
Lily berdoa dengan khusyuk dan memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba dia merasakan hawa yang berbeda di sekitarnya. Bulu kuduk Lily pun berdiri dan dia merasa ngeri sendiri.
Perlahan Lily membuka matanya dan berdoa semoga tidak ada hal aneh yang bisa membuatnya takut. Namun Lily merasa heran dengan pemandangan di hadapannya. Antara senang tapi juga tak percaya.
"Aaarrrgggghhhhh...." Lily teriak sekencang-kencangnya hingga membuat beberapa orang langsung menghampirinya.
Raya dan Manda langsung memeluk tubuh Lily dan langsung menangis bersama. Mereka juga tak percaya bisa melihat Lily lagi.
"Alhamdulillah..." Lily mengucap Syukur dan terharu.
"Kamu baik baik saja kan Li...Kami merindukanmu. Sudah lama kami mencarimu.." Manda terus menangis karena bahagia.
"Apanya yang lama, aku hanya pergi dua hari saja."
Raya dan Manda saling berpandangan. Bahkan mama Rossi dan lainnya juga langsung diam.
"Kenapa?" tanya Lily heran.
"Kamu sudah pergi dua bulan Lily, dua hari darimana coba?" Manda langsung protes. Selama dua bulan dia dan Raya tak berhenti berdoa agar bisa segera bertemu Lily kembali tetapi Lily malah merasa dirinya pergi hanya dua hari.
"Apa?" Lily semakin bingung dengan cerita kedua sahabatnya.
Saat itu di rumah Raya sedang ada pengajian yang belum selesai. Karena teriakan Lily yang kencang membuat mereka menghentikan pengajiannya. Namun setelah semuanya jelas pengajian dilanjutkan dan selesai dengan lancar.
Setelah para undangan pulang ke rumah masing-masing, Lily segera dibawa ke ruang tamu untuk diinterogasi. Kebetulan saat itu ada kyai Arifin dan keluarganya begitu juga dengan Ali yang ternyata diajak juga oleh kyai Arifin untuk datang ke kota.
__ADS_1
Sebelumnya mama Rossi dengan dibantu Raya, Manda dan bik Asih menyiapkan makan malam untuk mereka yang masih ada di sana karena tadi sengaja tidak ikut makan bersama dengan para undangan tahlil.
Setelah selesai makan malam mereka pun menanyai Lily agar menceritakan apa yang sudah dialami nya selama dua bulan ini.
Lily menceritakan apa adanya. Semua yang dialaminya selama dua hari di kerajaan iblis dia ceritakan secara gamblang.
"Mungkin saat aku merenung di jendela, pikiranku sedang kosong. Makanya aku bisa menghilang begitu saja, pasti pangeran itu yang membawaku." pendapat Lily berdasarkan apa yang dialami pada awalnya.
"Sepertinya memang seperti itu." kyai Arifin membenarkan.
"Apakah pangeran itu sangat tampan?" Manda malah penasaran dengan yang disebut pangeran.
"Ya tampan lah! Aku bahkan sudah menikah dengannya kemarin." ucap Lily bangga karena sudah menikah dengan pangeran tampan. Namun dia kembali sedih tatkala teringat dengan penjelasan dari Siska. Lily jadi membayangkan yang tidak tidak. Semua orang disana langsung khawatir setelah mendengar Lily sudah dinikahi pangeran iblis.
"Alhamdulillah..kamu masih ingat dengan Allah SWT, Li.." Ilham pun berusaha mengalihkan pikiran banyak orang. Ilham dan yang lainnya sangat bersyukur karena Lily masih tetap berada di jalan Allah sekalipun dia diperlihatkan sesuatu yang menakjubkan disana.
"Apakah disana juga ada kedua pamanku Li?" Ali yang dari tadi hanya diam mendengarkan cerita Lily akhirnya membuka suara. Ternyata dari tadi Ali sangat penasaran dengan Siska dan kedua pamannya.
"Apakah Siska cerita bagaimana dia bisa sampai sana?" Ilham pun penasaran karena sudah lama dia tidak melihat Siska. Biasanya dimana pun ada Ilham, Siska pasti mengikuti sekalipun dengan pengawalnya. Namun sejak Ilham kecelakaan, dia sama sekali belum melihat Siska.
" Kedua paman bang Ali memang ada disana dan sudah menikah dengan kedua putri istana. Siska bilang, dia dijebak kedua pamannya bahkan sampai mengandung anak raja iblis itu. Dan kalian harus tahu, anak Siska ada enam. Tiga mirip manusia dan tiga lagi mirip bapaknya. Tapi aku belum melihatnya sendiri, seharusnya besok aku menemui Siska untuk melihat anaknya." jelas Lily membuat semua merinding dan hanya saling pandang.
"Jadi Siska sudah punya anak?" Raya dan Manda bertanya secara kompak.
"Hmmm....Namun Siska ingin kembali ke dunia ini tapi tidak tahu caranya." jelas Lily.
__ADS_1
"Mas..Apa tidak akan terjadi sesuatu pada anak itu?" bisik adik kyai Arifin menunjuk pada Lily. Kyai Arifin mengerti dan mengajak adik adiknya untuk memanjatkan doa agar Lily diberi pagar pelindung.
"Nak Lily..kamu pasti masih bingung dan heran dengan apa yang sudah kamu alami. Bagaimana jika kami membantumu agar lebih merasa tenang." ucap kyai Arifin pelan dan sabar.
"Boleh kyai...Saya merasa ada sesuatu yang aneh saja jika mengingat semuanya. Meskipun saya belum melihat wujud asli iblis itu, tapi menurut penjelasan dari Siska wajah mereka tidak kalah menakutkan daripada setan setan yang ada di dunia ini. Boleh gak kyai jika saya meminta dipagari agar tidak bisa diganggu makhluk itu lagi?'" Lily ternyata tidak menolak permintaan kyai Arifin malah meminta kyai Arifin untuk memberinya perlindungan . Semua orang disana mengerti dan membiarkan kyai Arifin bersama adik adiknya melakukan tugasnya.
Ternyata kyai Arifin dan adik adiknya menghilangkan ingatan Lily tentang dunia lain itu. Kyai Arifin tidak ingin jika suatu saat nanti terjadi sesuatu yang menghebohkan jika Lily menceritakan semuanya pada orang lain. Lily juga diberi pagar perlindungan diri agar tidak mudah ditembus bangsa lelembut .
"Alhamdulillah semua sudah beres. Lily..kamu harus banyak banyak beristighfar dan jangan pernah lupa dengan kewajibanmu yaitu sholat." pesan kyai Arifin bukan hanya untuk Lily tetapi untuk semua yang ada disana.
"InsyaAllah kyai.."semua orang menjawab bersama karena merasa apa yang diucapkan oleh kyai Arifin memang telah mengena di hati masing-masing.
"Li...Kenapa kamu memakai baju halus ini?" bisik Manda masih penasaran dengan cerita Lily yang masih menggantung.
"Kenapa aku bisa menggunakan baju seperti ini? apa yang terjadi? " Lily justru heran karena melihat dirinya nya sendiri. Manda semakin tidak mengerti dengan semuanya. Tadi bukannya Lily menggebu dalam menceritakan kisahnya? Kenapa sekarang malah berubah seakan tidak pernah terjadi apapun padanya.
Lily segera ke kamar Ra danya untuk berganti pakaian. Lily merasa risih mengenakan gaun yang tipis tersebut apalagi berlapis-lapis. Raya dan Manda membatu Lily mengganti pakaiannya.
Suasana tiba-tiba mencekam. Lampu kamar Raya tiba tiba padam.Mereka bertiga berteriak bersamaan. Namun sepertinya tidak ada yang mendengar meskipun mereka teriak kencang.
"Ada apa ini?" Raya,Manda dan Lily berpelukan. Mereka merasakan dingin tiba-tiba menusuk kulit.
"Istighfar.." pinta Raya. Mereka bertiga pun mengucap istighfar berkali kali juga membaca ayat kursi yang dipercaya bisa menghilangkan aura mistis yang ada disekitarnya.
Mereka bertiga terus berdoa agar tidak terjadi apapun setelah ini. Manda terus merangkul Engan Raya dan memejamkan mata. Diantara ketiganya, Manda lah yang sangat sensitif terhadap hal-hal gaib.
__ADS_1
"Kenapa? kenapa putri kedua tidak bisa aku sentuh? arrghhhhhh..."