
Lily masih lincah berputar-putar di kamar yang luas itu. lemari pakaian dibukanya dan banyak sekali gaun bagus warna warni membuat Lily berbinar.
"Kamu suka?" suara berat seorang pria membuat Lily terkejut.
Lily langsung merona ketika melihat seorang pria tampan berada di sampingnya. Awalnya Lily merasa takut, tapi melihat ketampanan pria itu, Lily menjadi malu sendiri.
"Apa kamu suka tempat ini?" tanya pria itu lagi. Tampa pikir panjang Lily pun mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Para dayang akan membantumu mengganti pakaian karena malam ini kita akan menikah."
Pria itu langsung meninggalkan Lily yang masih tercengang. Para dayang datang dan berjajar membawa satu set pakaian pernikahan. Lily semakin bingung.
"Apa maksudnya ini? aku mau menikah? aku kan masih sekolah? bagaimana bisa menikah?" Lily hanya bisa bertanya dalam hati. Para dayang langsung mengganti baju Lily. Lily hanya diam tak melawan. Dia menurut saja saat dayang mendandaninya. Percuma saja bertanya, pasti orang orang ini hanya diam tak menjawab. Begitu pikir Lily.
Lily terlihat semakin cantik. Dia sangat kagum dengan penampilannya sendiri. Ternyata setelah didandani, Lily terlihat lebih dewasa.
Antara percaya dan tidak, Lily tetap mengikuti arahan dan petunjuk para dayang. Setelah siap Lily dikawal menuju aula istana. Suasana sangat meriah. Tampilan pernak pernik pernikahan sudah tertata rapi menambah semarak acara pada hari itu.
"Apakah aku akan benar benar menikah?" Lily terus bertanya pada dirinya sendiri.
Semua hadirin tampak gembira. Mereka tidak menyangka jika mempelai wanita sangatlah cantik dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Ternyata lebih cantik dibanding sang permaisuri " begitu lah bisik bisik para tamu. Lily menjadi penasaran dengan wajah permaisuri yang sedang dibicarakan. Lily jadi besar kepala kare ternyata dirinya dikatakan lebih cantik daripada sang permaisuri.
Saat tiba di altar, pangeran kedua sudah menyambutnya dengan senyuman. Lily semakin tersipu karena ternyata suaminya semakin tampan setelah mengenakan baju pengantin yang sama dengannya.
Lily dan pangeran melakukan upacara pernikahan dengan lancar. Semua tamu menikmati acara tersebut hingga selesai. Tak sengaja pandangan Lily tertuju pada perempuan yang bersanding dengan sang raja.Lily pun terkejut, dia merasa mengenal perempuan itu.
"Siapa perempuan itu?" bisik Lily pada pangeran yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.
__ADS_1
"Dia permaisuri kerajaan ini. Istri dari sang raja, kakakku." Jawab pangeran kedua.
Lily terus memandang sang permaisuri. Begitu juga dengan Siska. Siska sendiri merasa mengenal Lily tapi sedikit lupa. Siska pun terus memandang Lily dengan seksama.
Di sudut lain, mbak Dwi merasa sakit hati. Ternyata tuannya menikahi Lily dan seperti memanjakan Lily tanpa menghiraukannya. Mbak Dwi mengepalkan tangannya penuh rasa benci terhadap Lily.
Setelah acara pernikahan selesai, Lily kembali ke kamarnya diantar dayang. Sementara suaminya masih tinggal di aula karena masih ada urusan dengan raja dan ibu suri. Siska juga pamit kembali ke kamarnya dengan alasan sudah lelah. Sang raja pun mempersilakan istrinya untuk kembali ke kamarnya terlebih dahulu.
Ternyata Siska tidak menuju kamarnya, melainkan mengikuti Lily ke kamarnya.
"Tunggu ..." Siska memanggil Lily setelah jauh dari aula istana.
"Iya.." Lily menoleh dan tercengang ketika melihat Siska.
"Kamu?"
Siska dan Lily sama sama kaget. Meskipun tidak tahu namanya tapi mereka pernah bertemu sebelumnya. Siska langsung meminta Lily agar mengajaknya masuk ke dalam kamar. Lily mengerti dan meminta para dayang mengantarnya sampai depan pintu. Sementara Lily mempersilahkan Siska untuk masuk dan segera menutup pintunya.
"Bagaimana kamu bisa ada disini?" Lily sudah tidak sabar ingin tahu cerita Siska bisa sampai disana.
"Namaku Siska.. Aku memang dulu suka dengan Ilham tapi dia tidak menghiraukannya." jawab Siska kecewa ketika mengingat Ilham.
"Kamu sendiri kenapa bisa sampai sini?" Siska ikut penasaran dengan cerita Lily.
"Aku Lily, temannya Raya dan bang Ilham. Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa sampai sini. Seingatku aku sedang melamun di jendela. Begitu tersadar sudah ada disini dan menikah dengan pangeran. Suamiku itu beneran pangeran kan?" Lily sumringah setelah ingat dengan ketampanan suaminya.
"Mereka bangsa iblis. Aku sudah dijebak oleh pamanku hingga melahirkan anak raja disini." Jelas Siska singkat.
"Wow...Kamu sudah punya anak? kamu betah tinggal disini?" tanya Lily.
__ADS_1
"Mereka tidak seperti apa yang kamu lihat. Kamu akan jijik bila melihat wajah asli mereka. Aku ingin kembali ke dunia nyata tapi tidak tahu caranya." jelas Siska.
"Pria ganteng itu?" Lily menggantungkan ucapannya dan berucap lirih. Siska hanya menggelengkan kepalanya. Lily menjadi merinding.
"Besok kamu bisa melihat anak anakku. Kamu akan tahu wajah asli orang orang disini."
"Apa yang terjadi dengan anakmu?" tanya Lily penasaran.
"Tiga mirip manusia, tiga lagi mirip bapaknya."
"Anak kamu enam?" Lily pun melotot.
"Aku harus kembali ke kamar, pasti raja mencariku." Siska pamit takut dicurigai suaminya.
"Silahkan permaisuri.." Lily menirukan gaya hormat untuk Baginda seperti yang dilihatnya pada film kerajaan. Siska hanya tersenyum tipis dan segera keluar dari kamar Lily menuju kamarnya.
Setelah kepergian Siska, Lily jadi berpikir. Apa yang ada dipikirannya sehingga dia bisa begitu bahagia menerima pernikahan ini. Apa karena kegantengan suaminya? atau karena keadaan di sini yang begitu menakjubkan baginya?
Lily teringat akan Raya. Dia sudah melupakan kewajibannya. Hari telah malam, Lily segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Karena tak ada mukena, Lily pun menggunakan kain yang ada. Tidak tahu juga arah kiblat, Lily tetap melakukan sholat isya.
Lily sholat dengan khusyuk dan berdoa di akhir sholatnya agar tetap diberi perlindungan oleh Allah apapun keadaannya.
Apa yang terjadi di luar kamar Lily sungguh tak ada yang menyangka. Tiba-tiba saja terjadi guncangan seperti gempa bumi. Sang raja yang masih di aula bersama ibu suri dan pangeran kedua menjadi panik. Selama ini tidak pernah terjadi bencana seperti ini di kerajaannya.
Raja pun memerintahkan semua bawahannya untuk mencaritahu sebab bencana tersebut. Tak lama semua kembali seperti semula. Ibu suri kembali ke kediamannya begitu juga Raja yang menghawatirkan istri dan anaknya. Pangeran juga demikian, langsung berlari menuju kamar pengantin.
"Kamu tidak apa apa?" tanya pangeran khawatir tapi begitu heran melihat Lily sedang santai menikmati makan malamnya. Tadi di acara pernikahan Lily sama sekali belum mengambil makanan, kini perutnya terasa lapar.
"Memangnya ada apa?" Lily menjadi heran melihat pangeran yang datang dengan tergesa-gesa menghampirinya.
__ADS_1
"Barusan ada gempa bumi, apa kamu tidak merasakannya?" tanya pangeran lagi.
"Gempa bumi?"Lily semakin heran. Dari tadi dia baik baik saja di tempatnya dan tida ada gempa bumi seperti yang dikatakan suaminya.