
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" paman Agus ingin tau tindakan kakaknya selanjutnya. Dia sudah tidak punya ide sama sekali. Mungkin berkompromi dengan kakaknya bisa memperlancar usahanya.
Paman Agus juga menceritakan perihal Lily yang sudah menjadi istri pangeran kedua dan sudah berhasil kembali ke dunia manusia. Ternyata paman Bayu tidak mengetahuinya.
" Memangnya apa yang dilakukan anak itu?" paman Bayu pun penasaran.
"Sejak anak itu tinggal disini, ada gempa bumi yang mengguncang istana. Dan setelah anak itu kembali ke dunia manusia gempa itu sudah tidak terjadi lagi sampai sekarang. Kata istriku sejak dia kecil baru kemarin itu merasakan gempa bumi. Apa ini ada kaitannya dengan anak itu?" paman Agus mulai menganalisa. Memang kedatangan Lily sangat bertepatan dengan gempa yang terjadi dan sekarang semua kembali seperti sediakala.
"Maksudnya anak itu yang menyebabkan gempa?" paman Bayu sedikit tidak percaya.
"Entahlah!" paman Agus juga kurang yakin.
Mumpung paman Agus ada di sana, paman Bayu pun menyusun rencana. Bagaimana caranya mereka bisa kembali ke hutan dan menyeberangi gerbang pembatas dunia mereka. Mungkin jika ada paman Agus maka paman Bayu akan semakin yakin. Paman Agus pun setuju. Mereka mencari hari yang tepat untuk kembali ke dalam hutan terlarang.
"Bagaimana dengan mereka?" tunjuk paman Agus ada dua wanita yang masih bersitegang itu.
"Mau bagaimana lagi.. Untuk menghindari kecurigaan , kita harus membawa mereka bersama. Lagipula istriku bisa berkomunikasi dengan binatang buas yang ada di hutan terlarang." jelas Pama Bayu.
"Baiklah..Kita bisa beralasan jalan jalan dan tersesat seperti kalian kemarin." paman Agus setuju lagi dengan ucapan kakaknya.
"Bagaimana dengan istrimu?" paman Bayu kembali ragu dengan putri keempat karena dilihatnya dari tadi putri keempat terus saja menyalahkan putri ketiga.
__ADS_1
"Sebenarnya istriku sudah penasaran dengan dunia manusia, hanya saja dia bilang kalau ingin kembali ke dunia manusia harus mempunyai kekuatan seperti yang dimiliki oleh raja. Namun istriku pernah tanya kakaknya, dan raja bilang istriku tidak punya kekuatan untuk bisa pergi kesana." jelas paman Agus.
"Bagaimana dengan Siska?" tanya paman Bayu.
"Nanti aku bicarakan dengannya lagi. Bagaimanapun Siska adalah keponakan kita. Kita yang sudah menjerumuskannya ke sini." jawab paman Agus.
Setelah sepakat menunggu hari yang baik untuk kembali ke dunia manusia, paman Agus pamitan untuk kembali ke kamarnya. Putri keempat dan putri ketiga masih bersitegang tapi paman Agus segera mengajak istrinya kembali ke kamarnya. Sedangkan paman Bayu meyakinkan istrinya yang masih terlihat tegang.
Paman Bayu pun berhasil meredam amarah istrinya dan kembali meyakinkan nya jika ternyata putri ketiga sebenarnya juga ingin pergi ke dunia manusia. Hanya saja tidak tahu caranya. Paman Bayu juga menjelaskan jika dia dan adiknya punya rencana membawa putri ketiga dan keempat pergi bersama ke dunia manusia.
"Bukankan akan lebih menarik jika kita bisa pergi bersama?" bujuk paman Bayu pada istrinya. Sejenak putri keempat berpikir dan sangat senang karena suaminya masih ingin menunjukkan dunia manusia kepadanya.
"Kita cari hari baiknya. Aku khawatir jika Baginda raja mengetahuinya, pasti kita tidak diijinkan pergi lagi." paman Bayu pun memasang tampang sedih.
"Jangan khawatir suamiku, kita bisa mencari waktu saat kakak sibuk. Dengan begitu dia tidak akan peduli dengan kepergian kita." ucap putri ketiga meyakinkan suaminya. Paman Bayu tersenyum dan memeluk istrinya.
Di kamar lain, paman Agus juga sedang membujuk istrinya agar tidak lagi marah pada putri ketiga. Dan juga menyampaikan rencana paman Bayu yang ingin pergi ke dunia manusia dengan mereka berdua. Putri ketiga akhirnya bisa meredam amarahnya dan sangat senang karena merasa keinginannya untuk pergi ke dunia manusia sudah menemukan caranya.
Sementara itu Siska yang sudah bangun dari tidurnya menjadi canggung karena raja dan ibu suri sudah ada di sana menunggunya bangun. Ibu suri sangat bahagia dan langsung memeluk menantunya.
Ibu suri pun memerintahkan Baginda raja agar memerintah anak buahnya menyiapkan pesta kehamilan permaisuri yang kedua. Baginda raja tentu saja langsung semangat dan segera memerintahkan dayang dan pengawal untuk mempersiapkan semuanya. Siska hanya diam saja tidak berkomentar. Memangnya apa yang bisa dia lakukan kecuali pasrah.
__ADS_1
Berita kehamilan permaisuri langsung menyebar di seluruh penjuru kota. Undangan untuk pejabat penting juga sudah tersebar dan semua sangat bahagia menyambut pangeran barunya.
Paman Agus dan paman Bayu sangat terkejut mendengar kehamilan Siska. Mereka tidak menyangka jika Siska mau hamil lagi. Namun berita kehamilan permaisuri justru lebih membuat putri ketiga bahagia.
"Ini kesempatan kita..Kakak raja pasti sibuk dengan pesta untuk permaisuri. Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi ke dunia manusia. Aku yakin kakak tidak akan menghiraukan kita." ucap putri ketiga sangat yakin.
Paman Bayu mulai berpikir. Benar juga yang dikatakan istrinya , ini adalah kesempatan baik untuk mereka pergi. Namun setelah dibicarakan dengan paman Agus, paman Agus justru tidak setuju. Bagaimana bisa dia meninggalkan Siska.
"Kita kan tidak kesana selamanya. Kakak permaisuri sedang hamil, pasti kakak raja tidak akan membiarkannya jalan jalan. Lain kali kita bisa membawa kakak permaisuri jika ke dunia manusia lagi." ucap putri ketiga dan disetujui putri keempat.
Paman Bayu mengiyakan ucapan istrinya dan meyakinkan paman Agus jika mereka masih bisa kembali dan membawa Siska suatu hari nanti. Yang penting sekarang mereka tahu jalan kembali ke dunia manusia. Meskipun paman Agus kurang setuju tapi dia mengikuti anjuran kakaknya.
Disaat semua sibuk dengan pesta, paman Agus, paman Bayu dan istri masing-masing langsung menyelinap ke hutan belantara di belakang istana. Dan benar saja, mereka bisa sampai gerbang perbatasan dunia dengan aman karena sudah hafal dengan jalan sebelumnya.
Saat sampai di hutan dunia manusia yang saat itu paman Bayu tidak bisa menemukan jalan keluar, ternyata berbeda dengan paman Agus. Dengan mudahnya paman Agus menemukan jalan raya di pinggir hutan. Paman Bayu dan putri ketiga merasa heran karena dengan mudahnya mereka bisa keluar dari hutan.
Tidak menunggu waktu lama mereka memberhentikan taksi yang kebetulan lewat. Ternyata hari gelap, jadi aman untuk kedua putri kerajaan iblis. Mereka pun meminta sopir taksi menuju apartemen Bayu dan Agus yang ada di tengah kota. Ternyata sopir taksi tidak bisa melihat kedua putri itu. Menurutnya hanya paman Agus dan pama Bayu yang sedang menaiki taksinya.
Di perjalanan, kedua putri sangat heboh melihat pemandangan kota yang gemerlapan. Di tempat tinggalnya jika gelap sangatlah pekat karena hanya ada cahaya buatan entah darimana asalnya dan itu hanya ada di dalam ruangan. Sedangkan di luar ruangan sangatlah gelap. Bahkan lebih terang hutan belantara yg asih diterangi sinar rembulan.
Ternyata lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya satu jam saja mereka sudah sampai di depan apartemen mewah itu. Karena paman Bayu dan adiknya tidak memiliki uang, mereka meminta sopir taksi menunggu dan bergegas ke kamarnya untuk mengambil uang yang sudah mereka simpan sebelumnya.
__ADS_1