
Raya semakin gelisah. Kini dia berada di hutan belantara. Sendirian...
Tak ada siapapun di sana. Tempat yang asing bagi Raya karena dia sama sekali tidak mengenal tempat tersebut. Raya hanya diam sambil melihat ke sekelilingnya. Suasana sangat gelap, pandangan Raya pun tak begitu jauh.
"Aku dimana ini?"
Raya jongkok di tempatnya dan menenggelamkan kepalanya di sela kedua kakinya. Raya pun menangis. Raya teringat saat dia terjebak dalam situasi seperti saat ini. Hanya Allah SWT yang bisa membantunya.
Raya membaca doa sebisanya.
πππ
Sementara itu..
Papa Sigit dan mama Rossy semakin cemas. Mereka sudah menunggu Raya selama satu jam, tapi Raya tak kunjung pulang. Karena khawatir papa Sigit sampai berulang kali menelpon Raya tapi tak ada jawaban. Papa Sigit pun menghubungi Lily dan Manda.
"Iya Om..tadi Raya mengantar saya ke rumah Lily, tapi segera pergi karena mendapat telepon dari Om yang mengabarkan Tante masuk rumah sakit." Jawab Manda yang mengangkat telepon milik Lily karena ponselnya habis baterai.
"Tapi sampai sekarang Raya belum sampai.." kata papa Sigit masih cemas.
"Coba saya tanyakan teman teman yang lain dulu, mungkin mereka bertemu Raya. " ucap Manda kemudian.
"Terimakasih Manda.."
"Sama sama Om.."
Manda dan Lily ikut cemas mendengar kabar hilangnya Raya. Mereka pun menelpon Raya tapi tidak ada jawaban. Siapa lagi yang bisa dihubungi untuk mencari keberadaan Raya sementara sahabat Raya adalah mereka berdua.
"Apa kita keluar saja untuk mencari Raya?" usul Manda yang merasa bersalah karena tadi menolak ajakan Raya pergi ke rumah sakit.
"Sekarang sudah larut. Kamu yakin mau keluar?" Meskipun cemas, Lily juga khawatir dengan keselamatan mereka berdua.
"Tapi Raya sendirian di luar sana ly.." Manda pun meyakinkan Lily.
Setelah pamitan pada mama Lily dengan alasan menginap di rumah Manda yang dekat dengan sekolah karena besok pagi harus berangkat lebih awal, mereka pun akhirnya memesan taksi.
__ADS_1
Manda yang masih ingat rumah sakit yang di tuju Raya langsung meminta sopir taksi mengantar mereka kesana.
"Kamu yakin itu rumah sakitnya?" tanya Lily.p
"Tadi Raya bilang seperti itu" Jawab Manda.
Tak butuh waktu lama mereka tiba di depan rumah sakit tersebut. Manda dan Lily memperhatikan rumah sakit yang ada di depan mereka dengan heran.
"Pak apa benar ini rumah sakit yang kami maksud?" tanya Manda pada sopir taksi tanpa menoleh, namun tidak mendapat jawaban.
"Rumah sakit ini sepertinya sudah lama tidak berfungsi." ucap Lily masih memperhatikan rumah sakit dari dalam taksi.
"Pak..apa benar ini rumah sakitnya?" tanya Manda sekali lagi. Manda pun geram karena tidak mendapat jawaban lagi.
"Pak..."
Manda sangat terkejut karena sopir taksi sudah tidak ada di tempat duduknya. Manda mencolek Lily tanpa bersuara karena mulutnya terasa berat untuk di buka. Lily mengabaikan colekan Manda karena masih fokus memperhatikan rumah sakit tersebut. Manda kembali menarik baju Lily.
"Kenapa sih?" akhirnya Lily menoleh karena merasa risih. Manda pun menunjuk ke tempat kemudi.
"Kemana pak sopir?" tanya Lily masih belum peka.
Lily dan Manda saling pandang dalam diam.Tubuh mereka kaku tak bisa digerakkan. Namun tiba tiba..
"Kabur....."
Manda dan Lily panik. Mereka segera membuka pintu taksi dengan sekuat tenaga. Namun mereka sangat lemah sehingga tak bisa membuka pintu tersebut. Manda pun menarik nafas dalam-dalam. Dia sadar jika panik, semua akan dia sia dan hanya menguras tenaga yang tiba-tiba lemas itu.
Cklik...
Manda berhasil membuka pintu dan segera keluar diikuti Lily di belakangnya. Mereka segera mencari tempat aman di trotoar. Lily dan Manda kembali menarik nafasnya dalam-dalam. Mereka berdua saling memperhatikan rumah sakit dan taksi yang tadi dinaikinya. Mereka masih penasaran kemana perginya sopir taksi tadi?
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Lily pada Manda.
"Entahlah!" Manda merebahkan tubuhnya di trotoar tersebut. Dia merasa tenaganya terkuras habis karena panik.
__ADS_1
"Manda lihat..Bukankah itu mobil Raya?" Lily pun menunjuk sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan tak jauh dari tempat mereka saat ini. Dan mobil itu persis dengan punya Raya. Manda segera bangkit setelah yakin jika itu adalah mobil Raya. Lily dan Manda segera mendekati mobil tersebut.
Lily dan Manda mendekatkan kepala mereka ke kaca mobil dan melihat ke dalamnya. Ternyata tas Raya masih ada di sana. Lily mencoba membuka pintu mobil yang terkunci itu, sementara Manda menghubungi ponsel Raya.
Suara dering ponsel terdengar dari dalam mobil. Manda masih menghubungi ponsel Raya yang terdengar dari dalam tas. Setelah yakin jika itu mobil milik Raya yang tidak ada penghuninya. Entah Raya pergi ke mana?
Manda segera menghubungi papa Sigit dan menceritakan keberadaan mobil Raya.
Papa Sigit menjadi resah dan meminta Manda tetap di sana karena papa Sigit segera meluncur ke tempat yang sudah diberitahu Manda.
πππ
Sementara itu..
Raya terus memanjatkan doa memohon perlindungan dari Allah SWT. Raya yakin hanya berpasrah kepada Nya, dia pasti akan selamat.
"Raya..apa yang kamu lakukan di sini?" Suara yang tidak asing baginya, tapi Raya tidak mau terlena. Dia yakin ini hanya sebuah ilusi.
"Raya.." suara itu kembali memanggilnya. Dengan sedikit khawatir Raya memberanikan diri mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sumber suara.
"Bang Ali.." Raya segera bangkit dan langsung memeluk Ali yang ada di hadapannya. Ali pun terkejut dibuatnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini? bagaimana kamu bisa ada di sini?" Ali pun heran melihat Raya sendirian di tengah malam seperti ini.
Raya melepaskan pelukannya dan melihat ke sekeliling lagi. Tempat yang sudah berbeda dengan yang tadi. Kini Raya sudah mengenali tempatnya kini berada. Namun dia sangat heran. Bagaimana dia bisa sampai di sini?
"Ayo ke rumahku" Ali langsung menggandeng tangan Raya yang sepertinya heran dengan keadaan sekitar. Raya tak bertanya, dia mengikuti ajakan Ali.
Sesampainya di rumah Ali. Raya langsung duduk di ruang tamu. Ali memberikan segelas air dan Raya langsung meneguknya karena memang sangat haus.
"Apa yang terjadi padamu? bagaimana kamu bisa ada di sini? tengah malam seperti ini?" Ali sangat senang bisa bertemu lagi dengan Raya. Namun dia juga heran karena Raya datang di tengah malam dan di hutan tak jauh dari rumah Ali.
Raya pun menceritakan kejadian yang dialaminya beberapa waktu lalu. Raya sendiri juga heran bagaimana dia bisa berada di tempat ini lagi. Ali pun memahami meskipun dia tidak mengerti kenapa Raya bisa sampai ke tempat ini.
"Sudah malam, sebaiknya kamu istirahat. Kamu sudah menghubungi orang tua mu?"
__ADS_1
"Ponsel ku tertinggal di mobil bang. Aku tidak membawa apapun.." Raya hanya menunjukkan kunci mobil yang ada di dalam sakunya.
"Ya sudah istirahatlah di kamarku. Aku akan tidur di kamar lain." Raya mengangguk dan masuk ke dalam kamar yang ditunjuk Ali. Raya segera mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah itu sambil berpikir apa yang akan dilakukannya esok.