Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 115(meninggalnya Bayu dan Herman)


__ADS_3

"Bos..kenapa tiba-tiba jadi merinding?"Herman tidak bisa menjawab pertanyaan anak buahnya. Dia sendiri juga merasa ketakutan yang mendalam.


"Kamu butuh bantuanku?" suara itu terdengar nyaring. Agus mengenal suara itu meskipun matanya dalam keadaan tertutup.


"Tuanku.. mereka sudah membunuh kakak hamba. Maafkan hamba karena sudah membawa putri keluar istana. Namun itu semua keinginan putri yang tidak bisa kami bantah. Sekarang mereka telah memisahkan kami. Mohon bantuannya tuanku.." Agus hanya pasrah, dia tidak punya jalan lain. Menurutnya, mungkin tinggal di kerajaan iblis tidak akan mempersulit hidupnya.


"Jadi dia itu tuhanmu? pasti dia kan yang sudah membawa Siska? kembalikan anakku?" Herman berdiri menentang sang raja iblis. Dia mengambil belati dan menghunuskannya ke bayangan hitam yang melayang-layang itu.


"Hahaha.....anakmu sudah mati. Semua yang sudah ada di tanganku tidak akan pernah aku kembalikan karena mereka semua milikku termasuk orang ini. Mati kalian semua.."


Raja iblis menghempaskan Herman dan anak buahnya. Mereka tidak ada yang diampuni. Seketika suasana menjadi sunyi, hanya Agus yang masih dalam keadaan mata tertutup dan tangan terikat yang masih bisa menghembuskan nafasnya.


"Apa kamu yakin ingin kembali ke duniamu?"


"Tidak tuanku, hamba bersalah. Tidak ada tempat yang indah selain dunia tuanku."


"Jadi kamu bersedia kembali ke kerajaan ku?"


"Hamba bersedia tuanku!"


Raja iblis pun membawa Agus kembali ke kerajaannya. Agus sudah tidak sempat melihat Bayu karena raja iblis langsung membawanya menghilang.


Kini Agus sudah kembali ke kerajaan iblis dan tentu saja ibu suri langsung menghilangkan ingatan Agus agar tidak punya niat kembali ke dunia manusia lagi.


Agus sudah kembali pada putri keempat. Tentu saja putri keempat sangat senang. Berbeda dengan putri ketiga yang masih marah karena ditinggalkan waktu itu. Namun karena Bayu tidak kembali, putri ketiga jadi bertanya-tanya.


"Kemana kak Bayu?" tanya putri ketiga pada Agus. Agus hanya bingung karena tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


"Siapa Bayu?" pertanyaan Agus membuat putri ketiga dan keempat saling pandang. Mereka tidak percaya jika Agus ternyata juga melupakan kakaknya.


Karena tidak mendapat jawaban putri ketiga langsung menemui kakaknya untuk menanyakan suaminya. Meskipun masih kesal dengan suaminya, putri ketiga juga penasaran kenapa suaminya tidak ikut pulang.


"Suamimu sudah mati,dia tidak bisa dibawa kesini."


"Apa?" putri ketiga tidak menyangka jika Bayu tidak akan kembali lagi. Meskipun saat itu putri ketiga sangat marah karena dibohongi, tapi dia juga sudah jatuh hati pada Bayu dan kini harus kehilangan selamanya.


"Nanti aku Carikan lagi suami untukmu."raja berusaha menghibur adiknya itu.


Karena urusan dengan Agus dan Bayu sudah selesai, pangeran kedua pun meminta kakaknya agar menemaninya kembali ke dunia manusia untuk membawa istrinya.


Karena terbayang kecantikan Raya yang dilihatnya waktu itu, sang raja pun semangat kembali ke dunia manusia.


Di dunia manusia, sudah berlalu tiga bulan. Raya,Manda dan Lily sudah beraktifitas seperti biasanya. Sebelum kyai Arifin kembali ke kampung halamannya, beliau sudah berpesan agar mereka selalu ingat akan Allah SWT dan selalu beristighfar di manapun berada.


"Astaghfirullah..." Raya yang spontan mengucap istighfar langsung membuat Manda dan Lily merapat.


"Kenapa tiba-tiba dingin ya?"Manda memeluk tubuhnya sendiri.


"Dia datang lagi.."ucap Raya yang tidak berani melihat ke depan. Manda dan Lily mengerti apa yang dikatakan Raya.


Meskipun Lily sudah lupa dengan kerajaan iblis, sejak kyai Arifin meminta mereka selalu menyebut asma Allah, Lily pun akhirnya mengetahui cerita dirinya di Dunia iblis dari Raya dan Manda.


Saat itu pelajaran sedang berlangsung, semua merasa menggigil padahal tidak ada angin. Raya, Manda dan Lily langsung membaca ayat kursi lirih. Manda dan Lily juga sempat berbisik pada teman di sampingnya agar ikut membaca ayat kursi. Begitu seterusnya hingga sampai ke semua siswa di kelas.


Karena semua sudah membaca ayat kursi bersama, suasana yang dingin langsung berubah normal. Raya sudah tidak melihat raja iblis di hadapannya lagi. Ternyata raja iblis sudah keluar dari kelas dan terlihat mondar mandir di depan kelas begitu juga dengan pangeran kedua.

__ADS_1


Sore hari pun tiba, Raya dan kedua temannya pulang seolah. Pak Harun sudah standby di luar gerbang sekolah.


"Cepat pulang pak!" pinta Raya tergesa-gesa pada pak Harun. Manda yang ketakutannya akhirnya ikut pulang ke rumah Raya dan sudah menelpon mamanya jika dia akan menginap di rumah Raya.


Ternyata raja iblis dan pangeran kedua mengikuti Ray pulang ke rumahnya. Namun mereka berdua hanya sampai di luar pagar dan tidak bisa masuk. Raya segera menceritakan kejadian di sekolah pada papa Sigit yang kebetulan saat itu sudah pulang ke rumah.


"Jadi, raja iblis sudah kembali lagi kesini?" papa Sigit dan mama Rossi pun terkejut mendengar cerita Raya.


"Tapi anehnya ya Pa...Kenapa dia tidak mendekati Lily tapi malah mendekatiku? bukankah target mereka adalah Lily?" tanya Raya merasa heran.


"Mungkin raja iblis menyukaimu Ray, kan suaminya Lily itu pangeran kedua bukan raja iblis. Jangan jangan kamu mau dijadikan selirnya. Kamu akan berbagi suami dengan Siska." Manda berasumsi dengan polosnya.


"Hussst...jangan ngomong sembarangan!" Raya langsung mencubit lengan Manda.


Karena merasa tidak tenang, papa Sigit langsung menelpon kyai Arifin dan menceritakan semuanya sekaligus meminta solusi. Kyai Arifin ikut terkejut karena sudah lama raja iblis tidak muncul, kini justru kembali lagi.


"Jadi gimana kyai.." papa Sigit sudah bingung harus berbuat apa karena raja iblis justru mendekati putrinya.


"Untuk sementara tetap istighfar terus, jangan sampai putus meminta perlindungan dari Allah SWT."memang tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain berpasrah diri kepada Allah SWT.


Papa Sigit meminta Raya dan kedua temannya itu mengamalkan pesan kyai Arifin, jangan sampai pikiran mereka kosong sehingga mudah didekati makhluk alam lain. Raya dan kedua temannya hanya mengangguk.


Saat berada di dalam kamar raya, mereka justru tidak bisa tidur. Mereka kepikiran dengan kehadiran raja iblis lagi. Raya yang tidak tenang langsung menelpon Ali dan menceritakan semuanya. Ali tidak bisa membantu apa apa , justru meminta Raya agar meminta solusi pada kyai Arifin. Raya hanya mengiyakan ucapan Ali.


"Bahkan bang Ali saja tidak bisa membantu.." Raya merasa sedikit kecewa.


"Trus gimana donk Ray..." Meskipun Manda tidak bisa melihat raja iblis, tapi dia sangat yakin jika raja iblis mempunyai niat jahat pada mereka.

__ADS_1


"Bang Ilham..."


__ADS_2