
"Kamu kenapa Gus?"
Meskipun Agus sudah ditangani oleh dokter, Bayu masih saja khawatir. Tak berapa lama dokter yang memeriksa Agus keluar dari ruangan.
"Bagaimana dengan adik saya dokter?" Bayu langsung menghampiri dokter dan menanyakan keadaan adiknya.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, adik anda hanya kecapekan saja. Sebentar lagi siuman, saya permisi." Dokter itu pun pergi meninggalkan Bayu.
"Cuma pingsan saja heboh sekali" bisik dokter pada suster nya.
Bayu yang bisa mendengar ucapan lirih sang dokter hanya bisa mengepalkan tangannya. Bayu segera masuk ke ruang perawatan Agus dan kembali mengguncang tubuh nya agar cepat sadar. Namun sayang, Agus masih tidak merespon.
🪦🪦🪦
"Kemana perginya mereka? cepat sekali! Terakhir jejaknya disini" Sastro sudah berada di kafe terakhir kali Bayu dan Agus berada. Namun dia sudah tidak mendapati mereka di sana.
"Kenapa ya dengan orang tadi? sepertinya tidak sakit tapi tiba-tiba langsung pingsan?"
"Iya..belum tadi yang satunya kelihatan panik banget!"
"Sepertinya mereka saudara, wajahnya mirip banget"
"Apa hebatnya , cuma hidung belang saja. Aku yakin mereka kesini cari mangsa. Dari awal datang cuma ngeliatin cewek cewek yang datang."
"Tapi sayang.. sekarang sudah berada di rumah sakit."
Dari pembicaraan beberapa pengunjung kafe, Sastro bisa menebak jika itu pasti Bayu dan Agus. Sastro langsung mencari rumah sakit yang dibicarakan orang di sana.
"Pasti rumah sakit terdekat dari sini." Sastro langsung pergi menuju rumah sakit terdekat. Mencari keberadaan Bayu dan Agus.
Sastro langsung menyusuri setiap kamar inap. Dia sudah mencium keberadaan orang yang dicarinya. Setelah menemukan kamar yang ditempati Bayu dan Agus, Sastro tidak jadi masuk. Dia merasakan ada aura yang tidak baik di dalam kamar tersebut. Jadi Sastro hanya mengamati dari luar kamar.
__ADS_1
"Sepertinya musuh kalian tidak hanya aku saja. Buktinya sekarang ada kekuatan lain yang lebih kuat yang juga ingin memusnahkan kalian." Sastro tersenyum sinis, tidak menyangka jika ternyata bukan dirinya saja yang ingin balas dendam dengan mereka.
Sastro pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia ingin kembali menemui ibunya dan menceritakan semua yang sudah diingatnya.
"Ternyata pria itu memang lemah dan sudah ditargetkan oleh mereka yang ingin balas dendam. Aku hanya akan melihatnya saja. Kalau begini aku tidak perlu susah sudah turun tangan. Hahaha...." Sastro sangat senang karena tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menghancurkan Agus dan Bayu.
Sekarang yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya dapat mengambil jasadnya agar bisa dimakamkan secara layak dan dia bisa tenang di alamnya.
🪦🪦🪦
"Ada yang tidak beres dengan Agus. Kenapa suasana disini menjadi aneh seperti ini?" Bayu mulai heran dengan keadaan. Mulai dari kata dokter yang bilang jika adiknya hanya kelelahan. Namun sampai sekarang Agus sama sekali belum sadarkan diri. Ditambah lagi dengan hawa dingin yang mulai menusuk tulang.
Merasa ada suatu kejanggalan yang tidak bisa dia prediksi, akhirnya Bayu melakukan ritual memanggil tuannya. Sesuai dengan kesepakatan jika Bayu bisa meminta bantuan tuannya kapan saja.
Dan benar saja, sosok hitam besar tiba tiba muncul di hadapannya. Malam itu sudah sepi, hanya ada Bayu dan Agus di dalam kamar tersebut dan juga sosok iblis yang sekarang menjadi tuan bagi Bayu.
"Kenapa kamu memanggilku? Apa untuk membantu adik kamu?" iblis itu pun melihat ke arah Agus yang terbaring di ranjang pasien.
"Benar tuan ku..Adik hamba tiba tiba pingsan di kafe, sampai sekarang belum sadarkan diri. Dokter bilang dia hanya kelelahan tetapi saya merasa ada sesuatu yang aneh padanya." Bayu pun menjelaskan semua kepada tuan nya.
"Apa? itu tidak mungkin! Tapi siapa yang berani melakukannya? tolong adik saya tuan, hanya dia yang saya punya sekarang ." Bayu memohon pada tuannya agar bisa menyelamatkan Agus.
Entah siapa yang melakukannya, hal ini sudah membuat Bayu murka. Jika dia sampai tahu siapa dalang di balik ini semua, sudah tentu Bayu akan membuat perhitungan dengan mereka.
"Mereka cuma dukun santet. Bukan lawanku yang berat."iblis itu pun berusaha menarik kembali jiwa milik Agus yang sudah diambil. Tak butuh waktu lama,tubuh Agus sudah mulai membaik.
"Apakah saya boleh tahu siapa yang sudah melakukan perbuatan ini?" pinta Bayu penasaran. Iblis itu pun memperlihatkan seseorang yang sedang melakukan ritual.
Seorang dukun yang tidak dia kenal. Namun begitu melihat orang di belakangnya, Bayu langsung mengepalkan tangannya. Di tidak menyangka jika ini semua adalah perbuatan Herman, kakaknya.
" Kamu kenal?"
__ADS_1
"Yang di belakang itu kakak tertua kami. Hamba tidak menyangka dia akan melakukan ini pada adik kandungnya sendiri." Jawab Bayu.
"Sepertinya ada masalah intern di keluarga kalian."
"Ini memang masalah serius dalam keluarga. Dia sudah mengendalikan kami sejak lama. Kami
sudah mengetahuinya dan sepertinya dia tidak terima." Bayu benar benar marah dengan kakaknya itu.
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Apalagi..Tentu saja menghancurkan penghianat!" ucap Bayu geram.
Sang iblis pun paham. Hanya dengan melambaikan tangannya bisa membuat dukun yang melakukan ritual itu terpelanting dan menubruk dinding di belakangnya hingga mengeluarkan darah.
"Aku tidak akan pernah berdamai denganmu mas" Bayu yang melihatnya tersenyum menyeringai.
🪦🪦🪦
"Anton.. apa yang terjadi?" Herman sangat heran melihat Anton terpelanting. Dia segera membantu Anton dan membawanya ke ruang depan.
"Adikmu sudah menyembah iblis. Dia sangat kuat sekali. Dengan mudahnya bisa mengambil kembali jiwa yang sudah ku ikat dengan kencang." Anton menyeka darah di sudut bibirnya dan menetralkan kondisi tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga dalamnya.
Herman hanya diam . Dia tidak menyangka jika adiknya bisa begitu kuat dibanding sebelumnya. Sepertinya adiknya sudah mempersiapkan semua untuk melawannya.
Herman berpikir sejenak. Jika dengan cara seperti ini sudah gagal, lalu cara apa lagi untuk bisa mengalahkan kedua adiknya tersebut?
"Kamu ada ide?" tanya Herman pada Anton. Saat ini Herman sudah kehabisan akal untuk bisa melawan Bayu dan Agus.
Jika bukan karena ingat putrinya sudah diperlakukan seperti ini oleh kedua adiknya itu, mungkin Herman masih bisa membiarkan kedua adiknya hidup. Tapi sepertinya Bayu dan Agus tida akan pernah berdamai dengannya.
"Tuannya sangat kuat, kamu tidak akan pernah bisa melawannya dengan cara seperti ini."
__ADS_1
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Herman lagi. Anton membisikkan sesuatu pada Herman. Karena disana banyak anak buah Herman, jadi Herman tidak ingin ada yang mendengar siasat baru yang akan dia lakukan bersama dengan Anton.
"Hahaha.... Bagus juga ide kamu!" Herman menjadi semangat lagi setelah mendapat saran dari Anton.