Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 103 (dimana Lily?)


__ADS_3

Pangeran kedua merasa lega karena tidak terjadi apa apa pada istrinya. Namun dia sangat heran kenapa istrinya tidak merasakan gempa bumi beberapa saat yang lalu, padahal semua yang disana sudah kalang kabut ingin menyelamatkan diri.


Karena sudah tidak ada tanda-tanda gempa bumi susulan, semua rakyat di kerajaan iblis merasa lega. Namun demikian, sang raja iblis sudah memerintahkan ahlinya untuk memprediksi adanya gempa susulan.


Sang raja pun ke kamar untuk mengecek keadaan istri dan anak anaknya. Ternyata mereka baik baik saja. Meskipun tadi sempat panik, Siska masih heran bagaimana bisa di tempat seperti ini bisa ada gempa. Apakah dunia ini tidak ada beda dengan dunianya? Siska hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri.


Hanya sesaat saja sang raja menemui istrinya. Setelah mengetahui jika keadaan istri dan anaknya baik baik saja, sang raja langsung pamit ingin menemui ibu suri.


"Ternyata memang hanya sebagai alat membuat keturunan saja. Aku sudah hampir tiga bulan disini,dia hanya datang menanyakan keadaan anaknya dan pergi lagi. Aku harus segera menemui paman Agus dan menyusun rencana untuk bisa kembali ke dunia ku." Lagi lagi Siska hanya bisa membatin karena takut didengar dayang dan melaporkannya pada raja.


Setelah memastikan keenam putranya sudah tidur, Siska mengajak satu dayang yang sangat dipercayainya untuk menemaninya ke tempat paman Agus. Siska tidak bisa pergi lama, jadi dia harus buru buru menemui pamannya dan segera kembali.


Sesampainya di kamar paman Agus, Siska mendengar pamannya sedang berbincang dengan istrinya mengenai dunia manusia. Siska mendengarnya dengan seksama. Ternyata adik iparnya sangat penasaran dengan dunia manusia dan pamannya sedang membujuknya agar segera bertanya bagaimana cara bisa pergi ke dunia manusia.


"Aku sudah tanya pada kakakku, dia bilang aku harus punya ilmu dulu untuk bisa pergi kesana. Dan itu sangat sulit untukku." ucap putri ketiga.


"Jadi ilmu seperti apa yang harus dimiliki untuk bisa menembus dunia manusia?" tanya paman Agus serius.


"Kakak bilang harus bertapa dulu yang lama. Kakak juga bilang aku pasti tidak akan sanggup menahannya, jadi tidak boleh bertapa. Lagipula aku sudah punya suami bangsa manusia jadi aku tidak perlu pergi ke dunia manusia lagi." jawab putri ketiga.


"Sayang sekali, padahal kita bisa jalan jalan disana menikmati gemerlapnya bintang di malam hari yang sangat dekat, bahkan bisa kita sentuh dengan tangan." ucap paman Agus membual. Siska yang mendengarnya hanya tersenyum kecut dengan ucapan pamannya yang bisa bisanya membujuk anak kecil.


Siska mengurungkan niatnya menemui paman Agus. Dia tidak ingin mengganggu pamannya yang sedang membujuk istrinya itu. Siska pun kembali ke kamarnya.


"Nona..apakah benar dunia manusia sangat indah seperti yang dikatakan pangeran ketiga?" tanya dayang kepercayaan Siska.Ternyata tadi saat Siska menguping, dayangnya juga ikutan mendengar. Siska tertawa lirih.

__ADS_1


"Memang benar..Di duniaku semuanya serba indah. Disana kita juga bebas melakukan apapun tanpa ada yang harus ditakuti seperti disini." Siska jadi ikutan pamannya berbohong.


"Memangnya raja disana tidak seperti raja disini?" tanya dayang lagi yang ternyata semakin penasaran.


"Tentu saja tidak. Raja di tempatku hanya duduk diam di singgasananya. Semua kegiatan sudah ada yang mengurusnya. Jadi sang raja hanya menerima laporan dari bawahannya dan berhubungan baik dengan rakyatnya. Rakyatnya bebas menikmati semua fasilitas karena sang raja sudah menyediakan semuanya. Jadi rakyat di duniaku hidupnya terjamin" jelas Siska panjang kali lebar.


"Lantas kenapa nona bisa datang kesini?" pertanyaan dayang membuat Siska tersenyum miris.


"Ini semua karena raja kamu sudah membohongiku. Dia tidak bilang kalau berasal dari sini. Dan aku sudah terlanjur mengandung anaknya. Jadi mau tidak mau aku harus ikut kesini. Padahal di tempatku , semua sudah bisa kudapatkan dengan mudah. Sekarang disini aku harus meminta ijin dulu jika ingin melakukan ataupun mendapatkan sesuatu." Siska memasang mimik kecewa dan membuat dayangnya menjadi iba.


"Sabar ya nona.. Suatu saat nanti nona bisa meminta paduka raja untuk mengantar nona jalan jalan ke dunia manusia. Nanti jika dikabulkan jangan lupa mengajak saya ya nona. Saya jadi penasaran dengan dunia manusia." dayang pun membayangkan saat-saat dirinya berada di dunia manusia suatu saat nanti.


"Jangan banyak berharap.. Nanti jika tidak terpenuhi yang ada kamu jadi depresi." ucap Siska membuat dayangnya kecewa.


🪦🪦🪦


Sementara itu di dunia nyata...


Raya dan Manda segera memberitahu papa Sigit karena kehilangan Lily. Mereka semua menjadi panik. Papa Sigit meminta bik Asih dan pak Harun untuk mencari Lily di sekitaran rumah.


"Tapi Lily tidak mungkin keluar rumah pa..Tadi itu dia sedang melamun di jendela" terang Raya.


"Iya om.. Tadi kami berdua duduk di ruang tamu dan tidak melihat Lily keluar kamar sama sekali, sampai kamu masuk kembali ke kamar dan dia sudah tidak ada di tempatnya." Manda membenarkan ucapan Raya.


Papa Sigit pun berpikir sejenak. Jadi kemana perginya Lily? Papa Sigit langsung menelpon om Reno dan meminta bantuannya agar menghubungi temannya yang bernama om Bagas itu. Siapa tahu ada sesuatu yang sudah terjadi pada Lily.

__ADS_1


Raya tak tinggal diam, tentu saja dia juga menghubungi Ali. Siapa tahu Ali bisa menemukan Lily seperti dia menemukan orangtua Lily beberapa hari yang lalu.


"Jadi gimana bang?" tanya Raya sudah tidak sabar.


"Aku tidak bisa menemukan Lily. Sepertinya dia sudah jah sekali dari dunia ini." jawab Ali.


"Maksudnya Lily sudah meninggal? tapi dimana jasadnya?" Raya semakin gelisah begitu juga dengan Manda dan papa Sigit yang mendengar kata-kata meninggal.


"Bukan begitu maksudku.. Sepertinya Lily sudah ada di dunia lain yang jauh bukannya meninggal!" jelas Ali. Raya merasa lega.


Lega?


"Maksudnya Lily ada dimana sebenarnya? dunia lain yang mana? dibawa jin kah?" Raya sudah tidak bisa berpikir.


"Mungkin seperti itu.." Ali juga ragu.


Tak lama om Reno memberi kabar pada papa Sigit jika menurut om Bagas Lily memang sudah dibawa pergi oleh bangsa lelembut. Namun om Bagas kurang yakin bangsa lelembut yang mana karena tempatnya tidak bisa dimasuki oleh om Bagas.


"Tunggu Ray...Kenapa kata katanya sama seperti pamanku ya.." kata Ali yang tiba-tiba teringat dengan ucapan paman Agus yang dijumpainya dalam mimpi yang mengatakan jika dirinya berada di dunia lain dan tak bisa kembali ke dunia nyata lagi.


"Apa itu mungkin?" tanya Raya.


Karena tidak ada yang pasti, papa Sigit langsung menghubungi kyai Arifin dan menceritakan semuanya tentang Lily.


"Ada apa dengan keluarga mereka? Kemarin orangtuanya yang hilang sekarang ganti anaknya?" kyai Arifin pun tak percaya. Beliau mengakhirinya panggilannya dengan papa Sigit dan akan menelusuri keberadaan Lily dibantu adik adiknya.

__ADS_1


__ADS_2