Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 112 (terlepas dari raga)


__ADS_3

Raya dibawa ke UKS oleh pak guru. Manda ikut menemani. Karena masih mengajar, pak guru kembali ke kelas. Manda sudah ijin untuk menunggu Raya.


Sampai jam pulang sekolah, Raya belum juga siuman. Manda akhirnya menelfon papa Sigit agar menjemput mereka dan menceritakan apa yang terjadi.


Tak lama papa Sigit datang bersama dokter Reno. Karena Raya belum sadar, papa Sigit segera membawanya pulang. Dokter Reno akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah saja.


🪦🪦🪦


Di tempat lain....


Raya berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri. Di belakangnya Raja iblis juga berlari mengejarnya.


"Kenapa dia mengejarku? apa yang harus aku lakukan?"


Raya terus berlari hingga dia menemukan sebuah pondok. Raya merasa mengenal pondok tersebut tapi entah dimana. Untuk menghindari kejaran dari raja iblis, Raya berusaha mendekati pondok tersebut.


Raya segera masuk ke dalam pondok tersebut karena ternyata pintunya tidak terkunci. Raya mengatur nafasnya dan segera menutup rapat pintu pondok tersebut. Hingga ada tangan yang memegang pundaknya dari belakang.


Raya langsung ketakutan. Bagaimana mungkin raja iblis bisa menemukannya dengan cepat. Raya hanya terdiam, jantungnya tak berhenti memompa.


"Raya.."


Mendengar namanya dipanggil, Raya jadi tercengang. Suara yang tidak asing menurutnya. Namun bagaimana mungkin ada yang mengenalnya di tempat seperti ini. Seketika Raya langsung berbalik melihat siapa yang sudah memanggil namanya.


"Bang Ali?" Seketika Raya menyadari jika dia berada di rumah Ali. Raya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ternyata memang benar rumah Ali. Raya sungguh senang karena bisa bertemu Ali, dia pun langsung memeluknya. Ali tentu saja sangat terkejut tetapi tidak menolak pelukan Raya.


"Kamu kenapa? kok bisa ada disini? Bagaimana bisa roh kamu saja yang ada disini?" Ali semakin penasaran karena ternyata Raya bisa melepaskan rohnya.


'Apa sebenarnya Raya memang punya kekuatan?' batin Ali.

__ADS_1


Raya pun mengajak Ali melihat keluar jendela. Dan benar saja, raja iblis masih ada di depan rumah Ali dan tidak bisa masuk. Lalu bagaimana Raya bisa masuk ke rumah Ali?


"Siapa dia?" tanya Ali.


"Itu raja iblis. Dia yang mengejarku." Raya pun menceritakan apa yang sudah terjadi. Dipikirnya Raya punya kekuatan memisahkan Roh, ternyata hanya kebetulan terpisah karena pingsan.


"Apakah itu raja iblis yang diceritakan Lily?" tanya Ali lagi.


"Iya.." jawab Raya.


Ali sangat gelisah. Jangan jangan raja iblis menyukai Raya sampai mengejarnya seperti ini. Tambah satu lagi saingan Ali. Namun dia adalah raja iblis, memangnya apa yang bisa dilakukan Ali selanjutnya.


Ternyata karena rumah Ali sudah ada pelindung yang tidak bisa ditembus makhluk dunia lain, jadi dia merasa aman karena raja iblis tidak bisa masuk ke rumahnya. Namun bagaimana dengan Raya? kenapa dia bisa masuk ke rumahnya Ali?bahkan bisa memegang daun pintu dan membukanya. Ali terlalu banyak berpikir tetapi seketika dia teringat jika kyai Arifin masih tinggal di rumah Raya.


Ali pun menelpon nomor ponsel Raya. Raya yang tidak pernah membawa ponsel ke sekolah selain pas ada ujian, membuat Ali yakin jika mama Rossi pasti akan ke kamar Raya jika mendengar suara dering telepon.


Setelah diterima oleh kyai Arifin, Ali segera menceritakan semuanya perihal Raya. Dan tentu saja kyai Arifin sangat terkejut mendengar Raya sudah ada di rumah Ali. Padahal saat ini tubuh Raya masih berbaring tak sadarkan diri di kamarnya.


Kyai Arifin memberikan instruksi kepada Ali agar menjaga Raya sebentar. Mendengar nama Raya disebutkan oleh kyai Arifin tentu saja membuat semua orang terkejut. Meskipun kurang yakin, baik papa Sigit dan lainnya hanya bisa diam tanpa berani bertanya.


Kyai Arifin segera menghubungi ketiga adiknya yang baru pulang ke kampung halaman agar segera ke rumah Ali untuk menyelamatkan rohnya Raya. Ali dan Raya menyerahkan semua urusan tersebut kepada kyai Arifin. Mereka berdua hanya menunggu kedatangan ketiga adik kyai Arifin.


Sementara itu sang raja iblis hanya bisa mondar-mandir di depan rumah Ali. Dia sangat marah karena Raya bisa kabur dan menyembunyikan diri di rumah yang ada pelindung gaibnya.


Roh Raya terlihat semakin pucat, Ali jadi khawatir. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Demi keamanan Ali menghubungi kyai Arifin dengan cara yang sama yaitu menelpon ponsel milik Raya.


Setelah mendapat penjelasan dari kyai Arifin, Ali menjadi sedikit lega. Namun tetap saja khawatir karena selain memucat kini Raya semakin melemah karena roh nya sudah terlalu lama terpisah dengan raganya.


Tak lama kemudian ketiga adik kyai Arifin datang dan segera memanjatkan doa bersama untuk mengembalikan ruh milik Raya yang tersesat. Begitu juga dengan kyai Arifin yang membaca doa di rumah Raya.

__ADS_1


Selang beberapa waktu, akhirnya ruh Raya kembali ke raganya. Ali merasa lega dan berterimakasih kepada ketiga adik kyai Arifin. Ketiga adik kyai Arifin pun pamit pulang.


"Kenapa di depan rumah kamu ada bangsa lelembut, Ali?" tanya salah satu adik Kyai Arifin.


"Dia yang mengejar Raya sampai kemari paman.." jawab Ali.


Ketiga adik kyai Arifin mengerti dan segera pulang. Mereka mengabaikan keberadaan raja iblis dengan pura pura tidak melihat. Ali segera menutup pintu rumahnya kembali.


Setelah kepergian ketiga adik kyai Arifin, raja iblis merasakan aura milik Raya sudah hilang dari rumah tersebut. Raja iblis merasa heran, kemana perginya Raya?


Raja iblis menjadi murka. Bagaimana mungkin dia bisa kehilangan jejak Raya? dengan amarah raja iblis langsung kembali ke rumah Raya menemui pangeran kedua.


"Baginda darimana? kenapa lama sekali?" pangeran kedua menjadi cemas karena sudah lama raja meninggalkannya. Apalagi mobil yang diikuti kakaknya sudah kembali sejak lama.


"Mereka mempunyai sihir yang lebih kuat dariku. Apalagi penghuni rumah itu!" tunjuk sang raja ke rumah Raya.


"Tapi istriku ada di dalam sana!" pangeran tidak ingin berhenti menunggu istrinya.


"Kita kembali pulang dulu. Kita pikirkan caranya lagi untuk menjemput istrimu itu."


Meskipun enggan, pangeran kedua tidak bisa menolak perintah kakaknya.Mereka berdua pun kembali ke kerajaan iblis.


Sampai di kerajaan iblis, raja jadi murka. Dia mengobrak abrik isi kamarnya. Siska yang mengetahui suaminya marah hanya bisa diam tidak berani bertanya.


"Apa yang membuatnya menjadi semarah ini?tak biasanya raja iblis tidak bisa mengendalikan emosinya." daripada dirinya ikut kena amarah sang raja, Siska memilih pergi kembali ke kamarnya sendiri menemui anak-anaknya.


Sejenak Siska teringat akan pamannya. Sejak pesta kehamilan yang digelar untuknya, Siska belum melihat pamannya sama sekali. Siska berencana menemui paman Agus. Tapi dia mendapat kabar dari dayang kepercayaannya jika kedua pamannya tidak ada di istana begitu juga dengan para putri.


"Kemana mereka?"

__ADS_1


__ADS_2