
Dua hari berlalu, malam itu mama Lily tiba-tiba terbangun dan ingin ke kamar kecil. Namun papa Lily tidak mau mengantarkannya. Masak di rumah sendiri takut? begitu ucap papa Lily saat istrinya terus merengek minta diantar.
Sebenarnya mama Lily memang berani karena di rumah sendiri. Namun entah mengapa malam itu terasa aneh baginya. Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri, ditambah lagi beliau seperti melihat sekelebat bayangan di rumahnya. Namun begitu dipastikan melihat, tak ada bayangan apapun disana.
Mama Lily terus membangunkan suaminya tapi tetap tak dihiraukan. Karena sudah tidak tahan, mama Lily pun pergi sendiri ke toilet yang letaknya di sebelah dapur. Dalam kegelapan yang masih bisa terlihat pandangan, mama Lily berlari ringan di dalam rumah menuju kamar kecil.
Saat melewati dapur, mama Lily melihat mbak Dwi sedang memakan sesuatu tapi dalam posisi membelakanginya.
"Kenapa makan dalam keadaan gelap?" mama Lily yang penasaran langsung menyalakan lampu dan memanggil mbak Dwi.
Mbak Dwi yang terkejut langsung berbalik dan membuat mama Lily ketakutan. Untung saja beliau masih punya kekuatan untuk berlari. Mama Lily berlari kembali ke kamarnya dan segera menutup pintu dengan membantingnya tak lupa juga mengunci pintu secepat mungkin.
Karena sudah tidak bisa tidur setelah dibangunkan istrinya, tentu saja papa Lily sangat terkejut mendengar suara pintu ditutup dengan kerasnya.
"Kamu kenapa sih ma?" alih-alih mau marah, papa Lily lebih terkejut lagi ketika melihat istrinya malah mengompol dan masih bersandar di pintu. Mama Lily sudah tidak merasakan apapun, dia pun pingsan.
Papa Lily tentu saja jadi panik. Beliau terus memanggil mbak Dwi karena yang ada di rumah hanya mereka bertiga saja. Karena mbak Dwi tak kunjung datang, papa Lily sendiri yang mengurus istrinya. Papa Lily segera menelpon Lily meskipun sudah larut dan menceritakan semua yang terjadi meskipun tidak yakin dengan semua yang dikatakannya sendiri.
Mendengar cerita papanya ,Lily jadi khawatir. Dia pun membangunkan Raya dan menceritakan apa yang dialami mamanya.
"Gimana ceritanya?" tanya Raya kurang begitu paham.
"Gak tau pastinya, papa bilang gak biasanya mama minta diantar ke kamar kecil tapi papa menolak. Tak berapa lama mama menutup pintu dengan keras dan terus ngompol. Aneh gak sih?" cerita Lily.
__ADS_1
"Apa mungkin mama kamu melihat sesuatu di dapur seperti semalam?" ungkap Raya.
"Kalau iya gimana Ray?" Lily tampak lebih khawatir lagi.
Apa yang bisa dilakukan mereka? hari sudah sangat larut. Haruskah Raya membangunkan papanya? Masalah semakin rumit, Raya juga tidak punya solusi. Jalan satu satunya adalah meminta bantuan orang dewasa.
Raya segera membangunkan papanya untuk meminta tolong. Raya dan Lily menceritakan kejadian dua malam di rumah Lily dan sekarang papa Lily menelponnya menceritakan kejadian yang menimpa mamanya.
Papa Sigit tidak banyak berpikir, beliau langsung menelpon sahabatnya yaitu om Reno untuk menemaninya pergi ke rumah Lily. Tak lupa papa Sigit juga menghubungi kyai Arifin karena sebelumnya papa Sigit sudah mendapat pesan dari kyai Arifin,jika ada hal yang berhubungan dengan dunia lain harus segera memberitahu beliau tidak peduli dalam waktu apapun.
Setelah kedatangan om Reno, papa Sigit,Raya dan Lily segera berangkat ke rumah Lily. Ternyata om Reno juga membawa sahabatnya yang memiliki Indra keenam dan sudah biasa bertemu dengan makhluk dari alam lain termasuk bangsa jin dan iblis.
"Kamu yakin Ray ada kejadian seperti itu di rumah Lily" tanya om Reno memastikan karena cerita dari papa Sigit kurang jelas.
"Dari ceritanya seperti memang ada sesuatu dengan perempuan itu. Tapi aku belum bisa memastikannya sebelum bertemu langsung dengan orangnya." jawab sahabat om Reno yang ternyata bernama om Bagas.
Tak berapa lama,mereka sampai di rumah Lily dan mengetuk pintu.Lama mereka berada di depan pintu tapi tak ada siapapun yang membukanya. Suasana rumah tampak sepi seperti tak ada tanda-tanda kehidupan.
"Kenapa sepi begini?" tanya papa Sigit masih mengetuk pintu dengan keras. Lily segera menelpon papanya tapi nomornya malah gak aktif, begitu pula dengan nomor mamanya. Lily menjadi khawatir.
Om Bagas merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi di dalam. Beliau minta ijin untuk mendobrak pintu saja, besok tinggal memanggil tukang kunci untuk mengganti kunci pintu nya.
Setelah mendapat persetujuan dari Lily, om Bagas, om Reno dan papa Sigit segera mendobrak pintu secara bergantian. Tak lama mereka berhasil membuka pintu tapi susana masih sangat sepi..
__ADS_1
Lily langsung masuk ke kamar orangtuanya setelah mengetuk pintu tapi tak mendapat respon. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui tak ada siapapun disana. Lily semakin panik. Tadi waktu papanya telpon seharusnya posisi mereka ada di kamar. Namun sekarang sudah kosong dan tempat tidur sangat berantakan.
Lily segera pergi ke kamar mbak Dwi diikuti Raya dan yang lainnya. Sementara om Bagas sedang mendeteksi sesuatu di kamar tersebut.
Di kamar mbak Dwi, Lily juga tidak mendapati siapapun tapi kasur masih terlihat rapi. Lily mulai melemas dan bersandar pada pintu yang terbuka.
Raya , papa Sigit dan om Reno hanya saling pandang.
Tak berapa lama om Bagas datang dan memberitahukan jika di rumah itu memang ada yang tidak beres tapi samar. Tidak terdapat aura kuat jika ada penghuni lain disana.
"Sepertinya rumah ini memang kosong" ucap om Bagas.
"Lantas dimana kedua orangtua saya?" Lily sudah lemas karena tak tahu keberadaan orangtuanya.
"Sabar ya Ly.." Raya pun menenangkan sahabatnya itu.
Om Sigit langsung mendeteksi seisi rumah dan mencari tanda tanda kehidupan terakhir orang disana. Sementara papa Sigit sudah mengirim pesan kepada kyai Arifin dan menceritakan apa yang terjadi. Kyai Arifin pun meminta foto kedua orang tua Lily untuk dicaritahu keberadaan nya.
Raya ternyata juga menelpon Ali dan melakukan panggilan VC. Raya pun menceritakan semuanya. Ali juga melakukan apa yang dikatakan kyai Arifin. Bagaimanapun juga Ali sekarang sudah punya ilmu untuk mencari orang hilang selama mereka masih berada di alam dunia.
Sambil menunggu orang orang mendeteksi keberadaan orangtua Lily, Raya memberanikan diri menelusuri rumah termasuk kamar Lily yang waktu itu ada makhluk lain yang dilihatnya sekalipun hanya dari layar hape. Namun Raya tidak melihat suatu penampakan apapun.
Ali pun menelpon Raya dan memberitahukan jika orangtua Lily berada tak jauh dari rumahnya. Kemungkinan ada di belakang rumahnya. Saat itu kyai Arifin juga memberitahukan jika orangtua Lily ada di sebelah Utara tak jauh dari rumah dan itu memang menunjuk pada kebun belakang rumah Lily.
__ADS_1
"Papa..mama..."