Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 48(sosok misterius)


__ADS_3

Raya dan Lily segera ke rumah Tyo. Setelah pertemuannya di pinggir jalan tadi, Raya penasaran dengan sikap mama Tyo yang seolah-olah menganggapnya sebagai orang jahat. Meskipun sedikit takut, Raya mencoba untuk menguatkan hatinya lagi. Dia siap menerima hujatan mama Tyo, yang penting kesalahpahaman diantara mereka cepat terselesaikan.


"Lily.. apa menurutmu mama Tyo tidak menerima kedatangan kita lagi?" tanya Raya khawatir.


"Kita coba dulu Ray, mungkin mamanya Tyo sudah tidak emosi seperti tadi!" Lily berusaha menenangkan Raya. Dia juga tidak habis pikir dengan sikap mama Tyo yang selalu memojokkan Raya.


Tak lama kemudian, Raya sudah tiba di rumah Tyo. Dia segera memarkirkan mobilnya di halaman karena pintu gerbang tidak ditutup. Seorang satpam langsung menghampiri mobil Raya yang terparkir.


"Maaf..anda berdua ingin bertemu siapa?"


"Kami teman sekolah Tyo. Kami hanya ingin menjenguknya karena Tyo sudah lama tidak masuk sekolah. Apa Tyo ada di rumah?" Lily mencoba memastikan jika pak satpam tidak menghalanginya untuk bertemu pemilik rumah.


Pak satpam pun mengantar Raya dan Lily menuju pintu utama dan mengetuknya. Seorang wanita paruh baya membukakan pintu dan mempersilakan mereka berdua masuk.


"Silakan nona..Saya panggilkan nyonya dahulu"


Raya dan Lily hanya saling pandang heran. Ternyata wanita paruh baya tersebut tak lebih hanya seorang asisten rumah tangga.


Raya pun berpikir, selama ini Tyo yang dia kenal adalah sosok lelaki sederhana. Tak disangka ternyata Tyo adalah anak orang tajir.


Raya dan Lily duduk di sofa empuk ruang tamu. Saking empuknya membuat mereka nyaman duduk di atasnya.


Tak lama kemudian si ART datang bersama nyonya rumah mereka. Nyonya rumah sangat terkejut melihat kedatangan Raya dan Lily. Sementara Itu, Raya dan Lily hanya diam menunduk.


"Kalian??" sapa mama Tyo saking terkejutnya.


"Selamat siang Tante..Kami datang ke sini ingin menjenguk Tyo, apa boleh?"tanya Lily dengan sopan nya. Mama Tyo memperhatikan tingkah laku Raya yang dari tadi diam saja.


"Untuk apa lagi bertemu putraku? Kalian bukan temannya lagi!"


"Kenapa Tyo tidak sekolah lagi Tante?" Lily masih ingin penjelasan yang kongkrit dari mamanya Tyo.


"Mulai sekarang Tyo akan 'home schooling' dan tidak belajar di sekolah. Jadi kalian jangan berharap bisa bermain dengannya lagi!"


"Kenapa Tyo tidak mengenali kami Tante?" Lily semakin emosi. Meskipun semua pertanyaannya sudah dijawab oleh mama Tyo, Lily tetap tidak puas.

__ADS_1


"Kamu terlalu banyak tanya!"


"Satpam! bawa mereka keluar dan jangan biarkan mereka berdua kembali ke sini!" Mama Tyo langsung kembali ke dalam meninggalkan Raya dan Lily yang masih bengong di ruang tamu.


"Mari non!" pak satpam membuyarkan lamunan Raya dan Lily. Mereka akhirnya kembali pulang ke rumah tanpa bertemu dengan Tyo.


πŸ’πŸ’πŸ’


Sesampainya di rumah..


Raya langsung berganti pakaian dan rebahan di kasur empuknya. Rumah sepi karena papanya masih di kantor. Raya pun membuka ponselnya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan juga chat masuk. Dia sangat terkejut begitu membaca pesan yang dikirim Ilham, namun mengatasnamakan Manda.


"Ni cowok salah kirim atau gimana? tapi aku kan tidak pernah memberinya nomor telpon ku!" batin Raya.


Raya membaca semua pesan yang ada, namun tak ada yang membuatnya tertarik untuk membalasnya. Raya hanya penasaran dengan pesan yang dikirim Ilham.


Raya mencoba mengirim pesan pada Manda karena semua pesan yang ditulisnya tidak mendapatkan balasan dari Manda sama sekali. Dan lagi-lagi Manda tak kunjung membalasnya, bahkan belum terbaca.


"Kemana Manda? apa benar saudaranya ada yang meninggal? tapi apa susahnya membuka HP sebentar saja?"


Raya masih memainkan ponselnya sambil berandai-andai apa yang dilakukan Manda saat ini.


Sosok bayangan hitam terlihat jelas di balik tirai jendela kamarnya. Dengan segera Raya berdiri dan menghampiri bayangan tersebut. Namun bayangan itu pun langsung menghilang.


"Siang siang begini? mencurigakan!" pikir Raya.


Raya celingukan mencari sosok misterius tersebut, namun nihil tak ada siapapun di sana kecuali dirinya. Raya mengedarkan pandangannya ke halaman rumahnya, sangat sepi tak ada siapapun yang terlihat.


"Non Raya ngapain?" Raya terkejut karena bik Asih tiba tiba muncul dari samping jendela.


"Bik Asih..bikin kaget saja!"


"Abisnya non Raya melamun sih.."


Raya segera kembali ke ranjangnya, sedangkan bik Asih melanjutkan pekerjaannya yang ternyata sedang menyapu halaman.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Hingga sore menjelang..


Raya sedang belajar di kamarnya sambil mendengarkan radio. Samar samar Raya melihat bayangan itu muncul lagi di luar jendela yang tirai nya tertutup. Raya segera berlari menuju jendela untuk memastikan jika bayangan itu masih ada di sana.


Raya segera mengintip dengan membuka sedikit tirai nya. Raya melihat sosok yang seperti nya dia kenal. Sosok lelaki muda sedang mengais sesuatu di tanah.


Raya memperhatikannya dengan seksama.


"Siapa lelaki itu sebenarnya? apa yang dia lakukan di sana?" batin Raya.


Masih memperhatikan lelaki yang berdiri tak jauh dari jendela kamar Raya, tiba tiba Raya dibuat terkejut karena melihat bik Asih berjalan menuju lelaki tadi. Tampak bik Asih ngobrol serius dengan lelaki tersebut. Namun seperti yang dilihat Raya, lelaki itu hanya manggut-manggut dan geleng-geleng kepala.


Tak berapa lama, bik Asih terlihat meninggalkan lelaki itu setelah memberi sesuatu padanya. Lelaki itu langsung melihat ke arah jendela kamar Raya. Saking terkejutnya, Raya langsung menutup kembali tirai jendela kamarnya. Jantungnya berdegup kencang hingga nafasnya memburu.


Masih memegang dada nya, Raya kembali mengintip kedua orang tersebut. Namun Raya kehilangan sosok misterius tersebut.


" Kemana mereka?" gumam Raya.


Raya kembali ke ranjangnya dan menutup laptopnya. Segera dia keluar dari kamar untuk mencari bik Asih. Sepertinya bik Asih memang menyembunyikan sesuatu dari keluarga ini.


Raya langsung menuju kamar bik Asih. Namun saat masih di luar kamar, Raya mendengar bik Asih sedang ngobrol dengan seorang pria.


"Pria??"


Raya langsung mengetuk pintu kamar bik Asih dengan kerasnya. Namun suara lelaki yang didengarnya tiba-tiba menghilang. Bik Asih pun membuka pintu dan terlihat seperti menyembunyikan sesuatu yang mungkin saja sudah di dengar oleh Raya.


"Nona.."


" Bik Asih bicara sama siapa?" Raya celingukan ke dalam kamar bik Asih, tapi tidak melihat orang lain di dalamnya.


"Tidak ada non.." jawab Bik Asih membuat Raya semakin penasaran.


Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Raya pun pamit untuk kembali ke kamarnya. Raya masih penasaran dengan sosok yang diajak ngobrol bik Asih. Karena tidak mempunyai bukti, Raya tidak bisa asal menuduh begitu saja.

__ADS_1


Karena rasa penasarannya, malam ini akhirnya Raya tidak bisa tidur.


"Siapa sebenarnya sosok misterius itu? kenapa bik Asih menyembunyikannya dan tidak mau mengakui keberadaannya? sepertinya sosok itu sangat dekat dengan bik Asih!" pikir Raya.


__ADS_2