Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 123 (pindah rumah)


__ADS_3

"Kita akan pergi keluar kota. Tapi sebelumnya aku akan mengambil beberapa barang ku dulu di rumah. Kalian tunggu saja disini. Besok aku akan menjemput kalian." ucap paman Agus.


Malam itu paman Agus langsung pamit menuju apartemennya. Meskipun tidak akan tinggal lagi di apartemen, tapi paman Agus masih mempunyai benda berharga disana. Paman Agus berniat mengambilnya dan menjual apartemennya untuk tinggal bersama mbak Dwi dan keluarganya. Paman Agus langsung menuju ke apartemennya dengan berjalan kaki, entah berapa lama dia akan sampai.


Malam semakin larut, paman Agus yang sudah berada di jalan raya langsung memberhentikan taksi yang lewat. Hanya satu jam paman Agus sudah sampai di apartemen nya. Setelah meminta sopir taksi menunggu,paman Agus bergegas masuk ke apartemennya untuk mengambil uang guna membayar taksi.


Tanpa istirahat, paman Agus langsung membereskan barang-barang miliknya dan dikemas di dalam koper. Sisa uang yang ada di dalam brankas langsung dimasukkannya ke dalam tas.


Pagi pun tiba paman Agus segera membawa barang barangnya dan memasukkannya ke dalam mobil. Tak lupa dia menitipkan pesan pada satpam jika apartemennya dijual, barangkali ada yang minat jadi paman Agus meminta nomor satpam dan akan menghubunginya setelah dia mempunyai ponsel.


Paman Agus langsung mengendarai mobilnya menuju rumah mbak Dwi. Semalam paman Agus sudah berpesan agar mbak Dwi dan keluarganya segera berkemas. Jadi saat paman Agus datang, mereka bisa segera pergi dari rumah tersebut.


Karena hari sudah terang, paman Agus yang datang langsung membawa mbak Dwi sekeluarga pergi. Para tetangga yang melihatnya tidak sempat bertanya, mereka hanya terkejut dan terdiam melihat mbak Dwi pergi membawa ibu dan anaknya. Saat itu juga mereka meninggalkan rumah tersebut. Warga yang melihatnya seketika langsung panik dan melaporkan ke ketua RT. Setelah menindaklanjuti dan memastikan jika keluarga mbak Dwi sudah meninggalkan rumahnya, pak RT ditemani warga lainnya langsung melapor pada pihak kepolisian.


Berita tersebut tentu saja langsung sampai ke rumah Raya. Papa Sigit yang mendengarnya ikut terkejut karena sebelumnya sudah mendengar dari Raya jika mbak Dwi ada di kerajaan iblis.

__ADS_1


"Apa mbak Dwi sudah keluar dari dunia iblis? lalu siapa laki-laki yang bersamanya itu?" tanya papa Sigit pada Raya untuk memastikan informasi dari kepolisian.


"Aku juga gak tahu Pa.. Bang Ali bilang waktu itu terjadi gempa yang dahsyat di sana dan menghancurkan semua bangunan yang ada." jelas Raya.


"Apakah setelah ini raja iblis akan kembali ke sini dan mencari kita?" Lily yang awalnya diam saja akhirnya ikut bertanya. Meskipun tidak ingat dengan apa yang terjadi padanya di dunia iblis, berdasarkan cerita dari Raya dan Manda,Lily menjadi khawatir jika pangeran kerajaan iblis akan kembali mencarinya.


Semua menjadi gelisah, papa Sigit langsung menelpon kyai Arifin dan menceritakan kembalinya mbak Dwi dari dunia iblis. Demi keamanan bersama, kyai Arifin menyarankan agar papa Sigit mencari rumah baru di tempat yang lebih ramai. Dan akan dibantu oleh kyai Arifin dengan pagar gaib agar tidak bisa dimasuki oleh makhluk alam lain.


Setelah berdiskusi dengan om Reno ternyata om Reno juga menyetujui usul kyai Arifin tersebut. Dengan bantuan om Reno, papa Sigit segera menemukan tempat tinggal baru tidak jauh dengan rumah om Reno. Sekolah Raya dan Lily yang tinggal setahun lagi terpaksa dipindah juga. Sementara Siska belum ingin melanjutkan sekolah karena masih berkabung atas kematian papanya.


"Jadi mereka mau melarikan diri? jangan harap bisa kabur dariku!" pangeran kedua tersenyum menyeringai dan tetap memantau kepergian Raya dan keluarganya.


Sampai di tempat baru, semua sedang sibuk membereskan barang. Hingga ada kesempatan, pangeran kedua langsung menghampiri Lily yang sedang menurunkan barang dari dalam mobil. Karena tidak bisa melihat makhluk astral, Lily hanya merasakan angin dingin di sekujur tubuhnya. Dia pun bergegas membawa barangnya masuk ke dalam rumah. Pangeran kedua yang merasakan keanehan pada Lily menjadi murka.


"Kenapa dia tidak melihatku? apa yang sudah terjadi padanya?" pangeran kedua terus mengikuti Lily. Karena belum ada perlindungan dari kyai Arifin tentu saja pangeran kedua dengan leluasa bisa memasuki rumah tersebut. Hingga kedatangannya bisa diketahui oleh Raya.

__ADS_1


Raya sangat terkejut dengan kedatangan pangeran kedua. Namun dia pura pura tidak melihatnya sama dengan Lily. Raya terus berpura-pura sibuk membereskan barang dan mendekati Lily.


"Pindah tempat, ada yang mengikutimu!" bisik Raya. Lily semakin merinding tetapi tetap berpura-pura tidak terjadi apa apa.


Raya segera keluar kamar diikuti Lily. Siska yang tidak tahu apa apa masih sibuk membereskan barangnya.


"Ternyata permaisuri juga ada disini. Kenapa semua tidak bisa melihatku?" pangeran kedua sangat heran dengan keberadaan Siska disana. Pangeran kedua mencoba untuk memegang tangan Siska, tetapi malah tembus tak terjangkau. Pangeran kedua akhirnya kembali menemui Lily dan mencoba untuk memegang nya tetapi sama dengan Siska, pangeran kedua tidak bisa menjangkaunya.


Di tempat lain Raya sudah mengirim pesan pada Ilham tentang keberadaan pangeran iblis kedua dan meminta Ilham supaya mengabarkannya pada kyai Arifin. Raya belum menceritakan keberadaan pangeran kedua kepada orangtuanya karena takut membuat mereka khawatir. Lily tak mau jauh jauh dari Raya. Dia terus saja mengikuti Raya dan pangeran kedua tentu saja berada di dekat Lily dan terus berusaha menggapainya.


Setelah mendapat kabar dari putranya,saat itu juga kyai Arifin beserta istri dan ketiga adiknya langsung meninggalkan kampung halaman menuju rumah baru papa Sigit. Karena jalanan di kampung sudah diperbaiki, membuat perjalanan kyai Arifin ke kota tidak membutuhkan waktu yang lama. Ali pun tak mau ketinggalan untuk ikut karena saat itu dia sedang berada di rumah kyai Arifin sedang membersihkan kandang kambing.


Sesampainya di rumah papa Sigit, kyai Arifin dan ketiga adiknya juga semua orang yang ada disana langsung melakukan doa bersama. Mereka membacakan ayat suci Al-Qur'an dipimpin kyai Arifin untuk memohon perlindungan dan dijauhkan dari makhluk gaib. Saat kyai Arifin memimpin doa diikuti semua orang disana, membuat pangeran kedua yang dari tadi di dekat Lily menjadi gelisah.


Pangeran kedua tiba-tiba merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya. Semakin lama semakin panas hingga dia berteriak histeris. Raya dan lainnya yang bisa melihatnya langsung menutup kedua telinganya karena tak sanggup mendengar jeritan pangeran iblis dan terus membaca doa mengikuti yang diucapkan kyai Arifin.

__ADS_1


"Awas kalian semuanya..Tunggu pembalasan dariku!!"


__ADS_2