menyanggupi semua syarat yang diajukan oleh Anton.


Tak butuh banyak waktu, Anton segera melakukan ritualnya. Karena semua kebutuhan ritual sudah ada, Anton bisa segera menyelesaikannya. Dan setelahnya Herman bisa langsung ganti rugi.


"Sepertinya kedua adik kamu memiliki kekuatan yang cukup lumayan. Tuannya juga terhitung lebih kuat" prediksi Anton setelah melihat kedua foto di depannya.


"Apa ada halangan untuk membuat mereka kapok? Meskipun mereka adalah adik kandungku, tapi mereka sepertinya sudah tidak menganggap ku sebagai kakaknya lagi." sesal Herman mengingat apa yang sudah dilakukan kedua adiknya terhadap putrinya.


"Kamu jangan khawatir, tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku." Anton sangat percaya diri dan segera melakukan ritualnya. Herman pun diam dan menunggu hasilnya saja.


🪦🪦🪦

__ADS_1


Bayu dan Agus ternyata sudah berada di tengah kota untuk mencari kenalan seorang ABG yang masih perawan tentunya. Meskipun umur mereka sudah berkepala 4 tetapi kharisma dari wajah mereka tidak kalah dengan pria muda yang berumur 20 sampai 30 tahun. Hanya dengan sedikit senyuman saja, para gadis muda yang melihatnya langsung terpesona.


"Untung saja mas Bayu punya ilmu berpindah tempat. Kalau tidak bagaimana kita bisa menghindari hantu sialan yang ada di depan rumah itu" Agus sangat kesal karena hantu Sastro terus mondar-mandir di depan rumah mereka.


"Biarkan saja hantu itu terus di sana. Nanti kalau bosan karena tidak bertemu dengan kita pasti pergi sendiri dari sana. Haha...." Bayu pun tertawa bahagia.


Bayu dan Agus duduk di sebuah kafe terkenal di kota tersebut. Karena kebetulan sekarang adalah malam Minggu, tentu saja suasana kafe sangatlah rame.


"Mas Bayu tahu saja ada tempat beginian." Agus sendiri masih terpesona dengan tempat indah di sana.


"Aku tahu juga dari seseorang dan aku pernah sekali datang ke sini. Tempat ini memang kunjungan anak anak muda." ungkap Bayu.


Meskipun mereka sudah lama tinggal di kota, tapi Agus jarang sekali keluar rumah. Berbeda dengan Bayu yang beberapa kali keluar rumah mencari wanita untuk dijadikan sesembahan di waktu dulu.


Tak berapa lama mereka di sana datanglah beberapa wanita yang ingin bergabung. Tentu saja Bayu mempersilahkannya. Mereka mengobrol dan saling tukar nomor telepon. Agus sangat kagum dengan kakaknya yang pandai mengambil hati perempuan. Tidak seperti dirinya yang masih saja memikirkan Rossy yang sekarang sudah menjadi istri Sigit.


Seketika Agus teringat dengan lagi dengan Rossy. Rossy merupakan cinta pertamanya di kampung dulu. Seandainya tidak ada kasus simpang siur di keluarganya dulu mungkin saat ini dia sudah bersama Rossy. Namun itu semua hanya angan-angan Agus belaka. Sekarang dia hanya bisa tersenyum miris mengingat semua kejadian itu.


Hanya sesaat membayangkan masa lalu saja, tiba tiba pandangan Agus menjadi kabur. Suara bising ditambah gelapnya pandangan membuat Agus ingin muntah. Seketika dia menjadi tak sadarkan diri.


Bayu yang melihat adiknya jatuh dari tempat duduknya menjadi panik. Dengan dibantu beberapa orang, Bayu membawa adiknya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Gus.. Sadar Gus. Kamu kenapa?" Bayu terus mengguncang bahu adiknya agar sadar. Namun Agus sama sekali tidak merespon.


"Kamu kenapa Gus?"


__ADS_2