Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 27(halusinasi)


__ADS_3

Suasana di sekitar Ali dan Ilham tampak mencekam. Keadaan gelap gulita, hingga mereka tidak bisa melihat apapun. Semua tampak gelap tak ada pencahayaan sedikit pun.


Ilham terus mengumandangkan Adzan. Dia juga melafalkan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sementara Ali tidak bisa berbuat apapun. Ali membutuhkan sebuah mediator untuk melakukan ritual jika ingin mencari keberadaan Raya. Namun dia sudah tidak bisa konsentrasi. Ali tidak bisa memikirkan apa apa. Kini dia hanya bisa berlindung dengan berpegangan pada pohon, karena angin berhembus sangat kencang.


Angin masih bertiup dengan kencangnya, Ali tetap bertahan di tempatnya. Sementara Ilham berjuang melawan terpaan angin karena dia tidak berpegangan pada apapun. Ilham duduk di sekitar akar pohon yang menjalar. Masih terus melafalkan ayat suci Alquran yang dihafalnya, sesekali Ilham membetulkan duduknya yang selalu goyah karena terpaan angin.


Tak berapa lama, langit mulai menampakkan kecerahannya. Entah apa yang terjadi, tiba tiba semua kembali seperti semula. Ilham dan Ali hanya saling pandang. Ilham tampak heran, padahal sepertinya doa yang dia ucapkan tadi tidak ada pengaruhnya. Namun kenapa tiba tiba semua sudah kembali.


"Ilham..Ali...kalian di mana?" terdengar suara kyai Arifin memanggil mereka.


"Kami di sini ayah!" teriak Ilham.


Sejak tadi kyai Arifin gelisah, beliau merasa sesuatu telah terjadi dengan putranya. Berkat bantuan saudara saudaranya, kyai Arifin pun tau apa yang telah menimpa putranya dan juga Ali. Maka segera kyai Arifin memanjatkan doa memohon perlindungan pada Allah SWT.


Syukurlah Ali dan Ilham ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.


"Bagaimana keadaan kalian? baik baik saja kan?" kyai Arifin menghampiri putranya karena sangat cemas.


"Saya baik ayah..Tadi suasana sangat mencekam,kami tidak tau harus berbuat apa?" Ilham mencoba berdiri dengan dibantu oleh ayahnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? apa Raya sudah ditemukan?" tanya papa Sigit semakin cemas.


"Belum pak! kami tidak menemukan siapapun disini!" ucap Ali merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Raya.


"Bagaimana kalian bisa sampai di sini?"tanya kyai Arifin pada Ali dan juga Ilham.


"Ali bilang saat itu menemukan Raya di sini. Jadi kami pikir, kemungkinan Raya di bawa lagi kesini." Ilham berpendapat. Ali hanya diam saja, tidak berani mengeluarkan kata kata.


"Tapi memang sepertinya gadis itu ada di sekitar sini!" ucap saudara kyai Arifin.


"Mari kita panggil namanya. Semoga saja dia mendengar panggilan kita!" lanjutnya.


Saudara saudara kyai Arifin duduk membentuk sebuah lingkaran. Ali, Ilham dan papa Sigit yang bertugas memanggil nama Raya dengan keras di sekitar kyai Arifin dan saudaranya tersebut.

__ADS_1


"Raya...kamu dimana?" panggil ketiga orang tersebut menyebar di segala arah.


"Raya..ini papa! jawab nak!" papa Sigit mulai goyah. Beliau tidak bisa membendung air matanya. Namun papa Sigit tetap berusaha tegar, semua demi keluarga kecilnya.


"Raya..."


🌸🌸🌸


Sebelumnya saat di kebun..


Raya menghampiri Ali sendirian. Karena ada yang ingin dibicarakan dengan Ali, Raya menolak Ilham yang ingin ikut dengannya.


"Raya.."sapa Ali dengan tersenyum. Ini kali pertama Raya melihat senyum lebar Ali. Sebelumnya Ali hanya tersenyum tipis, itupun hanya sebentar saja. Sejenak Raya jadi terpukau.


"Bang Ali, ada yang ingin aku sampaikan." ucap Raya gugup.


"Aku juga! ada yang ingin aku katakan. Tapi sebelumnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Ali pun menggandeng tangan Raya dan membawanya pergi.


"Aku pamit sama bang Ilham dulu ya bang?"


"Baiklah!" Raya seakan terhipnotis,dia pun mengikuti langkah kaki Ali meninggalkan Ilham yang masih asik menikmati buah melon.


Ali mengajak Raya ke sebuah taman yang sangat indah. Banyak bunga bermekaran di sana. Raya semakin terpukau dengan pemandangan indah di hadapannya. Seumur umur baru kali ini dia melihat taman bunga yang indah dan cantik. Sebelumnya Raya hanya melihat dari gambar, itupun ada di luar negeri.


Namun kali ini, Raya melihatnya langsung. Dia pun langsung berlari menikmati keindahan taman bunga yang sedang bermekaran.


"Ayo bang kejar aku!" teriak Raya pada Ali. Lagi lagi Ali tersenyum lebar. Raya sungguh bahagia melihatnya. Raya seakan lupa dengan apa yang dikatakan Ali, jika dia tidak boleh jatuh cinta pada Ali. Namun Raya menepiskan pikiran tersebut.


" Ini sangat indah dan menyenangkan!" ucap Raya girang.


"Apa kamu suka?" tanya Ali yang sudah merebahkan dirinya di samping Raya yang tiduran di rumput.


"Iya bang..aku sangat suka sekali! ini pemandangan indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya."jawab Raya.

__ADS_1


Ali pun mendekat. Sangat dekat sehingga membuat Raya semakin gugup. Entah setan apa yang menghampiri, Raya seakan terbuai dengan belaian tangan Ali di pipinya. Raya mulai memejamkan matanya saat Ali mendekatkan wajahnya di hadapannya.


"Raya.."


Raya kembali membuka matanya. Dia merasa ada yang memanggil namanya dengan lantang, namun itu antara mimpi dan kenyataan.


"Kenapa Raya?" tanya Ali.


"Tidak ada bang, aku hanya merasa ada yang memanggilku!" jawab Raya. Ali dan Raya diam sejenak, mencoba mendengar suara yang dimaksud oleh Raya. Namun mereka tidak mendengar apapun.


"Apa kamu memikirkan sesuatu?" tanya Ali lagi.


"Tidak bang!" Raya kembali memejamkan matanya. Ali mulai mencium pipi Raya. Raya merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik.


"Raya.."


Kali ini Raya mendengar suara itu begitu nyata dan lebih dari satu orang yang memanggilnya. Dia langsung terperanjat sehingga membuat Ali ikut kaget juga. Raya pun berdiri dari posisi nya tadi. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tak ada siapapun disana kecuali dia dan Ali.


"Kamu kenapa?" tanya Ali memasang raut wajah tidak sukanya, karena Raya telah menggagalkan acara romantisnya. Raya pun semakin gelisah.


"Aku mendengarnya lagi bang!" ucap Raya menatap Ali yang sudah berdiri di depannya.


"Menjauh darinya Raya!" Raya terkejut mendengar suara Ali ada di belakangnya. Jelas jelas Ali berdiri di depannya. Raya pun menengok ke belakang, dia heran melihat sosok Ali yang lain berdiri tak jauh darinya. Raya semakin terkejut saat memandang Ali yang ada di depannya lagi. Ali ada Dua?


Raya menutup kedua matanya. sesekali dia mengintip melalui celah jari di wajahnya. Raya berharap apa yang dilihatnya hanyalah sebuah halusinasi. Namun Raya salah. Di hadapannya kini memang ada dua orang dengan wajah yang sama. Yaitu Ali.


"Bang Ali!" panggil Raya.


"Ini aku Raya.." jawab Ali yang ada di depannya.


"Jauhi dia Raya. Dia hanyalah Jin jahat yang wajahnya menyerupai ku. Pergi dari sana Raya!" teriak Ali yang satunya. Raya pun dilema.


Tak berapa lama, papa Sigit dan rombongan tiba. Mereka begitu tertegun melihat Ali ada dua orang. Mereka pun bimbang menentukan siapa Ali yang sebenarnya.

__ADS_1


"Papa.."


__ADS_2