
Bayu dan Agus tersenyum penuh kemenangan. Mereka sudah tidak mau menurut pada kakaknya lagi. Bayu dan Agus merasa hanya dijadikan alat saja oleh Herman. Dan kini mereka sudah bertekad untuk melepaskan diri dari kakaknya.
"Apa yang kita lakukan setelah ini mas?" Agus menjadi penasaran dengan tindakan Bayu setelah menyeret Herman ke penjara.
"Mas Herman sudah menjadi tersangka sekarang, dan kita sudah seharusnya keluar dari sini dan menikmati hidup kita." jawab Bayu setelah mereka kembali ke dalam sel.
"Bagaimana kita bisa keluar dari sini mas?" Agus masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bayu.
"Sudahlah! kita tunggu sampai malam ini. Aku pastikan besok pagi kita berdua sudah berada di alam bebas. Haha...."
"Heh berisik!" bentak tahanan lain di sel sebelah. Bayu segera menghentikan tawanya dan mengajak Agus istirahat sejenak sambil menunggu waktu tengah malam.
Malam semakin larut. Suasana di dalam penjara sangat suram. Para tahanan sudah pada tidur kecuali Bayu dan Agus yang sudah terjaga karena akan melakukan sesuatu.
"Kamu tetap siaga. Jika ada yang datang, langsungnya bangunkan aku!" bisik Bayu pada Agus karena akan mulai melepaskan rohnya untuk pulang menuju tempat ritual.
Bayu sudah memiliki kemampuan melepaskan roh nya untuk pindah ke lain tempat. Bahkan ilmunya sudah tinggi sehingga bisa membawa tubuh manusia ikut berpindah, seperti yang dia lakukan pada Siska dulu.
Berbeda dengan Agus yang memang sejak dulu tidak memiliki kemampuan khusus karena memang tidak bisa sekalipun dia sudah belajar dan berusaha.
Agus sudah duduk bersandar pada teralis besi guna mengamati keadaan di luar sel kalau kalau ada petugas jaga yang datang. Sedangkan Bayu langsung duduk bersila di sudut ruangan.
Sel tempat penahanan sementara untuk Bayu dan Agus tidak begitu ramai. Jadi mereka hanya berdua dalam ruang tahanan sampai menunggu persidangan. Dalam sel sebelah juga hanya ditempati satu atau dua orang saja.
Bayu sudah berhasil memisahkan roh dari tubuhnya. Kini dia langsung menuju apartemen mewahnya untuk melakukan ritual memanggil tuannya. Karena dia tidak bisa membawa apapun di dalam sel, tentu saja dia tidak bisa melakukan ritual disana.
__ADS_1
Tanpa mengulur waktu , Bayu langsung memanggil tuannya dan segera meminta tolong. Apapun akan dilakukan Bayu asalkan dia dan adiknya bisa keluar dari penjara tersebut.
Raja iblis langsung datang setelah Bayu memanggilnya dengan ritual. Sudah perjanjian jika Bayu dan Agus ingin meminta tolong, raja iblis akan siap membantu. Begitu juga sebaliknya.
"Apa kamu yakin akan memenuhi syarat ku kali ini?" Raya iblis tentu saja tidak akan menolong tanpa pamrih. Mereka sudah sepakat akan saling ada timbal baliknya.
Seperti saat ini, pas sekali raja iblis ingin meminta bantuan Bayu dan Agus. Ternyata justru Bayu yang memanggilnya duluan. Sang raja iblis tersenyum menyeringai, dia yakin jika Bayu pasti akan melakukan apapun yang diinginkannya.
"Memangnya apa syarat dari tuanku? Hamba dan adik hamba pasti akan memenuhinya jika kami mampu!" jawab Bayu meyakinkan.
"Baiklah! Aku tidak akan meminta hal yang aneh. Aku hanya mau kamu dan adikmu itu tinggal di duniaku dan menikahi adik perempuan ku. Kalian tidak perlu khawatir tentang harta. Apapun yang kalian inginkan, di tempatku, semuanya bisa kalian peroleh dengan mudahnya. Apa kamu mau?" tawar raja iblis .
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Belum berapa lama Bayu membicarakan hal tersebut dengan adiknya, ternyata sekarang malah mendapat undangan langsung dari sang raja. Tentu saja Bayu langsung setuju. Apalagi yang Bayu dan Agus inginkan, jika bukan hidup dengan mewah. Bayu langsung menerima syarat dari sang raja iblis tanpa banyak berpikir.
"Baiklah kalau begitu. Kembalilah! Aku pastikan besok pagi, kamu sudah berada di negeriku" sang raja iblis pun langsung menghilang.
"Bagaimana Gus?" tanya Bayu setelah kembali ke tubuhnya.
"Aman.." jawab Agus ikut gembira melihat wajah kakaknya yang begitu ceria.
"Bagaimana dengan ritual nya mas?" tanya Agus penasaran.
"Pasti dong... SUKSES!" Bayu sangat bangga dengan usahanya yang tidak sia sia.
"Tidurlah! Besok pagi akan ada kejutan untuk kita."lanjutnya.
__ADS_1
Bayu tidak menceritakan soal perjanjiannya dengan raja iblis kepada Agus. Apapun itu Bayu sangat yakin jika adiknya pasti menuruti apa yang dikatakan nya. Dan benar saja sekarang pun Agus langsung merebahkan dirinya di lantai yang dingin dan berharap kejutan besok pagi benar benar tidak mengecewakannya.
🪦🪦🪦
Sementara itu di sebuah rumah sakit Bhayangkara, Herman masih belum sadar juga. Karena klinik kepolisian tidak sanggup melakukan tindakan terhadapnya, maka Herman langsung dirujuk ke rumah sakit.
"Maaf Ndan..Menurut informasi yang ada, tuan Herman sudah tidak punya saudara lagi kecuali dua orang yang sekarang ada di dalam sel. Harusnya masih ada seorang putrinya tetapi beberapa hari yang lalu memang sudah diculik dan menurut kabar, penculiknya adalah kedua adiknya sendiri itu." lapor salah satu anggota polisi kepada atasannya.
"Apa mungkin yang dikatakan tuan Herman tadi adalah benar?" pikir komandan polisi malah heran .
Melihat kondisi Herman yang sangat lemah dan belum siuman, komandan polisi pun meninggalkan ruang perawatan dan meminta anak buahnya untuk berjaga di luar pintu ruang perawatan.
"Bagaimana.bos? apa yang akan kita lakukan? Sepertinya tuan besar dijaga dengan ketat"
"Kita lihat situasi dulu. Sepertinya pertahanan mereka tidaklah kuat. Kita bisa memanfaatkan kelengahan mereka untuk bisa masuk nanti."
Anak buah Herman yang sebelumnya mendapat perintah untuk mencari Anton sangat terkejut ketika kembali ke rumah mendapat laporan dari sekuriti di pos penjagaan. Saat itu pula mereka mendatangi kantor polisi untuk mencari informasi tuan besarnya.
Anak buah Herman hanya mengawasi dari tempat yang tidak jauh dari kantor polisi. Mereka hanya mendapatkan kabar dari desas desus orang bahkan petugas kepolisian yang sedang istirahat makan di warung. Mereka tidak melakukan hal apapun yang bisa mengancam keberadaan mereka.
Tak disangka berita kepindahan Herman yang dibawa ke rumah sakit langsung sampai ke telinga mereka begitu mobil kepolisian yang membawa Herman keluar dari kantor polisi. Anak buah Herman tentu saja mengikutinya. Dan lagi lagi mereka hanya mengamati dari jarak jauh.
"Kita akan menyelamatkan tuan besar saat malam tiba. Sekarang masih ramai, kita bisa ketahuan nanti." ucap komandan pengawal.
"Siap!"
__ADS_1
Mereka keluar dari rumah sakit setelah mengetahui Herman dirawat di NICU. Mereka hanya menunggu waktu sampai tengah malam tiba dan situasi sudah mulai tenang.
Hingga malam tiba, Haris sebagai komandan pengawal dan dua anak buahnya sudah menyamar menjadi perawat jaga. Tanpa ada yang curiga karena mereka berseragam perawat dan kewajiban memakai masker masih diterapkan. Mereka bertiga berjalan di koridor rumah sakit tanpa ada yang menghiraukan.