
Keesokan paginya..
Raya menjemput kedua temannya untuk berangkat sekolah. Raya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hari masih terlalu pagi untuk tiba di sekolah. Raya sengaja mengajak kedua sahabatnya berangkat pagi karena ingin membicarakan sesuatu.
"Bagaimana kabar Tante Rossi Ray?" tanya Manda menghabiskan bekal yang dibawakan mamanya karena tidak sempat sarapan di rumah.
"Masih seperti biasanya. Mama selalu teriak karena didatangi makhluk halus. Namun anehnya, saat ada aku makhluk itu tidak muncul." jelas Raya.
"Kok bisa?" Lily pun tak mau ketinggalan.
"Entahlah! aku sendiri juga heran." Raya memarkirkan mobilnya di halaman parkir sekolah yang masih sepi.
"Kita ngobrol di kantin aja yuk!" ajak Raya pada kedua sahabatnya.
"Iya.. sepertinya di sana masih sepi!" Lanjut Lily.
Mereka bertiga meletakkan tas nya di kelas terlebih dahulu. Memang masih sepi, hanya ada beberapa anak yang sudah masuk. Itupun karena rumahnya jauh dari sekolah. Jadi harus berangkat lebih awal.
Raya,lily dan Manda bergegas ke kantin yang juga belum buka. Mereka hanya numpang duduk di bangku kantin sekolah. Karena masih sepi, mereka bisa leluasa mencari tempat duduk yang mereka anggap nyaman untuk bercerita.
"Jadi, apa yang ingin kamu ceritakan Ray?" Manda membuka suara.
"Kita sudah seminggu masuk sekolah, apa kalian merasa ada yang aneh?"tanya Raya memastikan jika kedua sahabatnya memiliki pemikiran yang sama dengan nya.
"Aneh gimana?"Lily tidak mengerti begitu juga dengan Manda. Sepertinya kedua sahabat Raya tidak merasakan apa yang dirasakan oleh raya.
"Tyo tidak pernah muncul. Kamu bilang dia berlibur ke luar negri! trus..belum balik gitu?"tanya Raya pada Lily yang saat itu sempat bilang jika Tyo berlibur ke luar negri tanpa memberi kabar padanya.
"Ya..itu kata orang tuanya saat aku tanya. Kalau kenyataan nya aku kurang tau juga sih!" elak Lily.
"Gimana kalau nanti sore kita cek ke rumahnya?"usul Manda membuat Raya dan Lily tertegun. Tidak biasanya Manda memiliki ide cemerlang seperti ini.
__ADS_1
"Iya boleh!" jawab Raya antusias.
" Aku setuju saja! tinggal ngikut doank!" Lily menanggapi.
Mereka bertiga sepakat untuk mendatangi rumah Tyo sepulang sekolah nanti. Raya hanya ingin memastikan keadaan Tyo yang tiba-tiba hilang tanpa kabar.
💮💮💮
Sore harinya..
Raya, Lily dan Manda sudah tiba di kediaman orang tua Tyo. Rumahnya lumayan besar karena ternyata orang tua Tyo merupakan salah satu keluarga terpandang di daerahnya.
"Assalamualaikum Tante.. kami teman sekolahnya Tyo.
Maaf Tante, memangnya Tyo kemana?" tanya Raya langsung pada Mama Tyo karena merasa selama ini dialah yang paling dekat dengan Tyo.
"Tyo ada di Singapore, sedang menjalani perawatan!" jawab Mama Tyo ketus.
"Memangnya apa yang terjadi pada Tyo? kenapa harus disembunyikan dari kami? Apa kami tidak boleh tau apa yang terjadi?"tanya Raya lagi memberanikan diri.
"Sabar Tante... Tante ceritakan yang jelas pada kami, Apa yang sebenarnya terjadi pada Tyo?"Manda mendekati mama Tyo dan menenangkannya. Lily pun langsung memeluk Raya yang pasti syok karena bentakan dari mama Tyo.
"Dia kecelakaan dan mengalami koma. Sampai saat ini Tyo belum sadarkan diri!" jawab Mama Tyo masih emosi.
" Memangnya apa yang terjadi Tante, kenapa Tante menuduh Raya yang menyebabkan kecelakaan pada Tyo? memangnya waktu kejadian Tyo sedang bersama Raya? tidak kan?" Manda mencoba mengajak diskusi mama Tyo.
"Paranormal yang pernah mencoba menyembuhkan Tyo mengatakan jika Tyo diganggu oleh makhluk tak kasat mata yang selalu bersama perempuan yang dekat dengan Tyo. Bukankah perempuan itu adalah kamu?" Mama Tyo masih menuding Raya.
"Tante.. Memangnya perempuan yang dekat dengan Tyo hanya saya saja? kami semua dekat kok!" protes Raya.
"Tapi Tyo selalu menyebut nama kamu saat cerita. Tidak pernah sekalipun menyebut nama perempuan lain." Mama Tyo masih pada pendiriannya.
__ADS_1
"Tapi saya tidak pernah diikuti siapapun Tante!"Raya masih membela diri.
Lily dan Manda yang melihat perseteruan Raya dan mama Tyo menjadi tidak enak hati. Lily menggandeng Raya, sementara Manda pamitan pada mama Tyo yang masih tidak bersahabat.
"Kami permisi pulang dulu Tante. Lain kali kami akan berkunjung lagi." pamit Manda pada mama Tyo. Mereka bertiga pun kembali pulang.
"Kenapa aku yang dituduh sebagai penyebab kecelakaan yang dialami Tyo? aku bahkan tidak tau keadaanya untuk terakhir kalinya." ucap Raya dalam perjalanan pulang mengantar Lily dan Manda.
"Sabar Ray..Kita akan temukan solusinya perlahan lahan. Jangan terlalu di ambil hati ucapan mama Tyo tadi!" Lily menenangkan Raya.
Raya sudah mengantar kedua sahabatnya ke rumah mereka masing-masing dengan selamat. Kini Raya melanjutkan perjalanan pulangnya. Raya menggerutu sepanjang jalan pulang. Dia masih tidak terima dengan tuduhan yang diterimanya. Kenapa mama Tyo langsung menuduhnya tanpa menghiraukan perasaannya.
Brugghh..
"Lagi dan lagi..."
Raya menarik nafasnya dalam-dalam. Raya kembali heran, lagi lagi dia menabrak anak kecil seperti waktu itu. Raya yang telah menghentikan laju mobilnya, tidak langsung menghampiri anak yang ditabraknya tersebut. Dia hanya diam menunggu perkembangan selanjutnya.
Tak lama seseorang mengetuk kaca pintu mobilnya. Raya menjadi terkejut dibuatnya.
"Maaf nona..sebaiknya anda segera jalan. Anda menghalangi jalan kami semua." ucap seorang lelaki di samping mobil Raya yang berhenti.
"Maaf mas..baru saja saya menabrak seorang anak kecil. Saya tidak berani turun, makanya dari tadi saya diam di sini!" ucap Raya membela diri.
Pemuda tersebut langsung terkejut mendengar ucapan Raya. Karena dirinya berada di luar, pemuda tersebut langsung menuju depan mobil Raya dan melihat apa yang ada di sana. Pemuda itu pun menggelengkan kepalanya. Dia tidak melihat apapun di depan Raya. Raya pun terkejut dibuatnya.
"Maaf nona..tidak ada apapun di depan mobil anda. Sebaiknya anda segera melanjutkan perjalanan. Atau meminggirkan mobil anda sebentar." ucap pemuda itu.
"Masasih? tadi aku menabraknya dengan sangat jelas!" Raya sendiri masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Padahal saat mobilnya menabrak anak tersebut, Raya merasakan guncangan pada tempat duduknya. Sudah sangat jelas yang dirasakannya, tapi kenapa sekarang justru tidak ada anak kecil yang ditabraknya?
Karena penasaran, Raya turun dari mobilnya dan melihat ke kolong mobil. Ternyata memang tidak ada sesuatu di sana.
__ADS_1
"Maaf mas..terimakasih sudah menyadarkan saya." Raya kembalian masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya secara perlahan meninggalkan tempat tersebut. Raya pun berkonsentrasi melajukan mobilnya untuk kembali pulang. Kali ini Raya sangat fokus mengendarai mobilnya, takut terjadi sesuatu lagi padanya.
"Keluarlah dan pergi! Jangan coba-coba menakuti pengendara lagi!" ucap pemuda itu pada seorang anak kecil yang entah darimana munculnya. Anak tersebut langsung mengejek dan berlari meninggalkan pemuda tersebut.