Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 111 (terpesona )


__ADS_3

Raja dan adiknya hanya bisa berkeliling di luar rumah Raya. Pagar pembatas sangat kuat, bahkan sang raja pun tidak bisa menembusnya.


"Kita hanya bisa menunggu istrimu keluar. Dengan begitu kita bisa langsung membawanya ke alam kita." raja meyakinkan adiknya jika mereka masih punya harapan untuk membawa Lily kembali. Pangeran kedua sangat percaya dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


Lama mereka berdua menunggu tetapi tidak ada hasil. Lily tak kunjung keluar. Bahkan penghuni lain pun tak ada yang keluar dari rumah.


Ternyata di dalam rumah Raya semua sedang berkumpul. Termasuk kyai Arifin yang belum kembali ke kampung halamannya.


Kyai Arifin dan istri memang sengaja tinggal di kota dan hanya adik adik kyai Arifin yang sudah pulang duluan begitu juga dengan Ali. Untuk menghemat biaya tinggal di kota yang entah berapa lama, papa Sigit pun mengajak kyai Arifin untuk tinggal di rumahnya. Rumah Raya cukup luas dan masih muat jika ditinggali beberapa orang lagi.


Kedatangan raja dan pangeran tenyata sudah diketahui oleh kyai Arifin. Maka dari itu kyai Arifin tidak mengijinkan siapapun untuk keluar rumah. Lily yang sudah tidak ingat dengan kejadian yang menimpanya di dunia iblis hanya bisa bingung tanpa bertanya. Lily pun tidak tertarik dengan cerita dunia iblis yang dibicarakan kyai Arifin.


Raya dan Manda terus bersama Lily dan menjaganya. Manda menginap beberapa hari di rumah Raya karena ingin bersama dengan Lily juga. Meskipun mereka tahu jika Lily sudah tidak mengingatnya, tetapi Raya dan Manda tetap mengkhawatirkannya.


"Apa menurutmu Lily benar benar sudah melupakannya?" Manda seakan tidak percaya dengan semua yang dilihatnya.


"Melihat apa yang dilakukannya, sepertinya Lily memang tidak ingat apa-apa tentang kejadian itu." bisik Raya membuat Manda merasa lega.


"Bagaimana dengan raja dan pangeran yang ada di luar sana? apa kamu bisa melihatnya? apa benar mereka sangat tampan seperti yang dibilang Lily?" Manda semakin penasaran dengan cerita Lily sebelumnya. Apalagi sekarang pangeran yang disebut oleh Lily ada di depan rumah Raya. Manda tahu jika Raya bisa melihat makhluk astral, jadi Manda tidak menyia-nyiakan kesempatan. Setidaknya sekalipun Manda tidak bisa melihatnya sendiri, dia bisa tahu dari penjelasan Raya.


"Memang tampan bahkan melebihi para artis dari Korea. Sayang saja mereka tidak punya kaki dan terus melayang di depan sana. Memangnya kenapa? kamu tertarik? hati hati..Jika mereka tahu ada yang tertarik bisa bisa kamu juga akan dibawa oleh mereka karena dipikirnya kamu bersedia menjadi pasangan mereka." Raya pun menakut nakuti Manda yang sejak tadi kepo dengan penampilan raja dan pangeran iblis.

__ADS_1


Manda menjadi ngeri. Meskipun apa yang diceritakan Lily sebelumya sangat menggiurkan tinggal di kerajaan iblis tetapi disana bukanlah alamnya. Takutnya jika sudah ada disana dia tidak bisa kembali ke dunia manusia. Manda langsung diam tidak membahas dunia iblis lagi.


Kyai Arifin terus mengawasi keberadaan raja dan pangeran yang masih ada di luar halaman rumah Raya. Ternyata raja dan pangeran tidak bergeming sama sekali, mereka tetap betah tinggal disana menunggu orang yang dicarinya muncul untuk dibawa kembali ke alamnya.


"Bagaimana dengan kegiatan kami kyai?" papa Sigit mulai gelisah. Jika begini terus bukankah akan menghalangi kegiatan mereka di luar rumah?


Kyai Arifin berpikir sejenak. Sudah dua hari mereka tidak keluar rumah karena raja dan pangeran itu tidak juga pergi. Papa Sigit sudah ijin cuti, sedangkan Raya, Manda dan Lily juga sudah bolos sekolah. Jika begini terus mereka pasti akan ditegur oleh pihak terkait.


Memang benar yang dikatakan papa Sigit, jika begini terus pasti mereka tidak bisa beraktifitas. Akhirnya kyai Arifin mengijinkan papa Sigit untuk beraktivitas di luar rumah. Target raja dan pangeran iblis pasti hanya Lily, jadi tidak mungkin mempengaruhi papa Sigit dan yang lainnya.


Keesokan harinya ternyata raja dan pangeran masih ada di sana. Papa Sigit sudah mulai masuk kerja. Lagipula beliau tidak bisa melihat penampakan bangsa iblis jadi papa Sigit biasa saja saat keluar rumah. Dan benar saja tidak terjadi apapun pada beliau. Menurut pengamatan kyai Arifin raja dan pangeran hanya melihat kepergian papa Sigit tanpa melakukan tindakan apapun.


Raya dan Manda berangkat dengan diantar pak Harun. Manda dan pak Harun memang tidak bisa melihat tetapi berbeda dengan Raya. Raya bisa melihat keduanya.


"Ternyata memang ganteng.." Raya tersenyum sendiri melihat raja dan pangeran yang berdiri di luar pagar.


Ternyata senyuman Raya membuat raja salah mengartikannya. Begitu melihat Raya, sang raja justru tertarik.


"Kamu disini saja, tunggu istrimu keluar!"raja meninggalkan pangeran mengejar mobil yang baru keluar.


"Baginda mau kemana?" pangeran heran melihat kakaknya yang mengejar mobil. Raja tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam mobil yang ditumpangi Raya.

__ADS_1


Raya sangat terkejut karena raja iblis masuk ke dalam mobilnya dan berada tepat di hadapannya. Raya pun berpura-pura tidak melihat. Jantungnya berdebar menahan takut.


"Kamu kenapa Ray?" Manda yang melihat Raya gelisah jadi bingung.


"Aku gapapa..." Raya tidak berani cerita karena sang raja begitu dekat di depan wajahnya. Raya pun melihat keluar jendela dan menutupi mulutnya dengan tangan.


Kini raja sudah duduk di tengah tengah antara Raya dan Manda. Dia mulai meraba tangan Raya, membelai dan mencium rambutnya. Raya begidik ngeri tapi berusaha biasa saja.


Tak lama mereka sudah sampai ke sekolah. Raya langsung keluar dan berlari menuju kelasnya. Manda yang heran langsung mengejar Raya.


Sampai di kelas, Raya mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Manda ikut ngos-ngosan karena mengejar Raya. Mereka berdua menjadi pusat perhatian siswa yang lain tetapi tidak ada yang komentar.


"Kamu kenapa? langsung pergi saja." Manda masih bingung dengan Raya.


"Raja itu...Raja itu mengikuti kita dari rumah sampai sini!" ucap Raya sambil memperhatikan sekelilingnya. Takutnya sang Raja masih mengikutinya.


"Apa? jadi kamu gelisah di mobil karena ada raja iblis disana?" Manda sangat terkejut, Raya hanya mengangguk dan langsung duduk di bangkunya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Pelajaran dimulai tapi Raya malah berkeringat dingin. Bagaimana tidak, ternyata sang raja sudah duduk di meja depan Raya dan menghalanginya melihat ke papan tulis.


Wajah Raya semakin pucat tapi berusaha santai. Manda terus mencolek lengan Raya dan ingin bertanya tapi tak berani. Saking takutnya, Raya pun pingsan. Manda bingung dan meminta pada guru agar membawa Raya ke UKS.

__ADS_1


__ADS_2