Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 107 (ketahuan)


__ADS_3

Malam semakin larut, Bayu dan istrinya belum juga keluar dari hutan.Lolongan serigala membuat bulu kuduk merinding.


"Di daerah mana ada hutan rimba seperti ini? mana ada lolongan serigala lagi." Bayu merasakan dingin di sekujur tubuhnya.


"Kita istirahat dulu." Bayu sungguh sangat lelah setelah berjalan jauh. Istrinya hanya mengikuti dan duduk di sebuah batu besar.


"Dimana tempat indah yang kamu katakan? kamu membohongiku ya? masih bagusan istana" putri ketiga menjadi curiga dengan suaminya.


"Ini di dalam hutan. Bukankah di tempatmu tadi juga ada hutan? memangnya bagus?" Bayu menyeringai membuat istrinya terdiam seketika.


Suasana dingin masih menyelimuti. Tiba-tiba sekelebat bayangan hilang dan muncul di hadapan mereka.


"Siapa?" putri ketiga menyadari adanya orang lain diantara mereka. Sedangkan Bayu malah terdiam, merasa sesuatu itu adalah seseorang yang dikenalnya.


"Apa yang kalian lakukan disini?" bayangan itu berubah wujud dan berdiri di hadapan Bayu dan istrinya. Bayu langsung ketakutan.


"Kakak.." putri ketiga pun merasa ketakutan karena keberadaannya diketahui sang raja. Apa yang harus dia lakukan?


"Katakan apa yang kalian lakukan disini?" raja iblis pun mendekati Bayu dan mencekiknya. Bayu tak bisa bergerak. Cengkraman sang raja hampir saja membuat nyawanya melayang.


"Lepaskan suamiku kakak. Kamu mau membuatku menjadi janda? Ini salahku! aku yang memintanya untuk menemaniku jalan jalan. Ternyata kami tersesat dan sekarang tidak tahu jala pulang." putri ketiga memasang muka sedih. Sang raja langsung melepaskan cengkraman nya. Bayu mengatur napasnya yang hampir putus.


"Ayo pulang!" raja memegang Bayu dan adiknya. Tiba-tiba saja mereka sudah di halaman istana. Bayu tak habis pikir seketika saja sudah kembali ke istana. Padahal dari tadi dia merasa sudah berjalan cukup jauh. Ternyata masih bisa ditemukan raja.


Raja langsung meninggalkan Bayu dan adiknya untuk kembali ke kamarnya. Raja segera merebahkan tubuhnya.Siska yang merasa aneh karena suami tidur di ranjangnya langsung saja menghampiri.


"Suamiku apakah kamu sedang tidak ada pekerjaan di istana?" Siska bertanya dengan hati hati takut menyinggung raja karena tidak biasanya siang hari sudah berada di kamarnya.

__ADS_1


"Apakah pamanmu mengatakan sesuatu padamu?" bukannya menjawab pertanyaan istrinya, sang raja justru balik bertanya.


"Maaf suamiku, setelah kita menikah aku sama sekali tidak bertemu dengan pamanku apalagi berbincang. Pernah sekali bertemu, itupun hanya dari jauh. Memangnya ada apa?" Siska menjadi khawatir, jangan jangan rencana melarikan diri dengan paman Agus sudah ketahuan sang raja.


"Tidak apa-apa! Aku ingin istirahat sebentar, jangan menggangguku!" sang raja langsung memejamkan matanya. Siska meminta para pengasuh membawa keenam anaknya pergi keluar agar tidak mengganggu istirahat sang raja.


"Siska dan pengasuh anaknya pergi ke taman tak jauh dari kamarnya. Taman itu juga tak jauh dari kamar paman Agus. Siska meminta dayang kepercayaannya untuk memberitahu pamannya jika dia ada di taman dan ingin bertemu.


Dayang segera pergi ke kamar paman Agus untuk menyampaikan pesan permaisuri. Paman Agus paham dan mengangguk. Karena di kamar sedang ada putri keempat, paman Agus mencari alasan agar tidak mencurigakan.


"Sayang.. Bagaimana kalau kita ke taman mencari udara segar, aku mulai jenuh di kamar terus." Daripada bingung mencari alasan untuk meninggalkan istrinya, lebih baik paman Agus mengajak istrinya sekalian. Dengan begitu jika ada yang melihat dan bertanya yang aneh aneh, paman Agus bisa memberikan jawaban yang masuk akal.


"Baiklah! Aku juga bosan berada di dalam kamar terus. Jika jalan jalan berdua pasti menyenangkan." Untungnya putri keempat tidak menolak dan bersedia ikut suaminya untuk pergi ke taman.


Paman Agus dan istrinya keluar kamar dan berjalan jalan di taman. Putri keempat yang melihat permaisuri dan keponakannya langsung merasa bahagia.


Memang itu yang diinginkan paman Agus. Mereka berdua langsung menuju tempat permaisuri berada. Siska pura pura acuh begitu juga dengan paman Agus.


Siska pun meminta ijin permaisuri untuk bermain dengan keponakannya. Tentu saja permaisuri mengijinkan dan meminta dayang dayangnya untuk menemani putri keempat dan anak-anaknya.


Saat ada kesempatan berdua, Siska langsung bertanya kepada paman Agus. Siska hanya ingin meyakinkan jika apa yang dipikirkan tidaklah benar.


"Paman, apakah rencana kita akan ketahuan? tadi tiba-tiba saja raja ingin tahu apakah kita pernah berbincang sesuatu."


"Benarkah? tapi itu tidak mungkin kecuali raja bisa membaca pikiran kita. Tapi kita harus tetap hati hati, jangan sampai kita belum menemukan jalan keluar tapi malah ketahuan."


Meskipun belum mempunyai titik terang tentang jalan kembali ke dunia manusia, Siska dan paman Agus menjadi khawatir. Saat memandang jauh ke depan, Siska melihat sang raja hendak menghampiri mereka. Siska segera berbaur dengan putri keempat dan anak anaknya. Sementara paman Agus duduk santai di bangku taman.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan disini?" sang raja langsung menyapa paman Agus. Paman Agus sangat terkejut melihat kedatangan raja. Pantas saja tadi Siska buru buru pergi tanpa memberitahunya.


"Maafkan saya yang tidak mengetahui kedatangan anda. Saya dan istri sedang jalan-jalan di taman. Tak disangka permaisuri juga ada disini. Putri keempat ingin menyapa para keponakan." Apalagi alasan yang cocok jika bukan melibatkan putri keempat.


Meskipun merasa aneh, sang raja tidak melanjutkan obrolan nya dengan paman Agus. Raja pun menemui Siska dan mengajaknya kembali ke kamar begitu juga dengan anak-anaknya.


"Kakak...Saya belum puas bermain dengan keponakan" putri keempat meminta raja agar mengijinkannya bermain dengan para pangeran sebentar lagi. Namun ditolak oleh sang raja.


"Mereka waktunya istirahat. Kamu atau siapapun tidak boleh mengganggu istirahat pangeran." tolak sang raja dengan tegas.


"Baiklah!" putri merasa sedih dan kembali ke suaminya.


"Lain kali kita bisa bermain lagi dengan pangeran." bujuk paman Agus agar istrinya tidak sedih lagi.


"Ayo kembali ke kamar.." paman Agus mengajak istrinya kembali ke kamarnya setelah kepergian raja dan permaisuri.


Sampai di kamar, sang raja langsung menginterogasi istrinya setelah meminta dayang pergi. Para pangeran juga sudah berada di ranjangnya masing-masing dan bersiap tidur.


"Jadi apa yang kalian bicarakan?" tanya raja menatap istrinya lekat. Siska tahu jika suaminya hanya menggertaknya dan ingin melihat apakah Siska merasa panik.


"Kami hanya saling menyapa saja. Tadi kebetulan paman Agus dan ipar sedang jalan-jalan di taman dan menyapa kami. Tak lama kemudian anda datang menghampiri." jawab Siska santai seolah tidak terjadi apapun. Ternyata sang raja mempercayai istrinya.


"Bagaimana dengan pamanmu yang satunya? kapan terakhir kali kalian bertemu?" tanya sang raja lagi.


"Maksudnya paman Bayu? saya justru tidak pernah bertemu dengannya sejak paman menikah. Dimana paman Bayu?" Siska justru balik bertanya dan merasa heran karena memang tidak pernah bertemu dengan pamannya yang satu itu.


"Pamanmu tersesat di hutan belakang istana dengan istrinya. Untung saja aku menemukan mereka dan membawanya kembali kesini."

__ADS_1


"Apa? tersesat?"


__ADS_2