Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 117 (pergi ke dunia iblis)


__ADS_3

Sesuai dengan rencana sebelumnya, Raya berhasil membuat raja iblis membawanya ke kerajaan iblis. Karena sudah ada persiapan, Ali dan Ilham langsung memegang tangan Raya dan ikut bersama juga. Namun dalam perjalanan menuju alam iblis mereka merasakan sebuah tekanan yang dahsyat.


Seketika Raya merasa tak kuat dan pingsan. Sedangkan Ali dan Ilham merasa ada sesuatu yang menariknya sehingga genggaman tangan mereka terlepas begitu saja dan terpental entah kemana. Raya masih berada dalam pelukan raja iblis karena tubuh lemahnya langsung dibopong oleh sang raja.


Sesampainya di kerajaan iblis, sang raja langsung membawa Raya ke kamar permaisuri. Sang raja sengaja belum mempertemukannya dengan ibunda ratu karena suatu alasan. Sementara pangeran kedua ternyata masih di alam manusia karena berharap bisa bertemu kembali dengan istrinya.


"Siapa dia?" sapa Siska saat melihat suaminya masuk ke dalam kamar dengan membawa seorang wanita.


"Jangan banyak tanya, kamu rawat dia dan jangan pernah bilang ke siapapun jika aku membawanya kesini. Kalau sampai ada yang tahu, kamu yang harus bertanggungjawab." ancam sang raja pada permaisuri.


"Hamba tidak berani yang mulia." Siska segera membersihkan tubuh raya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya. Sementara sang raja pergi meninggalkan kamar Siska.


Tak berapa lama, Raya pun siuman. Dia sangat terkejut melihat pemandangan di sekitarnya. Sebuah ruangan megah seperti yang ada dalam cerita dongeng. Melihat baju yang dikenakannya membuat Raya lebih takjub lagi. Bisa bisanya dia memakai pakaian kerajaan kuno. Seketika Raya tersadar jika dirinya pasti sudah ada di kerajaan iblis.


"Siska?" Raya pun memanggil wanita yang tampak melamun duduk di kursi dekat jendela. Siska terkejut mendengar panggilan untuknya.


"Kamu mengenalku?" tanya Siska yang berusaha berdiri dan menghampiri Raya.


"Kamu sudah lupa padaku?" tanya Raya balik. Siska hanya menggeleng karena dia memang tidak ingat dengan Raya sama sekali.


"Aku tidak ingat masa lalu. Yang aku ingat adalah aku tinggal disini dan menjadi istri raja.


'Kok bisa ya? apa dia sudah dicuci otaknya? aduh gawat..jangan jangan akan terjadi padaku juga! Kalau seperti ini ,bisa bisa aku tidak dapat kembali pulang. Bang Ali dan bang Ilham kemana? kenapa kami terpisah? Ini tidak sesuai dengan prediksi. Aku harus bagaimana?'


"Kamu kenapa? Siska merasa heran melihat Raya bergumam sendiri.


"Tidak ada.."

__ADS_1


Siska menyajikan makanan pada Raya. Makanan mewah khas kerajaan. Raya semakin takjub dengan semua yang ada di hadapannya. Ternyata benar apa yang diceritakan oleh Lily, jika semua yang diinginkan oleh manusia tersedia disini.


Melihat banyak makanan di hadapannya, Raya menjadi ragu. Apakah makanan ini sama dengan yang ada di alam manusia? Tidak dimakan, semuanya menggoda tetapi jika dimakan, amankah untuk Raya?


Untuk menghilangkan keraguan, Raya pun membaca doa sebelum makan dan doa lain untuk mengetahui apakah makanan di hadapannya halal untuk dimakan olehnya. Betapa terkejutnya Raya setelah dia berdoa, ternyata semua makanan lezat dihadapannya langsing berubah menjadi belatung dan sesuatu yang menjijikkan. Seketika Raya merasa mual dan ingin muntah.


"Kamu kenapa?" Siska semakin khawatir.


"Aku tidak apa, sepertinya aku tidak nafsu makan. Mungkin karena masih kenyang." jawab Raya pura pura tida terjadi apapun. Siska mengerti dan memerintahkan dayangnya agar membawa semua makanan itu pergi.


"Mereka siapa?" Raya menuju box bayi panjang di samping ranjang.


"Mereka anak-anak ku. Siska memperlihatkan keenam anaknya pada Raya. Mereka sudah berumur setara dua tahun.


'Bukankah baru beberapa bulan lalu Siska melahirkan anak? kenapa sudah sebesar ini?' Raya pun bertanya dalam hati saja. Ternyata anak-anak Raya berlainan jenis. Yang tiga sangat mirip manusia, yang tiga lagi terlihat aneh, membuat Raya menjadi jijik tetapi tidak memperlihatkannya pada Siska.


Hari sudah sore menurut Siska, Raya tidak tahu waktu disana. Raya pun teringat jika dia tidak melakukan sholat subuh dan dhuhur. Raya pun pamit pada Siska untuk pergi ke kamar mandi. Ternyata disana hanya ada pemandian, bukan kamar mandi seperti yang dibayangkan raya.


'Ini seperti jaman kuno, mana ada kamar mandi.' Raya tersenyum pada dirinya sendiri. Raya langsung mengambil air wudhu, dia akan melaksanakan kewajibannya yang tertunda.


Saat kembali ke kamar ternyata Siska keluar entah kemana. Dayang di depan kamar hanya memberitahunya jika permaisuri keluar dari kamar. Raya tidak menghiraukannya, dia langsung masuk ke kamar dan mencari kain panjang untuk digunakannya sebagai mukena.


Di dalam kamar hanya ada keenam pangeran kecil yang terlelap. Raya segera melaksanakan kewajibannya dengan menggelar kain lebar lainnya. Karena tidak tahu arah, Raya hanya asal saja menghadap kiblat.


Saat Raya melakukan Sholat, pangeran kecil pun mengerang. Mereka menangis sekencang-kencangnya,. Raya ingin konsentrasi jadi tidak begitu menghiraukan tangisan para pangeran kecil. Toh diluar banyak dayang, pasti mereka juga mendengar tangisan anak-anak itu.


Siapa sangka hingga Raya selesai melaksanakan sholat, tangis para bayi berhenti dengan sendirinya. Ternyata tidak ada yang menolong mereka. Raya segera mengemasi peralatan sholatnya dan mengembalikannya ke dalam lemari. Raya pun menghampiri para bayi itu dan sungguh heran karena para bayi sedang tertidur pulas.

__ADS_1


"Lantas siapa tadi yang menangis?" Raya merasa ngeri melihat kejadian ini.


Tak lama kemudian Siska masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa hingga nafasnya masih ngos-ngosan.


"Kamu kenapa?" tanya Raya melihat Siska yang panik.


"Apa kamu merasakan sesuatu? barusan itu ada gempa bumi." Cerita Siska masih dengan nafas tersengal-sengal.


"Aku tida merasakan gempa bumi. Hanya saja tadi anak-anak kamu menangis dan tidak ada yang menolong. Begitu aku dekati, mereka langsung tertidur lagi." Raya tidak menceritakan apa yang sudah dia lakukan barusan.


Tak disangka raja iblis juga datang ingin memastikan keselamatan anak-anaknya. Namun begitu melihat Raya yang sudah berganti pakaian permaisuri, membuat sang raja iblis menjadi semakin terpukau.


"Ternyata dia memang cantik!" gumam sang raja.


Melihat wajah merona sang raja yang memperhatikan Raya, membuat Siska terbakar rasa tidak suka tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan . Jika dia memperlihatkan kemarahannya, pasti raja tidak akan memaafkannya.


Raya terlalu cuek dengan sang raja yang terus memperhatikannya. Raya fokus dengan memperhatikan tingkah imut para bayi yang sedang tertidur.


"Kalian tidak apa apa?" tanya sang raja iblis mencairkan suasana kecanggungan.


"Kami baik baik saja yang mulia!" jawab Siska dengan sopan. sementara Raya hanya diam acuh tak acuh.


Di lain tempat...


Seorang laki-laki terlihat tertelungkup di atas s buat batu di tengah sungai. Ada seorang gadis yang sedang mencuci pakaian di pinggir sungai. Dia sangat terkejut melihat ada orang tergeletak di atas batu tersebut.


"Toloooonggg.....Ada setan!"

__ADS_1


__ADS_2