
Atas petunjuk dari gurunya, Herman pun dengan cepat menemukan lokasi ritual yang dilakukan kedua adiknya tersebut. Tanpa mengulur waktu, Herman dan anak buahnya langsung menuju lokasi. Bulan purnama segera muncul. Jika terlambat sedikit saja, sudah dipastikan Siska tidak dapat tertolong lagi.
Tak butuh waktu lama untuk Herman dan anak buahnya menemukan lokasi tersebut. Herman segera meminta anak buahnya untuk menyebar dan jika sudah ketemu, maka harus segera dibongkar.
Namun Herman sungguh terkejut tatkala dia menemukan kedua adiknya sudah berada di dalam suatu ruangan dan melakukan ritual.
"Apa? Bagaimana kalian bisa ada disini?" Herman pun membelalakkan mata. Begitu juga dengan Bayu dan Agus yang tidak mengira jika kakaknya bisa secepat itu menemukan keberadaan mereka.
Namun Bayu dan Agus tidak takut, mereka terus mengucapkan mantra sambil menunggu bulan purnama penuh. Herman yang murka langsung mengerahkan anak buahnya untuk segera menghancurkan tempat tersebut. Namun....
Tiba-tiba bumi berguncang. Keadaan menjadi runyam. Semua bergetar, sesajen dan semua perlengkapan ritual langsung berjatuhan.
"Mas, bagaimana ini? kenapa ada gempa bumi disini?" Agus dan Bayu menghentikan aksinya. Mereka sangat bingung dengan kejadian yang ada. Namun Herman sangat senang, karena ritual Bayu dan Agus jadi terhambat.
"Lihatlah! bahkan bumi saja tidak setuju kalian mengambil putriku. Haha...." Herman tertawa senang meskipun dia mulai kehilangan keseimbangan. Anak buahnya pun segera membawa Herman pergi mencari tempat berlindung.
"Kita harus segera pergi sebelum rumah ini benar-benar roboh!" Agus dan Bayu langsung berlari keluar meninggalkan rumah itu. Rumah dari bambu dan ilalang yang dibangun seadanya oleh Bayu dan Agus di tengah hutan itu pasti tidak kuat menahan guncangan hebat tersebut. Ternyata guncangan itu sangat dahsyat sehingga membuat semua yang ada di sana satu persatu ambruk tak bersisa.
Setelah semua bangunan rata dengan tanah, gempa bumi pun usai. Semua nampak gelap karena memang tidak ada penerangan sama sekali. Namun Herman bisa melihat dimana kedua adiknya berada.
"Tangkap mereka berdua dan bawa kembali ke penjara bawah tanah. Aku akan buat perhitungan dengan mereka berdua." Herman segera pergi menuju mobilnya.
Bayu dan Agus yang merasa terancam langsung melarikan diri. Anak buah Herman pun mengejar mereka. Namun lokasi ini hanya Bayu dan Agus yang mengetahui nya. Mereka berhasil sembunyi dari kejaran anak buah Herman.
🪦🪦🪦
__ADS_1
Beberapa jam sebelumnya di rumah sakit..
Setelah Sigit meninggalkan Herman yang frustasi, Raya bertanya pada papanya apa yang sudah terjadi. Raya menjadi penasaran dengan kisah yang diceritakan papanya.
Saat Sigit mengantar istrinya menemui dokter, Raya pun ijin keluar sebentar. Ternyata Sigit mengijinkannya.
Raya mengendap-endap menuju ruang NICU tempat dimana putri musuh papanya dirawat. Ternyata sudah tidak ada penjaganya, padahal tadi ramai sekali disana. Raya pun membuka pintu dan mendekati pasien tersebut.
"Ini kan..." Raya sangat terkejut setelah melihat siapa yang berbaring disana. Dia pun segera pergi dan menuju lobi. Raya mengirim pesan ke papanya jika dia menunggu di loby.
Raya segera menelfon Ilham. Mungkin Ilham bisa membantu. Meskipun menurut cerita, Ilham sangat terganggu dengan kehadiran perempuan itu tetapi saat ini situasinya sangat mendesak.
"Bang Ilham maaf jika aku mengganggu malam malam begini. Ada keadaan darurat!" ucap Raya panik tapi dia berusaha bicara dengan suara pelan karena sedang di rumah sakit.
"Ada apa Ray?" Ilham sangat senang saat ditelpon Raya.
"Jadi Siska adalah sepupunya Ali?" Ilham mulai berpikir tentang apa yang sudah diceritakan abahnya.
"Tapi sekarang bang Ilham harus segera menolong Siska. Malam ini juga dia akan dijadikan sesembahan oleh paman Agus dan paman Bayu."
"Apa? jadi apa yang harus aku lakukan? apa aku minta pertolongan Abi?" Ilham pun panik. Tengah malam semakin dekat, apa mungkin abahnya bisa membantu?
"Sebaiknya bang Ilham beritahu bang Ali sekarang, takutnya gak keburu bang. Papa bilang malam ini sudah bulan purnama. Tolong ya bang..kasihan Siska yang gak tau apa apa" Raya pun memohon pada Ilham agar segera bertindak.
Ilham langsung mencari abahnya dan menceritakan semuanya. Kyai Arifin sangat terkejut mendengar cerita tersebut. Tanpa banyak pikir, kyai Arifin langsung mengajak adik adiknya dan juga Ilham pergi ke rumah Ali.
__ADS_1
Ali sangat terkejut melihat kyai Arifin dan rombongan. Ali mempersilakan kyai Arifin dan semuanya untuk masuk. Ilham langsung menceritakan apa yang dikatakan Raya. Ali sangat terkejut, ternyata dia masih punya saudara perempuan.
"Tapi baru saja aku membebaskan paman Agus dan paman Bayu. Mereka bilang sedang ditawan paman Herman. Jadi seperti itu ceritanya, kalau begitu kita harus cepat." Ali ikut panik. Meskipun dia tidak tahu siapa itu Siska, Ali juga tidak ingin orang yang bersalah menjadi korban kedua pamannya yang jahat.
"Apa yang akan kamu lakukan Ali?" tanya kyai Arifin ingin tau, karena beliau sudah tidak bisa berurusan dengan masalah ritual keluarga Hambali.
"Sebaiknya anda semua pulang saja. Biarkan saya yang mengurus kedua paman saya." jawab Ali tidak ingin melibatkan kyai Arifin dengan keluarganya.
"Kami percayakan padamu Ali." kyai Arifin dan rombongan pamit. Beliau yakin Ali adalah anak yang baik dan pasti bisa menyelesaikan masalah keluarganya.
Setelah kepergian kyai Arifin, Ali langsung melakukan ritual juga. Ali mencari keberadaan kedua pamannya. Betapa terkejutnya Ali saat tahu ternyata kedua pamannya sedang melakukan ritual sesembahan.
"Jadi benar apa yang dikatakan Ilham. Aku tidak boleh ketahuan."
Ternyata tidak hanya paman Bayu dan paman Agus yang ada disana, tetapi ada juga paman Herman. Dan mereka sedang berdebat. Ali semakin yakin dengan cerita Ilham. Ali harus menggagalkan semua ritual kedua pamannya agar sepupunya selamat. Kini Ali semakin yakin jika ini adalah cara yang sama yang sudah dilakukan pamannya terhadap Tata, tunangannya.
Ali mengucap mantra yang bisa menggoyangkan tempat mereka. Jika ritual gagal, semua pasti akan kembali normal. Ali sudah mempelajari hal ini sejak kematian Tata dan sekarang baru bisa dia amalkan.
Ali telah berhasil membuat kegaduhan di tempat pamannya tanpa diketahui. Bulan purnama total juga sudah berlalu. Ali tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti jika dia sampai ketahuan. Dia pun lega, dan akan tetap pura pura tidak terjadi sesuatu.
🪦🪦🪦
Kembali kepada kedua paman Ali...
"Mas.. Bagaimana ini? kita sudah melewatkan bulan purnama. Apa yang akan terjadi pada kita setelah ini?" Agus mulai khawatir begitu juga dengan Bayu, tetapi Bayu mencoba untuk tetap tenang. Hingga....
__ADS_1
"Mas..kamu dimana? kenapa aku kamu tinggal sendiri?"