Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 134 ( Berakhir Bahagia)


__ADS_3

"Alhamdulillah ya..akhirnya kita semua bisa kembali dengan selamat." ucap Lily penuh syukur.


"Syukurlah kalian bisa kembali bersama. Aku sudah khawatir membayangkannya" Manda yang penakut juga merasa senang bisa bertemu kembali dengan teman temannya.


"Kamu kenapa Ray?" tanya Ali yang duduk bersebelahan dengan Raya di dalam mobil papa Sigit.


"Tidak ada..Aku hanya memikirkan bagaimana nasib anak anaknya Siska?" Raya kembali memandang keluar jendela.


Sementara itu di dalam mobil kyai Arifin, semua anak anak Siska sudah heboh sendiri. Mereka sangat heran dengan pemandangan di sekitarnya tetapi sangat penasaran juga. Siska sangat kewalahan menjawab semua pertanyaan anak anaknya.


"Nak Siska.. Bagaimana jika anak anak ini ikut saya ke kampung halaman. Mereka bisa belajar agama dengan kami." kyai Arifin yang merasa simpati melihat Siska membawa banyak anak, ingin memberi solusi.


"Benar Siska, anak anak kamu bisa dididik di pondok dan kamu bisa melanjutkan sekolah atau mencari pekerjaan mungkin?" Ilham menyetujui solusi dari Abi nya untuk menangani anak-anak Siska.


Sebenarnya Siska juga bingung harus bagaimana merawat anak anaknya nanti. Apalagi dengan posisinya yang saat ini hanya menumpang di rumah Raya. Siska berpikir tidak mungkin akan merepotkan keluarga Raya dengan hadirnya anak anaknya. Apalagi saat ini mereka sedang aktif aktifnya. Setelah berpikir lama, Siska pun memutuskan untuk menyetujui saran dari kyai Arifin.


"Jika diijinkan, bolehkah saya juga tinggal di pondok? atau saya bisa bantu bantu Bu Hajjah di rumah. Saya tidak ingin pisah jauh dari anak anak saya." ucap Siska memberikan keputusan.


"Kamu tidak ingin melanjutkan sekolah lagi di kota?" tanya kyai Arifin.


"Pikiran saya sudah pada anak-anak. Sepertinya saya tidak bisa fokus juga kalau berhadapan dengan buku pelajaran lagi. Hehe..." jawab Siska meringis.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Raya, semua pun bergantian membersihkan diri. Mama Rossy dan Bu Hajjah Arifin sudah menyiapkan banyak makanan untuk keluarga besarnya. Karena sebelum sampai rumah tadi, papa Sigit sudah menelpon istrinya dan memberitahukan bahwa Raya dan yang lainnya selamat. Dan sekarang mereka ketambahan anak anak Siska yang jumlahnya enam anak itu. Namun saat tiba di rumah, anak anak itu sudah terlelap setelah beberapa waktu lamanya mereka heboh di dalam mobil.


Setelah semua beberes, Kyai Arifin pun menyampaikan semua yang sudah beliau bahas dengan Siska saat di mobil. Kyai Arifin meminta ijin untuk Siska agar diperbolehkan ikut bersama beliau di kampung halaman. Bu Hajjah yang ikut mendengar sangat setuju dengan usulan suaminya. Mendengar ucapan kyai Arifin, tentu saja papa Sigit langsung setuju. Karena hanya dengan begitu para anak-anak bisa mendapat pendidikan agama dengan baik.


Mendengar persetujuan dari papa Sigit, membuat Siska sangat senang. Dia pun tidak perlu pusing pusing lagi memikirkan masa depan anak anaknya lagi. Raya yang ikut mendengar merasa lega karena sudah ada solusi untuk Siska dan keenam anaknya.


Esok paginya, Kyai Arifin langsung pamit untuk pulang ke kampung halaman. Ilham yang sudah bolos beberapa Minggu juga mendapat surat peringatan dari sekolah . Kini dia harus lebih giat lagi mengejar pelajaran yang ketinggalan.


Siska, Lily dan Manda juga harus kembali ke sekolah. Mereka ingin cepat menyelesaikan sekolahnya. Sementara itu Ali juga berusaha untuk mendapat ijasah SMA yang sudah tidak sesuai dengan usianya tersebut.


"Pengalaman ini sangat menarik sekali. Aku gak nyangka bisa mendapatkan ujian dari Allah SWT hingga sebegini apiknya. Sampai sampai aku kehilangan orangtuaku." Lily menghembuskan nafasnya dalam dalam.


"Amin" ucap Lily dan Manda bersamaan.


Sementara itu di kerajaan iblis..


"Tidakkk......Ini tidak mungkin!" raja iblis mengamuk karena gerbang pembatas dua dunia itu lenyap.


Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya ia membangun gerbang tersebut hingga bisa menghubungkannya dengan dunia manusia. Kini semua telah sirna. Jika sebelumnya hanya rusak dan masih bisa diperbarui, kini semuanya telah musnah dan raja iblis harus membangunnya dari awal jika ingin menciptakannya lagi. Berbeda dengan pangeran kedua yang memilih menyendiri di dalam kamarnya karena lagi lagi tidak bisa mendapatkan Lily.


"Ini semua salah ibu suri. Kenapa tidak dari awal menahan mereka disini!" amuk raja iblis semakin murka.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu! Kamu pikir ibu yang baru sembuh ini bisa menghadapi banyak orang itu? bicaralah yang masuk akal sedikit!" Ibu suri tidak mau kalah dengan anaknya. Mereka berdua terus saja berselisih paham.


Sebenarnya ibu suri sangat senang dengan kepergian para pangeran kecil, karena ternyata para pangeran kecil sangat sangat mengganggu ketenangan ibu suri dengan kehebohannya. Ibu suri berpikir sang raja masih bisa mendapatkan keturunan jika menikah lagi. Namun hal itu tidak mudah karena sang raja iblis karena dia hanya jatuh cinta dengan bangsa manusia, bukan dari bangsanya sendiri. Terlebih lagi setelah mendapat penolakan dari Raya membuat raja iblis penasaran dengan manusia yang memiliki akal lebih sempurna darinya.


Selama ini raja iblis membangun gerbang pembatas dua dunia hanya ingin bisa berbaur dengan bangsa manusia dan mendapatkan mereka untuk bisa bersanding dengannya dan memperbaiki keturunan. Meskipun awalnya ditentang oleh ibu suri, tetapi setelah meyakinkannya, ibu suri pun setuju. Namun siapa sangka ternyata ada bangsa manusia yang mampu memporak porandakan keberadaan kerajaan iblis.


"Tunggu aku kembali ke dunia manusia Raya.. Aku pasti akan bisa mendapatkan kamu."


END


.


.


.


.


.


Terimakasih semua atas supportnya. Author hanya bisa sebaik mungkin mengarang cerita. Untuk semua kesalahan dan kekhilafan, mohon dimaafkan sebesar besarnya.

__ADS_1


__ADS_2