Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 41(Siska curiga)


__ADS_3

Paman Agus dan paman Bayu memandang heran. Jadi selama ini kakaknya punya seorang anak perempuan yang tidak mereka ketahui?


"Maaf..paman berdua siapanya papa?" Siska pun memberanikan diri bertanya. Dia merasa jika wajah kedua orang di depannya saat ini sangat mirip dengan papanya.


"Kami berdua adik kandung papa kamu! Kami tidak tau jika mas Herman punya seorang anak gadis! Kamu anak angkat mas Herman?" paman Agus makin penasaran. Jika kakaknya punya anak kandung perempuan, kenapa paman Agus dan paman Bayu tidak mengetahuinya?


"Tidak..saya anak kandung papa. Mama saya bernama Ranti dan beliau meninggal saat melahirkan saya." jawab Siska.


Jadi benar jika Siska adalah anak kandung paman Herman. Dulu waktu Ranti hamil, paman Herman menyembunyikan jenis kelamin bayi yang dikandung istrinya dari saudaranya. Dan setelah melahirkan, paman Herman mengatakan jika bayi dan ibunya meninggal bersamaan. Siapa sangka ternyata paman Herman menyembunyikannya dari saudara-saudara nya dan merawat bayi tersebut hingga kini beranjak dewasa.


Paman Agus dan paman Bayu menjadi geram. Ternyata selama ini mereka sudah ditipu oleh kakaknya sendiri. Paman Agus dan paman Bayu tidak terima dengan apa yang dilakukan kakaknya itu. Selama ini mereka didorong paman Herman untuk terus melakukan sesembahan dengan mengorbankan wanita di keluarganya. Sementara paman Herman justru menyembunyikan darah dagingnya sendiri dari mereka.


Karena tak kuasa meredam amarah, paman Agus dan paman Bayu pun pamit. Mereka sepakat akan membuat perhitungan dengan kakaknya sendiri.


"Apa benar paman berdua adalah adiknya papa?" Siska masih tidak yakin dengan kenyataan yang ada. Selama ini papanya selalu bilang jika beliau hanya sebatang kara,tidak mempunyai saudara seorang pun. Namun kedua orang di depannya ini? mereka telah mengaku sebagai adik kandung papanya. Siska menjadi bingung.


"Kami memang adik kandung mas Herman. Jika dia pulang nanti, bilang saja jika kedua adiknya datang kesini." paman Agus dan paman Bayu beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan rumah kakaknya.


Dalam perjalanan pulang ke rumahnya,paman Bayu mengumpat dengan sangat kasar. Dia tidak percaya jika kakaknya tega mengkhianati mereka selama bertahun-tahun. Jadi selama ini mereka berdua hanya dijadikan alat untuk meneruskan dendam keluarga dengan mengorbankan cinta mereka. Namun kakaknya sendiri justru menyembunyikan wanita yang seharusnya dijadikan tumbal pesugihan keluarga nya?


"Sepertinya kita hanya dijadikan alat oleh mas Herman. Sementara dia menikmati hidup bahagia dengan keluarga kecilnya? maksudnya apa coba?" paman Bayu meremas rambutnya sendiri. Merasa kecewa karena telah dipermainkan oleh kakaknya.

__ADS_1


"Lantas apa yang akan kita lakukan selanjutnya mas?" paman Agus juga merasa kesal dengan kakak pertamanya tersebut.


"Apalagi? untuk sesembahan selanjutnya kita gunakan anaknya mas Herman itu. Dia mempunyai darah kita, sudah pasti harus dijadikan tumbal!" paman Bayu semakin yakin akan keputusan yang diambil nya. Setidaknya wanita di keluarga Hambali sudah tidak ada lagi. Paman Agus pun mengangguk tanda setuju akan keputusan paman Bayu.


🌸🌸🌸


Sementara itu di rumah paman Herman...


"Papa..papa sudah pulang? lama sekali perginya?" Siska menyambut kedatangan papanya dari luar kota. Sudah pasti papanya membawa banyak oleh oleh untuknya. Paman Herman sangat menyayangi putrinya. Siska selalu dimanja papanya, apapun yang diinginkan pasti dipenuhi oleh papanya tersebut..


"Putriku yang cantik, bagaimana keadaan kamu? apa ada yang usil denganmu di sekolah?" paman Herman memeluk putri kesayangannya tersebut dan memberikan banyak bingkisan yang dia bawa dari luar kota. Siska membalas pelukan papanya dan menerima bingkisan itu.


"Semua baik pa..Oh ya! tadi kedua paman yang sering papa temui itu datang ke sini." kata Siska. Paman Herman sedikit terkejut, namun tidak ditampakkan oleh nya pada putrinya itu.


"Mereka bilang jika mereka adalah adik papa. Benarkah itu? kenapa papa bilang mereka hanya teman bisnis papa? siapa yang benar? Kalau mereka benar saudara papa, Siska pasti senang karena ternyata Siska masih punya saudara." Paman Herman sangat kaget mendengar ucapan putrinya.


" Kami memang sangat dekat, wajarlah jika mereka menganggap papa sebagai kakaknya!" paman Herman tidak ingin putrinya menganggap serius ucapan kedua adiknya itu.


"Tapi mereka bilang, jika mereka adik kandung papa!" kata Siska lagi sembari membuka bingkisan dari papanya.


Paman Herman jadi cemas,dia semakin khawatir dengan keselamatan putrinya. Paman Herman hanya diam memandang Siska yang sibuk dengan hadiahnya.

__ADS_1


"Sayang..lain kali jangan pernah menemui mereka lagi ya? mereka itu orang jahat. Papa tidak ingin terjadi sesuatu padamu!"Paman Herman meminta Siska agar menjauh dari kedua adiknya. Paman Herman takut jika kedua adiknya akan berbuat jahat pada putrinya tersebut.


"Iya pa.."Siska tidak mempedulikan papanya. Dia mengemasi hadiahnya dan membawanya ke dalam kamar.


Paman Herman menjadi gelisah, apa yang ditakutinya selama ini mungkinkah akan terjadi? Paman Herman sudah kecolongan. Sia sia dia merekrut banyak pengawal, jika ternyata kedua adiknya masih bisa masuk dan bertemu dengan putrinya.


Paman Herman segera memanggil ketua dari semua anak buahnya. Paman Herman melampiaskan kekesalannya padanya.


"Apa apaan kalian ini, aku sudah memerintahkan kalian untuk menjaga putriku. Tapi kalian malah membuatnya terancam bahaya. Apa yang sudah kalian lakukan hah?" paman Herman semakin kesal. Beliau menyesal telah meninggalkan putrinya hingga bertemu dengan kedua adiknya.


"Maaf bos! tapi apa kesalahan kami?" ketua anak buah paman Herman tak mengerti, kenapa bos nya langsung marah begitu pulang dari luar kota.


"Kenapa kalian membiarkan kedua adikku masuk? bukankah aku sudah bilang jangan biarkan siapapun masuk apalagi bertemu dengan putriku!" paman Herman semakin murka, anak buahnya tidak ada yang becus menjaga putrinya.


"Tapi mereka adalah adik bos yang biasanya kemari!"


"Kalian membantah!" paman Herman memukul anak buahnya.


Di balik jendela, Siska melihat semua kejadian itu. Siska tidak menyangka jika papanya tidak mengakui kedua adiknya, padahal menurutnya mereka berhubungan baik selama ini. Ada apa dengan semua ini?


"Apa yang sudah terjadi? kenapa papa menyembunyikan ku dari mereka? kenapa papa tidak mengakui mereka sebagai pamanku hanya di depanku saja? sementara semua anak buahnya tahu jika mereka adalah adik kandung papa. Aku harus tau semua ini!" Siska kembali ke kamarnya dan merencanakan sesuatu untuk menguak misteri di balik larangan papanya.

__ADS_1


Selama ini Siska hanya tau jika dirinya terlalu diawasi papanya. Apapun yang dia lakukan harus dengan persetujuan papanya. Namun alasan dibalik itu semua, Siska tidak pernah tau, karena papanya tidak pernah menjelaskan kenapa dirinya tidak boleh keluar rumah sembarangan, apalagi tanpa pengawalan.


Paman Herman semakin gelisah, alasan apalagi yang harus dia katakan pada kedua adiknya itu?


__ADS_2