Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 118 (menyamar)


__ADS_3

"Toloooonggg.....Ada setan!" gadis itu langsung berlari dan berteriak meminta pertolongan. Para warga yang mendengar teriakan gadis itu langsung menghampiri dan meminta penjelasan.


Gadis itupun menunjuk ke tengah sungai yang ada batu besarnya dan terlihat ada seseorang yang sedang tertelungkup disana.


"Ada orang disana!" warga yang melihat pun bergegas ke tengah sungai untuk melihat siapa yang ada di atas batu tersebut.


Mereka segera membawanya ke rumah salah satu warga karena melihat kondisinya yang masih hidup. Dia adalah Ali. Ali tiba-tiba terjatuh hingga tak sadarkan diri. Setelah mendapat pemeriksaan dari tabib setempat, kondisi Ali sudah mulai membaik. Ali pun mulai sadarkan diri.


"Aku dimana?"


"Kamu tidak apa apa kan?" tanya salah satu warga yang tadi sudah menolong Ali.


"Kalian siapa?" Ali sangat terkejut melihat semua yang ada disana. Ali sangat ngeri tapi berusaha tetap tenang. Dia tau kalau sekarang dia berada di dunia lain.


"Ada apa denganku?" agar tidak mencurigakan Ali berpura pura memikirkan sesuatu dengan memijit pelipisnya. Ali tak sanggup melihat wajah orang orang yang ada di hadapannya. Orang?


"Kami menemukan kamu tergeletak di atas batu dan membawamu kesini. Memangnya kamu darimana?" tanya gadis yang melihat Ali pertama kali . Dia merasa tertarik pada pandangan pertama, apalagi Ali memiliki wajah yang hampir sempurna.


"Aku tadi datang bersama paduka raja, tapi tersesat. Entah sekarang mereka ada dimana?" Dengan seenaknya saja Ali mengucapkan kata-kata. Dia berharap dengan menyebutkan raja iblis, dia akan mendapati pertolongan.


"Jadi kamu bersama dengan Baginda raja? apakah kamu adik ipar yang mulia raja?" gadis itu bertanya lagi dengan kecewa. Ali hanya mengangguk.


Pupus sudah harapan gadis malang itu. Harapannya hanya ingin memperbaiki keturunan, tapi malah harus berurusan dengan pangeran kerajaan.

__ADS_1


Semua yang disana langsung menyembah sujud pada Ali. Tentu saja Ali sangat tidak nyaman dengan semua ini. Namun dia tidak bisa berbuat apapun lagi. Ali pun meminta warga disana untuk mengantarkannya ke kerajaan dengan alasan dia tidak tahu jalan.


Kebetulan salah satu warga yang ada akan berangkat ke kerajaan untuk berdagang. Dengan senang hati dia akan membawa serta Ali.


Ternyata mereka adalah penduduk kerajaan iblis.yang tinggalnya di luar istana. Mereka diperbolehkan masuk ke wilayah kerajaan jika punya ilmu merubah wujud atau hanya untuk urusan berdagang. Banyak warga yang ingin masuk ke dalam istana tetapi tidak ada yang memiliki ilmu tersebut dan sedikit dari mereka yang mempunyai barang untuk diperjualbelikan, jadi mereka hanya bisa bermimpi untuk masuk ke wilayah kerajaan iblis.


Keesokan harinya, Ali bersama dengan dua warga disana pergi ke istana kerajaan iblis. Saat sampai di gerbang, tentu saja mereka dihadang oleh pengawal kerajaan. Namun saat warga itu bilang jika Ali adalah pangeran ketiga, pengawal itupun mempersilahkannya masuk. Para pengawal dan penghuni kerajaan sudah mendapatkan kabar jika pangeran ketiga sudah kembali ke istana. Jadi mereka menganggap Ali memanglah pangeran karena wajahnya yang memang tampan.


Sesampainya di pasar kerajaan, Ali langsung pamit kepada dua warga yang mengantarnya. Dia berjanji akan memberikan buah tangan sebagai ungkapan terimakasihnya setelah dia kembali ke istana nanti. Dua warga itupun melanjutkan kembali aktifitasnya dan membiarkan Ali yang pergi sendiri karena merasa sudah hafal jalan. Padahal Aku hanya berpura-pura agar bisa jauh dari mereka.


"Apa yang aku lakukan selanjutnya? kemana Raya dan Ilham? kemana aku harus mencari mereka?" dalam perjalanan yang tak tahu arah, Ali menabrak seorang penjual tuntas tulis.


"Maafkan saya..."ucap Ali sambil terus menunduk tidak ingin melihat wajah orang di depannya.


"Oh tidak masalah..saya juga salah karena tidak melihat anda." jawab orang tersebut yang ternyata adalah seorang pria.


Orang itupun memperkenalkan diri begitu juga dengan Ali. Karena merasa akrab Ali langsung bilang jika dirinya tidak sengaja ikut masuk ke wilayah kerajaan bersama dengan beberapa orang dari luar kerajaan.


"Ternyata kamu dari luar kerajaan. Tidak apa..kamu bisa mengubah wujud sudah pasti boleh masuk." ucap pria itu.


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Ali penasaran.


Pria itupun menceritakan apa yang sudah terjadi di kerajaan. Penghuni istana sedang memperbaiki keturunannya dari bangsa manusia. Jadi mulai beberapa waktu yang lalu peraturan kerajaan diperketat termasuk jalur keluar masuk gerbang istana.

__ADS_1


Hanya yang bisa mengubah wujud saja yang boleh masuk kerajaan. Kecuali yang memang punya barang dagangan untuk diperjualbelikan. Ali mengerti dan mencoba memahami. Namun dia tidak berani banyak bicara.


"Apakah sang raja akan menikah lagi? aku dengar dari beberapa orang yang membicarakannya tadi di jalan." tanya Ali semakin penasaran. Jika tebakannya benar, orang yang akan dinikahi raja pasti adalah Raya.


"Berita itu belum sepenuhnya benar. Entah mereka tau darimana. Tapi memang beberapa hari yang lalu Baginda raja membawa seorang wanita dari bangsa manusia. Memang raja penuh kharisma, semua wanita langsung terpesona dengan ketampanannya. Mana cantik cantik lagi. Dulu sang permaisuri sudah cantik, sekarang katanya lebih cantik lagi." ucap pria itu sangat terpesona.


"Cantik.."


"Iya.."


Karena merasa kasihan pada Ali, pria itupun mengajak Ali untuk tinggal di rumahnya. Ali menurut karena memang dia tidak punya tempat tinggal. Ali pun membantu pekerjaan pria itu seperti kehidupannya di dunia manusia sehari-hari.


Di dalam istana...


Ilham ternyata jatuh di taman tak jauh dari kamar putri ketiga. Saat itu putri ketiga sedang bersantai di taman di samping kamarnya. Putri ketiga yang melihat ada sosok pria tertidur di taman, langsung membawanya ke kamar dengan dibantu para dayang.


Wajah tampan Ilham membuat putri ketiga terpesona hingga enggan untuk melapor pada ibu suri dan kakak raja. Putri ketiga juga melarang para dayangnya agar tidak membicarakan lelaki yang ditemukan putri ketiga tersebut.


Ilham masih pingsan belum sadarkan diri, sehingga putri ketiga terus menemani Ilham dengan duduk di samping rajanya.


"Memang tampan, lebih tampan dari mas Bayu dan kelihatan masih muda. Nanti aku akan meminta kakakku agar dinikahkan dengan dia saja." gumam putri ketiga sangat bahagia.


Karena sudah punya keinginan tersebut, putri ketiga merasa sudah saatnya bilang kepada kakak rajanya. Dia pun pergi meninggalkan kamarnya untuk menemui sang raja.

__ADS_1


Ternyata hari sebelumnya Ilham sudah sadarkan diri. Namun dia tidak bergerak sama sekali dan tetap berpura pura pingsan. Ilham mendengar semua yang dikatakan putri ketiga pada para dayangnya.


Merasa sudah aman, Ilham pun bangun dari tidurnya dan melihat situasi. Karena dirasa penjagaan tidak terlalu ketat, Ilham pun memberanikan diri keluar dari kamar melalui jendela dan pergi secara diam. diam.


__ADS_2