
"Mas..kamu dimana? kenapa kamu meninggalkanku sendiri?" Agus bingung karena Bayu sudah tidak di sampingnya. Agus mencari kakaknya ke sana kemari tapi tak menemukannya.Agus menyusuri jalan setapak di depannya dan terus berteriak memanggil nama kakaknya.
Lama Agus berjalan, bukannya bertemu dengan kakaknya malah masuk ke dalam hutan belantara. Agus tidak mengenal tempat itu, tempat yang asing baginya.
"Sejak kapan ada tempat seperti ini di sini? Aku dan mas Bayu sudah menyelidiki tempat ini sebelumnya tetapi tidak pernah menjumpainya. Di mana aku sekarang? kamu dimana mas?" Agus bergumam, tak tau lagi kemana harus mencari kakaknya. Dia terus saja melangkahkan kakinya.
Tiba-tiba di depan Agus sudah berdiri beberapa orang berjubah hitam yang menghadangnya. Agus mulai ketakutan, siapa mereka? malaikat maut kah? inikah akhir hidupnya?
Agus tak bersuara, dia hanya menutup mulutnya dan mulai menitikkan air mata. Agus tidak menyangka jika dirinya harus berakhir seperti ini setelah dia mengabaikan keindahan duniawi hanya untuk tetap taat pada leluhur tetapi ternyata hanya akal-akalan kakak pertamanya saja.
Agus segera menghapus air matanya, dia mulai berani dan akan menghadapi pria misterius di depannya itu.
"Aku tidak boleh takut. Tidak ada yang ku tinggalkan di dunia ini. Jika aku harus mati, aku sudah siap. Ayo ambil nyawaku jika kalian berani! aku tidak takut pada kalian semua!" Agus membusungkan dadanya, menantang para pria berjubah hitam di depannya.
"Besar juga nyali mu! Kamu harus mempertanggungjawabkan semua yang telah kamu lakukan"
Agus terbelalak mendengar suara tersebut. Suara itu terngiang di telinganya begitu saja. Itu bukan suara dari mereka yang ada di depannya. Lalu siapa?
Agus masih memandangi mereka yang tak bergerak itu. Namun tiba-tiba salah satu dari mereka langsung mendekati Agus dan mencekik lehernya. Pria itu tidak bersuara dan Agus tidak bisa melihat wajahnya karena seperti memakai topeng. Tiba-tiba..
"Jeduarrrr....."
Sebuah sinar menyilaukan mata Agus dan pria berjubah hitam itu langsung lenyap. Agus masih merasakan nyeri pada lehernya akibat cekikan dari pria misterius itu.
Suasana menjadi gelap kembali, dan Agus masih belum bisa menetralkan pandangannya akibat sinar tersebut. Dia masih mengusap kedua matanya berharap pandangannya bisa sempurna kembali.
"Paman..."
__ADS_1
Agus pun terkejut, dia seperti mendengar suara Ali. Namun Agus masih tidak percaya, benarkah itu Ali atau hanya halusinasi? Agus masih terdiam tak berani bicara. Hingga Ali kembali memanggil namanya barulah Agus percaya jika dirinya sudah bersama Ali. Apakah Ali yang telah menolongnya?
"Ali..Apa itu kamu?" tanya Agus memastikan. Saat ini Agus tidak bisa melihat apapun. Semakin dia memaksa, hanya kegelapan yang dilihatnya.
"Aku tidak bisa melihat?" Agus mulai menangis. Meratapi nasibnya sendiri yang memilukan. Dia terus mencoba menerawang, matanya terbuka tetapi hanya gelap di hadapannya.
"Paman tenang dulu, yang penting paman sudah selamat. Minum dulu paman.." Ali membantu pamannya untuk duduk dan memberikan minum. Agus meneguknya dan melegakan tenggorokannya.
"Aku dimana sekarang? dimana mas Bayu?" tanya Agus mulai panik lagi. Ali tidak berani menjawab karena takut pamannya akan kecewa.
"Jawab Ali!" bentak Agus mengguncang tubuh Ali yang masih duduk di sampingnya.
"Maafkan aku paman, aku terlambat menyelamatkan paman Bayu!" Ali pun mulai menceritakan apa yang diketahuinya.
" Tidak mungkin.." Agus pun kecewa. Dia masih tidak yakin dengan apa terjadi pada kakaknya.
"Ini pasti ulah Herman sialan itu. Aku tidak terima! pasti dia yang sudah mencelakai mas Bayu. Aku harus balas dendam untuk mas Bayu" Agus sangat menggebu-gebu. Dia yakin jika semua ini adalah perbuatan Herman. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menuntut balas.
🪦🪦🪦
Di suatu tempat yang jauh sekali...
" Akhirnya..aku menemukanmu juga! Aku punya dendam yang harus diselesaikan" sosok pria misterius menghampiri Bayu yang sedang ketakutan.
"Siapa kamu? aku tidak mengenalmu! pergi dariku!"
"Hahaha.....Semudah itu kamu melupakanku? tapi aku masih ingat dengan jelas apa yang sudah kamu lakukan terhadap kekasihku saat itu. Wanitaku hancur karena kamu. Dan aku juga mati karena mu. Aku tidak akan tenang sebelum dendam ku terbalaskan" Pria itu menghampiri Bayu dan ingin mencekiknya, tetapi saat dia mendekat malah langsung terpental. Bayu yang menyadari dirinya terlindungi merasa sedikit lega.
__ADS_1
"Hahaha....Bahkan menyentuhku saja kamu gak bisa. Bagaimana kamu akan balas dendam!"
Pria misterius itu terus mencoba mendekati Bayu lagi, tetapi tetap tak bisa. Bayu seakan tak bisa tersentuh oleh makhluk sepertinya.
"Kamu hanya hantu gentayangan, tidak akan bisa menyentuhku. Kecuali jika kamu sudah menjadi iblis, aku pasti akan meladeni mu!" Bayu melarikan diri, dia berlari menyibak semak semak. Tak tau arah, Bayu hanya terus melangkahkan kakinya.
"Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyentuhnya! Aku sudah berlatih sampai hari ini, dan semua hanya dia sia? Ini pasti karena kyai tak tau diri itu!" Sastro terus saja mengomel.
Iya...dia adalah Sastro. Dia berhasil melarikan diri dari pasungan kyai Arifin.
Beberapa tahun yang lalu, Sastro pergi ke sebuah kota untuk mengadu nasib. Dia menjalani kehidupannya yang berangsur-angsur mulai membaik. Hingga dia bertemu dengan belahan jiwanya dan ingin segera menikahinya.
Namun sebuah kejadian tak terduga telah merenggut kebahagiaannya.
Kekasihnya memilih memutuskan sebelah pihak. Sastro sangat terpukul, dia tidak terima dengan keputusan kekasihnya itu. Sastro terus menjelaskan jika niatnya sangat tulus. Dia ingin membuktikannya dengan menikahi wanita itu.
Namun sayang tanpa memberikan sebuah alasan yang jelas, kekasihnya justru memutus hubungan. Sastro diam. Meskipun demikian, dia tetap mencari penyebab berubahnya sang pacar. Karena selama ini kekasih Sastro sangat bergantung padanya, jadi tidak mungkin tanpa alasan langsung meninggalkannya.
Setelah diselidiki, ternyata kekasihnya telah menjalin hubungan dengan Bayu. Pria yang baru saja dikenalnya. Meskipun Sastro kecewa, dia merasakan suatu kejanggalan.
Selang beberapa waktu, ternyata apa yang dikhawatirkan Sastro terjadi. Kekasihnya hanya mendapat suatu halusinasi sehingga langsung berubah sikap.
Suatu hari Sastro mengikuti kemana perginya sang mantan. Ternyata dia datang ke sebuah apartemen mewah. Wanita itu bertemu dengan Bayu. Meskipun Sastro sangat sakit hati, dia tetap berusaha mengontrol emosinya. Sastro ingin segera menyadarkan kekasihnya tersebut.
Saat sudah masuk ke dalam apartemen,ternyata kekasih Sastro tidak mengunci pintunya. Sebuah keberuntungan bagi Sastro atas kelalaian sang kekasih.
Hati Sastro sangat hancur ketika mendengar suara ******* sang kekasih di dalam kamar. Sastro menangis, selama ini dia berusaha menjaga kekasihnya tetapi sekarang malah terjerumus dengan orang yang baru dikenalnya.
__ADS_1
Namun suasana tiba-tiba berubah. Situasi menjadi sangat mencekam. Sastro merasa kedinginan. Suara kekasihnya juga tidak terdengar lagi. Apa yang terjadi? Sastro sudah tidak tahan lagi, dia pun mendobrak pintu dengan sekuat tenaga.
"Tidak...."