
"Aku Ali..Ali yang sebenarnya!" Ali meyakinkan Raya bahwa dia adalah Ali yang sesungguhnya. Raya masih khawatir jika Ali yang di hadapannya adalah jelmaan Jin. Raya tidak ingin terbuai lagi.
Kejadian saat itu membuat Raya trauma. Dia merasa bersalah karena terbuai pada Ali sehingga membuatnya mudah sekali dibujuk dan tidak bisa membedakan mana yang asli manusia atau bukan. Kini Raya tidak mau terpengaruh lagi.
"Maafkan aku..Pergilah!" Raya tidak mau lagi terbujuk oleh rayuan jin laknat yang bisa menyerupai wujud manusia.
" Tapi aku benar-benar Ali Raya..Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ini tentang mama kamu!" Ali kembali meyakinkan Raya.
Mendengar nama mamanya, tentu saja Raya antusias. Karena sampai saat ini Raya masih belum tau keberadaan mamanya. Sejak kemarin Papa Sigit masih di rumah kyai Arifin, tentu saja beliau belum memberitahukan pada Raya di mana keberadaan mamanya.
"Katakan saja cepat! Di mana mamaku?" Raya masih acuh pada Ali . Dia tidak ingin sesuatu terjadi lagi dengannya jika dia mengobrol dengan Ali.
"Ayo ke sungai Raya, kita ngobrol di tempat yang tidak ada orang tau! Ku mohon jangan di sini!" pinta Ali.
Meskipun enggan, Raya ingat akan mamanya. Akhirnya Raya pun mengikuti Ali ke sungai, karena Ali ingin memberitahukan tentang keberadaan Mama Rossy.
Sesampainya di sungai...
Ali mengajak Raya ke goa yang dulu pernah didatanginya. Ali pun menceritakan apa yang dia ketahui tentang mama Rossy. Raya sangat terkejut mendengarnya.
"Maksud kamu apa bang? sebenarnya kamu tau apa tidak keberadaan mamaku?" Raya mulai bimbang dengan keterangan Ali.
"Memang seperti itu kenyataannya Ray..Semalam aku memang melihat paman Agus bersama seorang perempuan. Tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena keadaan yang sangat gelap. Aku baru tau pagi tadi saat memancing di sini. Orang orang membicarakan jika mama kamu tiba-tiba menghilang. Aku baru menduganya jika perempuan semalam itu adalah benar mama kamu. Namun saat aku mencarinya di rumah, aku tidak bisa menemukannya. Kedua pamanku pasti menyembunyikan mama kamu di rumah, tapi aku tidak bisa melihatnya." Jelas Ali Raya hanya diam mencoba berpikir.
"Bagaimana bang Ali bisa yakin jika perempuan itu adalah mamaku?" Raya mulai curiga dengan Ali. Dia khawatir jika Ali hanya disuruh pamannya untuk merayunya. Raya merasa target paman Ali sesungguhnya adalah dirinya.
"Aku harus melakukan ritual terlebih dahulu. Tapi aku tidak mungkin melakukannya di rumah, karena ada kedua pamanku. Mereka pasti mengawasiku!" kata Ali kemudian.
__ADS_1
"Apa yang bang Ali butuhkan?" Raya tau ini perbuatan musrik, tapi dia ingin sekali menemukan mamanya. Untuk saat ini mungkin Raya harus mempercayakan semua pada Ali.
Ali pun tersenyum. Dia yakin Raya akan membantunya. Ali tidak mungkin melakukan di goa, Karena ini adalah tempat terbuka yang bisa saja tanpa diduga ada seseorang yang memergoki mereka. Ali butuh tempat tenang tanpa gangguan.
Ali pun menyebutkan barang apa saja yang dibutuhkan pada Raya. Raya merasa semua kebutuhan Ali ada di dalam rumahnya.
"Bagaimana kalau di gudang rumah nenek saja? di sana sepi, pasti tak ada siapapun yang mengetahui!" usul Raya.
Ali tampak berpikir. Selama ini Ali tidak pernah membuka gudang milik nenek Sari yang ada di belakang rumahnya. Bagaimana keadaan gudang itu pun Ali tidak tahu. Ali menyetujui usulan Raya, mereka langsung pulang menuju gudang nenek Sari yang ada di belakang rumah.
"Kemana papa kamu?" Ali pun memastikan jika ritualnya nanti benar benar aman tanpa gangguan. Karena jika terganggu, maka Ali harus mengulangnya dari awal,begitu seterusnya.
"Entahlah! dari tadi aku tidak melihatnya!" Raya langsung saja membuka pintu gudang tersebut. Syukurlah tidak ada banyak barang di sana, jadi tidak perlu repot membersihkannya .
Ali meminta Raya mengambil segala keperluan yang sudah diberitahukannya tadi. Sedangkan dia sendiri membersihkan tempat yang akan digunakannya untuk ritual dari debu debu yang beterbangan. Tak lama Raya kembali dengan membawa semua permintaan Ali.
"Iya ..sudah lengkap!" Ali segeralah merapikan barang barang tersebut.
"Apa Manda dan Lily tidak curiga?" tanya Ali.
"Mereka ada di kamar, sepertinya tidak ada yang melihat." jawab Raya.
Ali pun melakukan ritual untuk mencari keberadaan Mama Rossy. Raya pun diminta Ali untuk keluar dan menutup pintunya. Tanpa banyak tanya,Raya segera keluar. Padahal dia sebenarnya ingin tahu apa yang dilakukan Ali di dalam sana.
Raya duduk di bale di samping pintu masuk rumah. Sambil mengamati keadaan sekitar dan juga gudang tempat Ali melakukan ritual.
Entah kenapa Raya merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya. Dingin sekali sampai bernafas pun Raya kesusahan. Hari masih terang, namun Raya merasakan kegelapan di sekelilingnya.
__ADS_1
Tiba-tiba..
Raya melihat sekelebat bayangan hitam memasuki gudang dari segala arah. Raya merasakan halusinasi di dalam pikirannya, namun sepertinya apa yang ada di hadapannya benar nyata adanya. Langit gelap masih menyelimuti suasana di sekitar gudang. Tak ada suara dari dalam sana . Apa yang terjadi pada Ali? Apakah dia baik-baik saja?
Raya semakin cemas. Ingin sekali dia masuk ke dalam rumah, tapi tubuhnya seakan terpatri, tak bisa lepas dari tempat duduknya. Raya tak berani berteriak.
Beberapa menit berlalu, Raya kembali menyaksikan bayangan hitam itu lagi. Kali ini mereka keluar dari dalam gudang. Seketika suasana kembali terang. Raya pun merasa lega..
Raya sudah bisa berdiri dari tempat duduknya, namun dia belum berani mendatangi gudang tempat Ali melakukan ritual.
"Apa yang harus aku lakukan?" Raya bergumam sendiri.
Dia pun mondar mandir di sana.
"Ray.. kamu ngapain di sini?" Manda datang mengejutkan Raya yang masih gelisah.
"Eh...gapapa! aku hanya cemas saja pada mama!" jawab Raya.
"Aku pikir kamu kemana? ternyata di sini. Ayo masuk! hari sudah hampir senja." Manda mengajak Raya masuk karena sebentar lagi mau Maghrib.
" Kamu duluan saja, sebentar lagi aku menyusul!" Raya mencari alasan agar bisa bertemu sebentar dengan Ali sebelum dia masuk rumah dan tentu saja tanpa sepengetahuan Manda.
"Ya sudah aku masuk dulu!" Manda pun meninggalkan Raya sendiri.
Sepertinya dari dalam gudang Ali sudah tau jika ada Manda bersama Raya. Oleh karena itu, dia menunggu sebentar untuk keluar. Setelah dirasa aman, Ali pun membuka pintu gudang. Raya segera menemui Ali.
"Bagaimana bang?" tanya Raya penasaran.
__ADS_1
"Aku sudah tau di mana mama kamu! Pantas saja aku tidak melihatnya , ternyata kedua pamanku menutupi penglihatan orang orang yang mendekatinya. Tapi kamu tidak usah khawatirkan, malam ini aku akan menyelamatkan mama kamu. Tapi aku butuh bantuan kamu!" Ali pun membisikkan sesuatu pada Raya. Raya mengangguk tanda setuju. Malam ini mereka berdua harus menyelesaikannya.