Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 127 (menyelamatkan Raya)


__ADS_3

Lily, Manda dan Siska pergi menjauh dari tempat mereka berada. Kini ketiganya berada di sebuah hutan agak jauh dari istana.


Bukannya kita mencari Raya? kenapa malah sampai kesini?" Manda merasakan dingin pada tubuhnya dan langsung mendekap erat tubuhnya sendiri.


"Aku tidak tahu jalan, istana ini sangat luas. Dari tadi aku berjalan hanya menemukan banyak kamar kosong saja. Sudah seperti kosan tak berpenghuni." Lily mengingat kembali apa yang sudah dilaluinya. Kini dia merasakan kelaparan yang hampir saja dilupakannya.


"Ternyata kamu lapar toh!" ejek Manda yang mendengar suara perut keroncongan Lily. Lily hanya menunduk menahan malu.


Kini mereka bertiga berjalan masuk ke dalam hutan. Sejenak mereka melupakan Raya karena kaki mereka melangkah begitu saja dan semakin masuk ke dalam hutan.


"Disini suram sekali, kapan kita bisa keluar dari sini?" Manda semakin ketakutan karena semakin lama hutan terlihat semakin gelap. Tak ada yang membalas ucapan mereka. Siska semakin menyibak ilalang didepannya diikuti Lily dan Manda yang menggandeng erat tangan Lily.


Semakin masuk ke dalam, mereka bertiga sudah ditunggu oleh beberapa ekor binatang buas yang siap menerkam. Siska, Lily dan Manda sangat terkejut,tak menyangka mereka sudah dikepung oleh binatang buas.


"Apakah kita akan berakhir di mulut mereka?" Manda sudah mulai menangis. Tubuhnya menggigil ketakutan.


"Diamlah! jangan berisik!" Lily mencoba mencegah Manda agar tidak ribut karena dari tadi dalam perjalanan selalu saja menggerutu.


"Permaisuri.." ucap salah satu binatang buas memberi hormat diikuti binatang lainnya. Tentu saja membuat mereka bertiga sangat terkejut dan saling pandang. Siska pun tersadar jika dirinya adalah permaisuri kerajaan iblis. Namun tidak menyangka jika ternyata binatang buas pun mengenalinya bahkan bisa berbicara.


"Kalian mengenalku?" Siska pun merespon ucapan binatang itu.

__ADS_1


"Kami akan mengawal permaisuri menuju gerbang perbatasan." seakan mengerti maksud kedatangan permaisurinya, para binatang buas membuka jalan untuk Siska dan sahabatnya. Tanpa berpikir panjang dan bertanya lagi, mereka bertiga pun memaksakan diri mengikuti para binatang buas tersebut.


Sampai di gerbang perbatasan, satu persatu binatang buas itu meninggalkan Siska, Lily dan Manda. Masih tak bergeming, Siska dan para sahabat hanya melongo melihat kepergian binatang buas itu. Siska kembali mengamati gerbang perbatasan tersebut dan bertanya tanya.


"Tempat apa ini? amankah di dalam sana?" Siska mendekati gerbang tersebut dan memasukkan tangannya ke dalamnya.


"Di dalam sana terasa lebih hangat. Apa kita harus masuk ke dalam?" kali ini Siska mencoba untuk masuk tapi dicegah oleh Lily.


"Hati hati! Bagaimana kalau ini jebakan dan kita justru tidak bisa kembali lagi?" Lily semakin khawatir apalagi melihat kepergian binatang buas tadi yang sedikit misterius.


"Mungkin ini gerbang perbatasan dengan dunia kita. Ayo masuk saja" Manda dengan berani langsung masuk ke dalam gerbang perbatasan. Lily yang terkejut melihat Manda masuk duluan, tanpa pikir panjang tentu saja langsung mengikutinya. Sementara itu, agar tidak terpisah dengan kedua sahabatnya Siska juga langsung ikut masuk ke dalam.


Kini mereka bertiga sudah berada di dunia manusia tanpa menyadari. Karena tidak tahu jalan, mereka hanya berputar-putar di tempat itu saja.


"Ayo jalan lagi! Bismillah.." meskipun lelah, Lily tetap memberi semangat pada kedua sahabatnya demi bisa keluar dari hutan tersebut. Melihat Lily yang semangat, Manda dan Siska pun bangkit kembali. Dengan membaca sholawat, mereka bertiga akhirnya berada di pinggiran hutan di tepi jalan.


"Sepertinya aku pernah berada di tempat ini!" Lily merasa teringat sesuatu tetapi tidak begitu jelas. Karena langit sudah gelap, mereka bertiga pun menyusuri sepanjang jalan tersebut karena tidak ada kendaraan yang melintas.


Lama Lily dan sahabatnya berjalan, kini mereka sudah memasuki kota. Lily segera mengeluarkan ponselnya yang masih ada di sakunya. Beruntung baterai masih ada. Lily segera menghubungi papa Sigit agar dijemput di tempatnya berada sekarang.


"Alhamdulillah..kalian selamat! tunggu disana! Kami segera menjemput"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, papa Sigit bersama on Reno sudah tiba di tempat Lily dan yang lainnya berada. Papa Sigit sangat kecewa karena Raya tidak ikut kembali dengan mereka. Papa Sigit segera melajukan mobilnya untuk kembali pulang ke rumah, sedangkan om Reno segera memeriksa keadaan Lily, Manda dan juga Siska.


"Maafkan kami om..Kamu terpisah dengan Raya." ucap Lily menyesal karena tidak bisa bertemu dengan Raya saat di kerajaan iblis.


"Sudah tidak perlu risau. Papa sudah bicarakan hal ini dengan kyai Arifin. Kami sudah melakukan banyak hal agar kalian bisa selamat. Sudah satu bulan ini kami mengadakan pengajian dan acara kirim doa meminta petunjuk kepada Allah SWT. Semoga Raya tetap di berikan keselamatan dimanapun berada."


"Aminn...."


Setelah sampai di rumah, mama Rossi tentu saja sangat gembira melihat putrinya kembali. Namun beberapa saat langsung murung setelah mengetahui jika Raya tidak ikut pulang. Sementara itu Ali dan Ilham yang saat itu juga ada disana hanya saling pandang karena tidak tahu harus d Ngan cara apa lagi bisa kembali ke kerajaan iblis seperti waktu itu.


"Bagaimana kalian bisa kembali dan berada di pinggiran kota?" bisik Ilham pada Manda saat semua sedang membahas perihal kepergian mereka di dunia iblis.


Manda menceritakan semua yang dialaminya di dunia iblis kepada Ilham. Ilham pun mengerti yang memikirkan sesuatu. Malam pun tiba, Ilham yang sudah memikirkan sesuatu langsung menemui Ali dan menceritakan uneg-uneg nya. Ali mulai mengerti dan mempunyai maksud yang sama dengan Ilham.


"Apa kamu yakin kita bisa kembali kesana?" tanya Ali sedikit khawatir meskipun sebenarnya dia sudah yakin akan apa yang harus dilakukannya.


"Mereka saja bisa kembali dengan selamat. Aku yakin memang ada suatu pintu pembatas diantara semua dunia. Bagaimana menurutmu? Kapan kita bergerak?" ajak Ilham antusias.


"Bagaimana kalau besok malam? paginya kita bisa bersiap siap dulu."Ali pun meyakinkan Ilham jika kedatangannya ke kerajaan iblis kali ini harus dengan banyak persiapan. Tidak seperti sebelumnya yang langsung bertindak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi sesudahnya. Karena hari sudah hampir dini hari, Ilham dan Ali memutuskan untuk tidur dulu guna menambah tenaga mereka.


Di kamar lainnya..Siska, Lily dan Manda tidak bisa tidur karena memikirkan Raya. Mereka pun mengatur rencana bagaimana cara menyelamatkan Raya.Meskipun Siska dan Lily sangat antusias, tetapi berbeda dengan Manda. Manda sangat trauma berada di tempat gelap saat itu, jadi dia memutuskan untuk tidak kembali ke kerajaan iblis.

__ADS_1


"Jika kalian ingin kesana lagi, aku hanya bisa mendoakan kalian dari sini saja!" ucap Manda.


"Hah.."


__ADS_2