
"Aarrrgggghhh..." Raya mengerang. Dia menutupi kedua telinganya sambil berteriak histeris.
"Hentikan! panas..panas!" Raya terus saja berteriak tak karuan.
Mama Rossi yang tidak tega melihat putrinya mengerang, ingin sekali memeluknya. Namun dihalangi suaminya. Ilham yang saat itu berada dekat dengan Raya menjadi sasaran cengkraman Raya. Raya langsung saja menyerang Ilham dengan mencekiknya. Namun Ilham dengan sigap menangkap tangan Raya dan berbalik mencengkeram kedua tangan Raya ke belakang.
"Siapa kamu?" kyai Arifin bertanya pada sosok yang kini ada dalam tubuh Raya.
"Kamu tidak usah ikut campur urusanku! Gadis ini sudah menjadi milikku. Lepaskan aku!" jawab Raya dengan suara berubah menjadi suara laki laki.
"Dia bukan milikmu! pergilah atau aku terpaksa mengusirmu!" Ucap kyai Arifin lagi.
"Hahaha.... Memangnya apa yang akan kamu lakukan? aku sudah menguasai tubuh gadis ini. Jadi dia adalah milikku!" jawab sosok yang sudah merasuki tubuh Raya tersebut.
"Jadi kamu bersikeras tidak ingin pergi dari sana? baiklah jika itu keinginanmu. Jangan salahkan aku jika terpaksa mengeluarkan mu?" kyai Arifin langsung membacakan ayat suci Al Quran.
Ilham masih memegang tangan Raya dengan kuat
Karena tubuh Raya yang kecil, tentu saja Ilham dengan mudah menggenggam tangan Raya. Ali yang melihat Raya terus memberontak menjadi tidak tega,dia pun pamit pulang pada papa Sigit yang ada di sampingnya.
"Pak.. saya permisi dulu!" Ali meninggalkan rumah Kyai Arifin. Sementara itu, Manda yang melihat kepergian Ali diam diam mengikuti.
Raya masih mengerang dan berteriak. Karena saat itu masih dini hari, tentu saja teriakannya didengar oleh banyak warga yang tinggal tak jauh dari rumah kyai Arifin. Sehingga warga yang mendengarnya berduyun duyun datang ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Arrgggghhh...hentikan! apa yang kamu lakukan? sudah aku bilang! tubuh gadis ini adalah milikku! tuanku sudah memberikannya padaku!" jin itu tetap bersikeras mengakui jika tubuh Raya adalah miliknya.
"Keluarlah sendiri atau aku terpaksa mengeluarkan mu?" kyai Arifin tidak menggubris ucapan jin itu. Beliau tetap melantunkan ayat suci Al-Qur'an untuk mengeluarkan jin tersebut dari tubuh Raya.
Mama Rossi masih menangis di pelukan papa Sigit. Ingin rasanya beliau menolong putrinya, namun apa yang bisa dilakukannya?
Warga yang melihat pun menjadi ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi tidak ada yang tau. Mereka hanya saling menerka nerka.
__ADS_1
Kyai Arifin terus saja melafalkan doa doa untuk mengusir jin yang ada di dalam tubuh Raya. Jin itu seakan menyatu dengan kuat dalam tubuh Raya, sehingga kyai Arifin tidak mudah untuk mengeluarkannya.
Ilham yang masih memegang kedua tangan Raya menjadi kewalahan karena sejak tadi Raya memberontak ingin melepaskan diri. Namun Ilham masih dengan kuat mencengkeram kedua tangan Raya. Dia juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an guna membantu ayahnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sementara itu..
Dengan langkah gontai Ali pulang ke rumah nya. Dia merasa sedih telah gagal menjaga keturunan Bisri seperti apa yang telah dia janjikan pada ayahnya saat masih hidup. Dengan frustrasi Ali berhenti sejenak di depan rumahnya dan memukul dinding teras rumahnya.
"Bukankah kejadian yang dialami Raya saat ini sama dengan yang dialami Lily waktu itu?" Ali menjadi terkejut mendengar ada suara di belakangnya. Dia pun menoleh dan mendapati Manda sudah ada di belakangnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini? pulang sana!" bentak Ali mengusir Manda.
"Kenapa kamu malah pergi? bukankah seharusnya kamu bisa menolong Raya?" ucap Manda lagi. Dia semakin kesal dengan Ali. Bukannya menolong sahabatnya, Ali malah kabur pulang ke rumahnya.
"Kamu tidak akan mengerti! semua tidak semudah yang dibayangkan!" jawab Ali.
"Karena.." Ali menghentikan kata katanya. Dia tidak yakin Manda bisa mencerna kata-kata nya.
"Pulanglah! apa perlu saya antar?" ucap Ali menahan emosinya.
"Jelaskan dulu bang! kenapa kamu tidak mau menolong Raya? "Manda pun seolah memohon pada Ali. Manda yakin Ali punya suatu alasan.
"Pergi sekarang juga!" bentak Ali lagi. Manda sangat terkejut mendengar suara keras Ali. Dia pun menangis dan segera meninggalkan rumah Ali tanpa tau alasannya mengapa Ali tidak menolong Raya seperti yang dia lakukan pada Lily.
"Dasar perempuan,bisanya cuma nangis saja!" gerutu Ali. Dia segera masuk ke dalam rumah.
Manda terus menangis sambil berlari kembali ke rumah kyai Arifin tempat Raya diobati saat ini. Manda segera mengusap air matanya saat sudah dekat dengan rumah kyai Arifin. Manda pun segera masuk dan kembali ke tempatnya tadi yaitu dekat dengan Lily.
"Kamu darimana?" tanya Lily heran melihat sahabatnya yang tadi menghilang, sekarang sudah kembali di sampingnya.
__ADS_1
" Mencari toilet. Mulezz!" jawab Manda asal.
"Bagaimana keadaan Raya?" tanya Manda.
"Masih seperti sebelumnya, belum ada perubahan."jawab Lily dengan berbisik. Mereka berdua kembali memperhatikan apa yang dilakukan kyai Arifin dalam diam.
Tiba tiba saja sesuatu keluar dari tubuh Raya. Semua orang yang melihatnya menjadi tercengang. Asap hitam keluar dari tubuh Raya dan melayang layang di udara.
"Ini belum selesai Arifin..aku akan membuat perhitungan denganmu nanti!" suara berat itu menggema di seluruh ruangan, membuat semua yang mendengarnya menjadi merinding dibuatnya.
Raya kembali pingsan setelah Jin yang merasuki tubuhnya keluar dari raganya. Ilham pun melepaskan cengkramannya dan meletakkan kepala Raya di atas bantal yang diberikan oleh ibunya. Mama Rossi langsung menghampiri Raya dan memeluknya.
"Biarkan dia istirahat sejenak, sebentar lagi pasti siuman." Ucap kyai Arifin langsung meneguk air yang diberikan istrinya. Kejadian yang baru saja terjadi membuat tenaganya berkurang. Apalagi setelah melawan jin pengganggu yang menguras banyak tenaga nya.
Tak lama Raya pun sadar, dia menangis dalam pelukan mama Rossi.
"Mama..nenek.." Raya masih menangis tak bisa melanjutkan kata katanya. Mama Rossi membantu Raya minum air yang diberikan kyai Arifin. Air yang sudah diberi bacaan ayat suci Al-Qur'an tentunya, agar Raya menjadi lebih tenang.
Setelah merasa aman dan nyaman, masih dalam tangis Raya menceritakan kejadian yang telah dialaminya. Kyai Arifin dan juga papa Sigit mendengarnya dengan seksama. Raya menceritakan kejadian saat saat terakhir neneknya sebelum tiada dan dimana makam neneknya berada. Kyai Arifin dan papa Sigit memahami semua yang telah diceritakan oleh Raya.
"Kita sholat subuh dulu,Adzan sudah berkumandang!" ucap kyai Arifin. Karena rumah kyai Arifin tidak jauh dari surau, mereka pun berbondong-bondong menuju surau untuk melaksanakan ibadah sholat subuh. Namun para wanita dipersilahkan istri kyai Arifin untuk sholat di musholla yang ada di dalam rumah kyai Arifin. Mama Rossi membantu Raya membersihkan diri.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sementara itu di rumah Ali...
Ali tengah melakukan ritual mencari keberadaan pamannya. Ali tidak mempunyai ponsel seperti orang-orang kebanyakan,jadi dia tidak bisa menghubungi pamannya dengan mudah.
Seperti saat ini, Ali akan mendatangi pamannya melalui mimpi pamannya tersebut.
"Paman.. berhentilah mengganggu keluarga Bisri, mereka tidak bersalah. Aku mohon dengan sangat padamu paman!"
__ADS_1