
Keesokan paginya..
Raya bergegas menemui kedua sahabatnya. Raya tidak sanggup lagi menahan beban di hatinya. Hanya kepada sahabatnya lah Raya bisa meluapkan rasa gundah yang selalu membuat hatinya kacau.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan?" Lily memecahkan keheningan setelah Raya bercerita dan tak ada yang memberi solusi.
"Entahlah! sepertinya aku memang harus mengorbankan salah satu keputusan hidupku!" jawab Raya.
"Apa maksudmu Ray? keputusan hidup apa?"Manda semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Raya.
"Masalah ini memang menyangkut antara hidup atau mati. Jika aku menang, maka aku akan tetap hidup. Dan jika aku kalah, maka aku yang akan mati. Itu sudah garis hidup keluargaku." jelas Raya.
"Apa tidak ada solusi selain kematian?" Lily dan Manda menjadi khawatir dengan keadaan Raya. Mereka merasa Raya sudah tidak punya pilihan lagi.
"Kita adalah teman, maka kita akan bersama-sama menangani kasus ini. Kita cukup mencari fakta dan kejahatan paman Agus, setelah itu kita serahkan pada polisi. Apakah itu efektif?" saran Manda.
"Tidak Manda, tidak semudah itu!" Raya pun mengelak. Manda dan Lily hanya saling pandang. Mereka melihat kegelisahan Raya dan merasa iba dengan sahabatnya itu.
"Sabar ya Ray.." Lily dan Manda memeluk Raya bersamaan. Raya merasa sedikit tenang setelah mencurahkan isi hatinya pada kedua sahabatnya itu.
🌿🌿🌿
Beberapa waktu sebelumnya di rumah keluarga Hambali...
"Bagaimana Rossy bisa menghilang? aku yakin ada yang sengaja menyelamatkannya!"paman Agus menggebrak meja yang ada di depan nya dan paman Bayu.
"Tenang dulu Gus!" paman Bayu mencoba berpikir, siapa yang bisa menyelamatkan Rossy dari pasungannya?
Setelah kepergian papa Sigit yang mengamuk di depan rumah Ali pagi itu, paman Agus dan paman Bayu saling tersenyum. Mereka berdua sudah menyembunyikan mama Rossy dengan sangat tersembunyi. Dan tidak sembarangan orang bisa mengetahui keberadaan nya.
__ADS_1
Namun setelah kepergian papa Sigit, paman Agus dan paman Bayu merasa heran karena tidak mendengar teriakan mama Rossy lagi dari gudang. Mereka berdua pun segera memeriksanya. Namun betapa terkejutnya paman Agus dan paman Bayu, karena mama Rossy ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Pasungan nya terbuka dan sepertinya sangat rapi cara membukanya. Mereka pun menghampiri Ali yang saat itu baru keluar dari kamar.
Ali keluar dari kamarnya dan mengejutkan kedua pamannya. Mereka tampak heran melihat Ali baru bangun, karena tak biasanya Ali bangun se siang ini.
"Tumben kamu baru bangun Ali?" tanya paman Agus memastikan.
"Iya paman, semalam aku tidur larut malam. Jadi tidak bisa bangun pagi." Ali segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Semoga pamannya tidak menduga duga karena keterlambatan dia bangun pagi.
Batin Ali.
"Kenapa semalam kamu tidak bisa tidur? memangnya apa yang kamu lakukan?" tanya paman Agus heran.
" Saya tidak melakukan apapun paman. Kepala saya sedikit pusing jadi tidak nyaman dibuat tidur. Tapi setelah itu tertidur dengan sendirinya. Saya tidak ingat sampai jam berapa saya terjaga." paman Agus tidak percaya dengan ucapan Ali, namun paman Bayu menenangkan paman Agus agar tidak terbawa emosi dan membiarkan Ali pergi.
"Kenapa kamu menghalangiku mas? anak itu sepertinya harus diamankan. Kita bisa dalam bahaya selama Ali masih ada." ucap paman Agus.
"Memangnya apa yang akan kamu lakukan padanya? melenyapkannya seperti yang sudah kamu lakukan pada bapaknya?"paman Bayu mengingatkan.
Jadi sebelumnya..
Paman Agus dan saudara lainnya termasuk paman Bayu merasa geram karena ayah Ali ternyata sangat akrab dengan nenek Sari. Bahkan mengajak Ali sekalian untuk berbuat baik dan menjalin silaturahmi dengan keluarga Bisri.
Hingga suatu hari, dengan dibantu saudara lainnya paman Agus merencanakan suatu tipuan yang tidak disadari oleh ayahnya Ali. Yaitu dengan mengabaikan ritual dari leluhurnya. Akhirnya sampai saat ini Ali mengira jika ayahnya meninggal karena lalai menjalankan ritualnya. Ali pun tidak menyadarinya sama sekali.
"Kalau sampai Ali serong dari kita, maka aku tidak akan segan mengirimnya menemui bapaknya juga!" ucap paman Agus.
"Tenanglah! apa kamu lupa jika Ali adalah satu satunya keluarga kita yang bisa kita andalkan untuk melenyapkan keluarga Bisri itu?" paman Bayu mengingatkan paman Agus.
"Ya aku tau. Kalau tidak, aku habisi dia dari jauh jauh hari!" paman Agus sangat geram setiap melihat Ali, karena dia merasa Ali tidak pernah memihak keluarga nya, sama seperti ayahnya dahulu.
__ADS_1
"Jadi, apakah Ali yang mengeluarkan Rossy dari gudang?" paman Agus tidak begitu yakin juga. Paman Bayu hanya mengangkat bahunya. Mereka berdua hanya bisa menerka nerka siapa yang bisa mengeluarkan mama Rossy dari gudang. Padahal mama Rossy sudah disembunyikan dengan ilmu gaib, dan hanya seseorang yang ahli saja yang bisa mengetahuinya. Lantas Ali?
Paman Agus dan paman Bayu akhirnya melakukan ritual untuk mencari keberadaan Mama Rossy. Mereka tak habis pikir, bagaimana bisa hanya dalam waktu semalam saja mereka kehilangan mangsa tanpa mereka sadari.
Lama mereka melakukan ritual tapi belum juga mendapatkan petunjuk. Paman Agus dan paman Bayu mengulang lagi ritualnya. Berkali kali tapi belum juga terdeteksi.
"Mas, kamu merasa aneh gak sih? kenapa kita tidak bisa menemukan keberadaan Rossy?" paman Agus mulai berpikir.
"Iya..biasanya hanya sekali meminta petunjuk, kita bisa langsung mengetahui apa dan dimana sesuatu yang kita inginkan. Tapi kali ini?"paman Bayu pun tak habis pikir.
Sekali lagi paman Agus dan paman Bayu melakukan ritualnya. Mencoba untuk terakhir kalinya mencari keberadaan Mama Rossy. Sepertinya jin yang dikirim paman Agus dan paman Bayu tidak bisa mengetahui keberadaan Mama Rossy. Mereka pun menghentikan ritualnya.
"Sepertinya Rossy telah mendapatkan perlindungan yang begitu kuat. Sampai kita tidak bisa mengetahui keberadaannya." ucap paman Bayu.
"Maksudnya apa mas?" paman Agus pun tak mengerti sama sekali.
"Apa mungkin Sigit yang sudah membebaskan istrinya?"paman Bayu pun mulai mencurigai.
"Apa itu mungkin? setahuku Sigit tidak punya kelebihan untuk bisa berhubungan dengan makhluk gaib! Bagaimana dengan putrinya?" paman Agus mulai berasumsi.
"Kalau putrinya bisa, bagaimana dia bisa sampai masuk perangkap kita waktu itu?" paman Bayu tidak sependapat dengan paman Agus.
"Lantas?" kedua kakak beradik itu pun saling tuding. Namun mereka masih tidak bisa menemukan siapa yang sudah berhasil membebaskan mama Rossy dari belenggu nya.
Sementara paman Agus dan paman Bayu masih memikirkan hilangnya mama Rossy dari genggamannya. Saudara yang lainnya pun mengirim pesan pada paman Bayu.
"Apa yang kalian lakukan? kenapa menunda nunda pekerjaan. Menuntaskan satu keluarga saja tidak becus." Paman Agus dan paman Bayu saling pandang. Darimana kakak sulungnya bisa tau kegagalan mereka?
"Kami kecolongan!" balas paman Agus.
__ADS_1
"Aku memberi kalian waktu untuk pulang agar bisa menuntaskan semuanya. Tapi malah bikin keributan di sana."