
Untung saja mobil yang terperosok tidak begitu dalam. Pak Harun segera memindahkan mobilnya ke jalur yang aman. Setelah memeriksa mesin mobil dan keadaan mobil yang baik-baik saja, papa Sigit segera memerintahkan pak Harun untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Meskipun banyak kendala di jalan, akhirnya pak Harun dan rombongan berhasil tiba di rumah kyai Arifin dengan selamat. Hari sudah sangat larut dan suasana sangatlah sepi. Papa Sigit dan semuanya keluar dari dalam mobil kecuali wanita yang masih pingsan itu.
Papa Sigit pun mengetuk pintu rumah kyai Arifin dan mengucap salam. Lama mengetuk pintu tapi tak ada sahutan, mungkin karena sudah malam. Semua penghuni rumah sudah tidur dengan nyenyak.
Tak berapa lama terdengar suara pintu terbuka. Ternyata Bu Hajjah mendengar ketukan pintu dan suara orang mengucap salam.
"Assalamualaikum Bu Hajjah, maaf kami mengganggu di tengah malam begini" ucap papa Sigit dengan sungkannya
" Wa alaikumsalam..Kalian sudah datang" Bu Hajjah tidak menduga jika keluarga papa Sigit akan datang malam ini juga.Dipikir Bu Hajjah mungkin besok siang.
Bu Hajjah pun mempersilakan semua untuk masuk ke dalam. Bu Hajjah segera membangunkan suaminya dan mengabarkan jika keluarga papa Sigit sudah datang.
"Maafkan kami kyai karena datang di tengah malam seperti ini. Kami sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Raya." ucap papa Sigit minta maaf.
"Tidak apa-apa.. untunglah kalian sampai dengan selamat" jawab kyai Arifin.
Karena hari masih larut, kyai Arifin mempersilakan Papa Sigit dan semuanya untuk beristirahat. Kyai Arifin juga tidak membangunkan Raya, Karena mungkin Raya sudah tidur. Lily dan Manda memilih untuk tidur bersama Raya. Tanpa sengaja kehadiran mereka justru membangunkan Raya.
"Kalian.." Raya terbangun dari tidurnya. Lili dan Manda langsung memeluk sahabatnya itu.
"Kami semua khawatir padamu. Bagaimana ceritanya kamu bisa sampai di sini lagi?" tanya Manda yang sangat khawatir.
Karena Raya sudah terbangun, akhirnya mereka pun mengobrol. Raya menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya,. Lily dan Manda tak habis pikir bagaimana semua bisa terjadi dengan tiba-tiba. Karena merasa belum mengantuk, mereka pun melanjutkan obrolannya.
"Astagfirullah.." tiba-tiba Manda teringat dengan wanita yang ada di mobil papa Sigit. Lily pun terkejut, tak disangka mereka sudah melupakan wanita itu . Raya yang tidak tahu ceritanya hanya bingung memandang kedua temannya.
__ADS_1
"Ayo kita cari om Sigit!" ajak Manda langsung keluar kamar. Lily mengikuti Manda begitu juga dengan Raya. Manda berteriak memanggil nama papa Sigit dengan keras hingga semua orang pun terbangun dan keluar kamar.
"Ada apa Manda? Kenapa teriak malam-malam begini?" tanya papa Sigit yang begitu khawatir. Kyai Arifin masih diam mendengarkan .
"Itu om.. Bagaimana dengan perempuan tadi?" tanya Manda.
"Astaghfirullah.." papa Sigit sangat terkejut begitu juga dengan pak Harun dan mama Rossi. Ternyata mereka sudah melupakan wanita yang di bawanya tadi.
"Memangnya siapa yang kalian bicarakan?" tanya kyai Arifin.
"Tadi kami menabrak seorang wanita dan membawanya kemari!" jawab papa Sigit.
Tanpa banyak bicara mereka pun berbondong keluar rumah dan menuju mobil. Setelah membuka pintu mobil, betapa terkejutnya mereka. Ternyata tidak ada siapapun di dalamnya. Mereka pun jadi bingung. Lily dan Manda jadi semakin merinding karena tadi sempat menyentuh kulit wanita itu yang dingin.
Kemana perginya wanita itu?
Semua orang pun mencari di sekeliling mobil, tak lupa juga di sekitaran rumah. Ternyata wanita itu memang tidak ada di sana. Tiba-tiba Raya melihat ada sesuatu yang bergerak di atas pohon mangga di samping rumah kyai Arifin. Raya memperhatikannya dengan seksama karena suasana sangat gelap gulita.
Lili dan Manda yang menyadari akan sesuatu itu, langsung bergegas ke dalam rumah. Begitu juga dengan Bu Hajjah yang langsung menggandeng Mama Rossi dan ikut masuk ke dalam rumah. Sepertinya mereka tahu apa yang ada di atas pohon mangga tersebut.
"Raya..kamu masuk ke dalam bersama mama." pinta papa Sigit. Raya yang sudah tidak melihat mama dan lainnya, akhirnya berlari ke dalam rumah.
"Kenapa kalian meninggalkanku? memangnya ada apa?" tanya Raya dengan polosnya pada Lily dan Manda.
"Memangnya kau tidak ta apa itu?" tanya Manda balik. Raya hanya menggeleng.
Setelah menutup pintu, Bu Hajjah langsung mengajak mama Rossi kembali ke kamar. Namun tidak dengan Manda, Lily dan Raya. Mereka bertiga malah mengintip di balik jendela.
__ADS_1
Sementara itu di luar, kyai Arifin langsung menunjuk makhluk itu. Suara tawa wanita itu sangat melengking sehingga membuat kyai Arifin, papa Sigit dan pak Harun langsung menutup telinga. Begitu juga dengan ketiga perempuan yang ada di balik jendela.
Kyai Arifin langsung membaca doa, dan tak lama wanita di atas pohon itu mengerang kesakitan dan jatuh. Kyai Arifin terus membaca doa, papa Sigit dan pak Harun ikut membaca ayat kursi. Tak lama kemudian, wanita itupun terbakar.
"Alhamdulillah.." ucap semua orang yang ada di sana. Kyai Arifin pun mengajak semua untuk masuk.
Kyai Arifin sangat heran, kenapa sekarang makhluk tak kasat mata sering menampakkan wujudnya di kampungnya ini. Meskipun kampung itu sangat suram kelihatannya, tetapi kyai Arifin baru kali ini menemui secara langsung. Apa mungkin karena tidak pernah keluar malam sebelumnya? entahlah!
"Jadi..wanita yang bersama kita tadi itu setan om?" tanya Manda semakin merinding.
"Pantas tubuhnya dingin.." timpal Lily.
"Sudah..Kalian istirahat lagi. Besok kita pulang." jawab papa Sigit.
Raya dan lainnya kembali ke kamar. Namun tak bisa langsung tidur. Mereka pun kembali bercerita.
"Jadi kalian tadi bersentuhan langsung dengan mbak Kunti?" tanya Raya.
"Sudah jangan dibahas. Bikin merinding saja!" jawab Manda dan ditertawakan oleh Raya.
🌹🌹🌹
Keesokan harinya..
Setelah sarapan, papa Sigit langsung pamit. Mereka sudah tidak bisa berlama-lama lagi disana karena kesibukan di kota. Hari ini saja papa Sigit sudah bolos kerja begitu juga dengan Raya dan kawan-kawan yang bolos sekolah.
Kyai Arifin tidak menghalangi kepergian Papa Sigit. Mungkin karena menurut kyai Arifin papa Sigit lebih baik di kota bersama keluarganya, karena dirasa di kampung ini mereka tidak akan aman. Ilham yang melihat kepergian Raya merasa sedih karena mungkin beberapa saat tidak akan bisa bertemu dengannya lagi. Ilham masih harus beristirahat dan dia juga sudah cuti dari sekolahnya.
__ADS_1
Pak Harun mengemudikan mobilnya meninggalkan kampung halaman itu. Sesaat setelah keluar dari perkampungan, tiba-tiba Raya teringat bang Ali. Raya belum sempat berpamitan bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih karena sudah ditolong bang Ali kemarin itu. Pertemuannya dengan bang Ali ternyata tidak diceritakan Raya pada semua orang.
Karena hari sudah siang dan cuaca sangat cerah, mereka menempuh perjalanan dengan lancar hingga tiba di rumah Raya. Lily dan Manda juga langsung pamit karena ingin istirahat di rumah masing-masing setelah semalam hanya tidur sebentar.