Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 40(rahasia Siska)


__ADS_3

"Aarrrgggghhh..."


Raya membanting setirnya ke arah kiri dan langsung berhenti. Dia begitu terkejut karena tiba tiba ada anak kecil melintas di depan mobilnya. Raya mengelus dadanya, dia merasa bersyukur karena tidak terjadi apapun padanya. Raya melihat lagi ke arah jalan, dan lebih terkejut lagi karena ada anak kecil tergeletak di tengah jalan.


"Astaghfirullah...apa aku menyerempetnya?" Raya segera menghampiri anak tersebut. Jalanan sangat sepi, jadi Raya tidak mendapatkan bantuan dari siapapun.


"Kenapa jalanan jadi sepi gini? perasaan tadi banyak yang melintas?" Raya segera membalikkan tubuh anak kecil itu dan menggendongnya ke pinggir jalan.


"Siapa anak ini? kenapa di jalan sendirian?"karena tak ada orang lewat, Raya memutuskan untuk membawa anak tersebut pulang ke rumahnya.


"Pulang, rumah sakit atau kantor polisi?" Raya jadi dilema. Namun akhirnya Raya membawanya pulang ke rumah. Memanggil dokter Reno ke rumah mungkin pilihan yang tepat, pikirnya. Raya segera menelpon dokter Reno agar berkunjung ke rumahnya.


Raya kembali melajukan mobilnya menuju rumah. Hari sudah senja, Raya tidak ingin berlama-lama di luar saat senja telah tiba. Banyak kejadian mengerikan yang terjadi saat dia di luar rumah waktu senja. Jadi sebaiknya dia bergegas pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Raya segera memarkirkan mobilnya dan hendak membawa anak itu ke dalam rumah. Namun sayang, tiba-tiba anak itu sudah tidak ada di dalam mobilnya. Raya jadi bingung.


Melihat putrinya mondar-mandir di dekat mobil, papa Sigit pun langsung menghampirinya.


"Ray..kamu ngapain mondar-mandir di situ? ayo masuk! sudah mau magrib!"


"Tadi aku bersama anak kecil Pa! Tadi masih ada kok sekarang sudah menghilang?" Raya menjadi heran. Sebelum menghentikan mobilnya, Raya sangat yakin anak itu masih ada di bangku belakang saat dia melihat k-e spion depan, namun begitu membuka pintu mobil, anak itu sudah menghilang.


Papa Sigit pun ikut mencari, namun memang tidak siapapun di sana. Papa Sigit dan Raya saling pandang.

__ADS_1


"Ayo masuk dulu! Kamu cerita sama Papa, apa yang sebenarnya terjadi?" Papa Sigit merangkul putrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Raya masih bengong, namun mengikuti papanya masuk ke dalam rumah.


Raya pun menceritakan pengalamannya saat pulang tadi kepada papa Sigit. Papa Sigit menjadi gelisah, kenapa sekarang keluarganya seakan diteror oleh penampakan makhluk tak kasat mata?


"Tadi mama kamu histeris lagi. Dia merasa melihat penampakan nenek kamu lagi!" papa Sigit pun menceritakan kejadian yang menimpa mama Rossy. Dan sekarang mama Rossy sering melihat mertuanya di saat Raya tidak ada di dekatnya.


"Pa.. Sepertinya kita harus kembali ke kampung itu dan meminta pertolongan kyai Arifin. Kan kita tidak tau apa yang akan terjadi pada kita di hari berikutnya. Mungkin dengan bantuan kyai Arifin, setidaknya kita merasa ada yang bisa kita andalkan jika memang terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan ." Raya merasa hidupnya sudah tidak nyaman lagi. Sepertinya banyak yang menginginkan kehancuran keluarganya dengan cara yang tidak baik.


"Tapi kita baru saja terbebas dari marabahaya Ray.." papa Sigit juga gelisah dengan keadaan keluarganya saat ini. Namun beliau juga bingung harus berbuat apa. Papa Sigit pun tampak gusar,apa yang harus mereka lakukan sekarang?


🌸🌸🌸


Karena merasa resah dan gelisah, paman Agus dan paman Bayu memutuskan untuk kembali ke kota. Lagipula menurut mereka papa Sigit juga sudah kembali ke kota nya, jadi untuk apa mereka masih tinggal di kampung tersebut.


"Kita harus segera menemui mas Herman. Apa rencana dia selanjutnya! kita ke rumahnya langsung, aku penasaran kenapa kita tidak boleh berkunjung ke rumahnya?" paman Bayu tampak berpikir keras. Selama ini baik paman Bayu maupun paman Agus harus mengabari paman Herman terlebih dahulu jika mau berkunjung ke rumahnya. Paman Herman tidak pernah mengijinkan siapapun masuk ke rumahnya tanpa persetujuan darinya. Meskipun itu adalah saudaranya sendiri.


Kali ini paman Bayu mengajak paman Agus ke rumah paman Herman tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


Sesampainya di depan rumah kakaknya,paman Agus dan paman Bayu tidak bisa masuk begitu saja. Banyak para penjaga yang ada di sana. Ternyata rumah paman Herman banyak sekali pasukan pengamanannya. Sudah seperti pejabat penting saja.


"Mas..Kenapa sekarang rumah mas Herman banyak penjaganya?" paman Agus merasa heran dengan pemandangan di depannya. Rumah kakaknya yang sebelumnya hanya dijaga dua orang satpam, kini seperti ada pengawal khusus dalam jumlah yang lumayan banyak.


"Kita tanya ke sana dulu. Masak iya kita tidak boleh masuk!" paman Bayu dan paman Agus menghampiri pos penjagaan. Mereka harus ijin dulu sebelum menemui pemilik rumah.

__ADS_1


"Maaf..anda berdua siapa?" tanya penjaga yang ada di luar gerbang.


"Kami berdua adalah adik kandung mas Herman. Kami sudah ada janji dengan beliau hari ini dan diminta langsung datang ke sini. Dimana satpam yang biasanya? mereka mengenal kami!" paman Bayu mulai melakukan aksinya. Jika tidak seperti itu, pasti tidak akan ada yang mempercayainya. Paman Agus mengangguk mengiyakan kata kata kakaknya. Sepertinya mereka semua mulai terkecoh.


Dan benar saja, paman Agus dan paman Bayu akhirnya di ijinkan masuk oleh para pengawal itu. Paman Agus dan paman Bayu saling pandang, mereka pun tersenyum puas.


Sesampainya di dalam rumah, mereka dipersilahkan duduk di ruang tamu menunggu paman Herman yang masih ad di luar rumah.


"Kenapa semua pelayan di rumah ini diganti? Kemana mereka semua?" tanya paman Agus pada pelayan yang menyajikan teh.


"Maaf kami tidak tahu. Kami datang memang sudah seperti ini keadaannya. jawab pelayan tersebut. Paman Agus dan paman Bayu mulai curiga. Tidak biasanya kakaknya bersikap seperti ini.


Tiba-tiba seorang gadis cantik menuruni tangga dan menyapa paman Agus dan paman Bayu. Paman Agus dan paman Bayu sangat terkejut melihatnya. Ternyata kakaknya menyembunyikan seorang gadis cantik di rumahnya.


"Sejak kapan mas Herman suka dengan ABG?" bisik paman Bayu.


"Aku juga baru melihatnya." balas paman Agus.


"Eh...paman berdua mencari papa? papa masih ada di luar. Apa sudah ada janji?"tanya Siska yang sontak saja membuat paman Agus dan paman Bayu terkejut.


"Papa?" tanya mereka bersamaan. Siska juga ikut terkejut. Selama ini dia hanya melihat kedua pamannya ini dari balik jendela karena papanya melarang keluar. Apalagi paman Herman bilang kalau paman Agus dan paman Bayu hanyalah rekan bisnis papanya.


"I..Iya! saya Siska,putrinya papa Herman." jawab Siska gugup.

__ADS_1


Paman Agus dan paman Bayu memandang heran. Jadi selama ini kakaknya punya seorang anak perempuan yang tidak mereka ketahui?


__ADS_2