
"Awas kalian semuanya..Tunggu pembalasan dariku!!" pangeran kedua tiba-tiba menghilang dan suasana menjadi sunyi setelah kyai Arifin mengakhiri doanya diikuti oleh yang lainnya.
"Alhamdulillah.." semua orang mengucap syukur karena sudah terhindar dari marabahaya.
"Sepertinya kalian belum beruntung pindah rumah sampai sini." ucap kyai Arifin pada keluarga papa Sigit.
"Lantas bagaimana kyai..Apakah kami harus pindah rumah lagi?" papa Sigit sungguh tidak menyangka jika kepindahannya ternyata masih ketahuan oleh iblis yang menginginkan putrinya.
"Kalau hari ini juga pindahnya, mungkin masih bisa!" jawab kyai Arifin membuat papa Sigit hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Saat itu pula kyai Arifin dan ketiga adiknya langsung membuat pagar gaib untuk melindungi rumah baru keluarga papa Sigit. Begitu juga melakukan ruqyah pada papa Sigit dan semua anggota keluarganya termasuk bik Ijah dan pak Harun.
"Apa kita akan dibawa kembali ke kerajaan iblis, Ray?" bisik Siska yang semakin khawatir setelah tahu cerita tentang kerajaan iblis dari Lily yang keceplosan ngomong saat masih di rumah yang lama. Dan akhirnya Raya menceritakan pada Siska apa yang sudah dialaminya di kerajaan iblis. Kini Siska merasa tidak tenang meskipun dia tidak mengingatnya sama sekali.
🪦🪦🪦
Sementara itu di kerajaan iblis, pangeran kedua menghampiri sang raja di kamarnya dalam keadaan terluka. Raja iblis sangat terkejut melihat adiknya yang terluka parah dan segera memanggil tabib istana. Setelah disembuhkan oleh tabib, pangeran kedua menceritakan apa yang terjadi di dunia manusia yang sudah didatanginya tanpa sang raja.
"Jadi mereka sudah pindah rumah dan permaisuri juga ada disana? pantas saja aku mencarinya disini tidak menemukannya!" sang raja iblis mulai geram menyadari kepergian permaisurinya ke dunia manusia kembali.
__ADS_1
"Sepertinya permaisuri juga tidak bisa melihatku lagi!" ucap pangeran kedua lagi.
"Istirahatlah..Begitu sembuh antar aku ke tempat mereka. Aku harus membawa permaisuri kembali kesini." ucap sang raja lagi.
"Kakak....suamiku sudah beberapa hari ini tidak kembali ke kamar. Aku sudah meminta pada pengawal untuk mencarinya, tapi ada yang bilang pernah melihat suamiku masuk ke dalam hutan terlarang bersama istri jendral. Apa mereka berselingkuh?" tiba-tiba saja putri keempat mengagetkan kedua kakaknya yang baru saja akan menenangkan pikiran.
"Ada apalagi ini?" sang raja hanya bisa memijit pelipisnya yang tidak sakit. Sedangkan pangeran kedua tidak banyak bicara karena masih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Kakak...." putri keempat langsung menangis di hadapan kedua kakaknya.
"Kembalilah ke kamar dulu, nanti aku yang akan mencari suamimu. Sepertinya mereka sudah mendapatkan kembali ingatannya sehingga punya pemikiran untuk kembali ke dunianya." lirih sang raja.
🪦🪦🪦
Sudah satu bulan waktu di dunia manusia dan tidak ada pergerakan dari raja iblis, akhirnya sesuai dengan kesepakatan semua keluarga, papa Sigit pindah rumah lagi di sebuah apartemen yang masih menjadi milik dokter Reno. Dokter Reno memiliki apartemen mewah di tengah kota tetapi tidak di tempatinya dan memilih tetap tinggal di rumah minimalis yang dekat dengan tempatnya dinas.
Karena sudah lama kosong, dokter Reno menyarankan agar papa Sigit dan keluarga tinggal disana apalagi lokasinya juga tidak terlalu jauh dari sekolah baru Raya. Sedangkan papa Sigit ke kantor nya bisa diantar oleh pak Harun.
Papa Sigit sudah menceritakan kepindahannya kepada kyai Arifin dan berharap Kyai Arifin dapat memberi perlindungan pada tempat tinggal baru papa Sigit dan keluarganya. Namun saat itu kyai Arifin belum bisa membantu karena sedang melaksanakan ibadah umroh bersama ibu Hajjah dan ketiga adiknya. Sedangkan Ilham tetap tinggal di kosan.
__ADS_1
Ali yang awalnya memilih untuk tinggal di kampung halamannya kini sudah bersedia untuk tinggal di kota yakni tinggal bersama keluarga papa Sigit. Papa Sigit sangat senang karena Ali juga bisa menemani beliau menjaga keluarganya yang kini sangat ramai. Ali terpaksa mengikuti sistem kejar paket agar pendidikannya tidak terbengkalai. Sedangkan Siska juga sudah mulai ingin sekolah lagi, jadi papa Sigit mendaftarkannya di sekolah baru Raya dan Lily, tetapi harus mengulang kembali dari awal.
Dunia seakan sudah berubah. Keluarga Papa Sigit sudah mulai lega bisa menjadi keluarga bahagia setelah semua kejadian buruk yang menimpanya. Mereka hanya bisa berharap jika tidak akan berhubungan lagi dengan dunia lain seperti sebelumnya.
Namun siapa sangka harapan tinggal harapan. Meskipun sudah setiap hari berpasrah diri kepada sang Ilahi, nasib buruk masih belum bisa dihindarkan.
Setelah melakukan pertapaan tertutup selama beberapa hari dan kondisi pangeran kedua yang sudah sembuh, akhirnya raja iblis dan pangeran kedua langsung menuju dunia manusia untuk membawa kembali orang orang yang sudah pernah menjadi bawahannya. Pangeran kedua langsung mengantar sang raja iblis menuju tempat tinggal baru Raya.
Namun sesampainya disana, mereka tidak menemukan siapapun. Tidak ada tanda-tanda seseorang yang menempati rumah tersebut.
"Apa mereka pindah rumah lagi?" sang raja iblis menjadi murka karena merasa usahanya sia sia.
"Maafkan hamba yang mulia,pada saat itu mereka baru saja pindah kesini. Mungkin karena saat itu hamba sudah tahu mereka disini,jadi mereka pindah lagi untuk menghindari kita." ucap pangeran kedua menyesal.
Pada saat yang bersamaan ada beberapa orang yang melihat rumah tersebut, sepertinya ingin membeli rumah itu. Dengan itu sang raja iblis dan adiknya benar benar yakin jika Raya dan keluarga sudah pindah.
"Ya sudah..Nanti kita cari mereka lagi. Sekarang sebaiknya kita buat perhitungan dengan pangeran keempat. Bisa bisanya dia berkhianat. Bukankah dia sudah berjanji akan tetap tinggal di kerajaan dan menjadi pendamping adik keempat?" raja iblis pun mengajak pangeran kedua menuju tempat tinggal paman Agus sebelumnya. Sang raja sangat yakin hanya tempat itu yang akan dituju oleh paman Agus.
Raja iblis dan adiknya langsung menghilang dan muncul di apartemen paman Agus. Namun semua apa sangka senyuman tipis langsung menghiasi bibirnya begitu juga dengan pangeran kedua.
__ADS_1
"Ternyata dunia ini memang sempit, belum juga kita cari, malah bisa berjumpa disini." ucap sang raja yang masih belum beranjak dari tempatnya berdiri. Pangeran kedua juga setuju dengan pendapat kakaknya. Kini mereka tetap diam mengawasi tiga wanita yang sedang tertawa di sebuah taman yang ada di depan apartemen.