Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 26(Raya hilang.. Lagi?)


__ADS_3

Ali segera mencari Raya, Ilham dan Manda di kebun milik kyai Arifin yang letaknya tak jauh dari rumah kyai Arifin tersebut. Ali harus segera mengajak Raya pulang sebelum terjadi sesuatu padanya.


Ali mencari keberadaan Raya di sekitaran kebun, namun tak melihat siapapun di sana. Ali bertanya pada pekerja di sana, mereka bilang Ilham dan temannya ada di kebun melon yang letaknya agak ke dalam. Ali segera masuk ke dalam kebun tersebut. Dari jauh Ali hanya melihat Manda dan segera mendekatinya.


"Manda.. di mana Raya dan Ilham?" tanya Ali pada Manda. Manda sangat terkejut melihat Ali yang datang tiba-tiba.


"Mereka ada di sebelah sana!" tunjuk Manda pada rumah rumahan tempat mereka makan melon tadi.


Ali segera menuju ke sana. Manda yang merasa aneh dengan sikap Ali langsung saja mengikutinya.


"Pasti ada kisah seru setelah ini!" batin Manda yang semakin penasaran dengan Ali.


Saat sampai di rumah rumahan yang ada di kebun agak dalam, Ali memandang sekeliling mencari keberadaan Raya namun tidak menemukannya. Ali hanya melihat Ilham yang masih menyelesaikan makan buah melon nya.


Manda juga mencari keberadaan Raya yang sudah tidak bersama Ilham.


"Ilham..di mana Raya?" tanya Ali masih memandang sekeliling mencari Raya.


"Loh..bukannya tadi menemui kamu?" jawab Ilham melihat ke arah Raya pergi tadi.


"Apa?" Ali dan Manda sama sama terkejut. Mereka memandang ke arah yang ditunjuk Ilham. Ilham juga heran karena tidak ada siapapun di sana.


"Tadi kamu berdiri di sana memanggil Raya." jawab Ilham yang tidak curiga sama sekali.


Ilham yang bisa melihat makhluk halus menjadi heran. Kenapa dia tidak curiga sama sekali dengan penampakan Ali yang memanggil Raya. Mungkin karena tadi Ilham sempat cemburu, dan Raya melarang Ilham saat mau ikut dengannya menemui Ali.


"Tapi aku baru datang. Kyai Arifin memintaku mencari kalian agar segera pulang!" ucap Ali.


"Lalu dimana Raya?" Manda mulai khawatir. Ali dan Ilham ikut khawatir.


"Cepat kita tanya pada para pekerja dan segera melaporkan pada kyai Arifin jika Raya menghilang!" Ali segera mencari pekerja yang tak jauh dari sana untuk menanyakan keberadaan Raya. Manda dan Ilham pun turut bertanya pada pekerja lainnya.


Nihil, tak satupun dari pekerja yang ditanya tau keberadaan Raya. Mereka bertiga pun semakin gelisah.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Beberapa menit sebelum kedatangan Ali...


Raya dan Ilham sedang menikmati melon yang manis itu. Manda masih mencari informasi pada pekerja tentang cara menanam buah melon yang benar.


Saat mengedarkan pandangannya, Raya tak sengaja melihat Ali sedang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Ilham pun melihatnya. Ali melambaikan tangannya pada Raya. Entah kenapa Raya pun ingin menghampiri Ali.


"Bang Ilham aku ke sana dulu ya?" pamit Raya hendak pergi.


"Aku ikut Ray.." pinta Ilham.


"Gak usah bang, aku sendiri saja! Bang Ilham lanjutkan saja makan buah melon nya. " tolak Raya.


"Baiklah!" meskipun sedih, Ilham tidak berani menyangkal ucapan Raya.


Raya pun beranjak meninggalkan Ilham. Dan Ilham melanjutkan acara makannya. Tak lama hanya dua suapan, tiba-tiba Ali datang menanyakan keberadaan Raya.


Ilham menjadi heran dibuatnya, apalagi saat melihat ke arah tujuan Raya dan tidak menemukan Raya di sana.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Setelah mencari Raya namun tidak menemukannya. Ali, Ilham dan Manda akhirnya kembali ke rumah kyai Arifin. Mereka langsung menceritakan kejadian yang menimpa Raya.


"Bagaimana ini Kyai?" tanya papa Sigit panik.


" Kamu tenang dulu Sigit!" jawab Kyai Arifin.


"Ilham..ikutlah Ali mencari Raya!" perintah kyai Arifin pada putranya.


"Baik Ayah!" jawab Ilham. Ali ikut mengangguk. Mereka berdua pamit untuk mencari Raya, entah kemana mereka harus mencari?


Ali bisa saja mencari keberadaan Raya, tetapi harus melakukan ritual terlebih dahulu. Namun saat ini Ali sedang bersama Ilham, sedangkan di rumah nya ada kedua pamannya yang melakukan ritual juga. Ali menjadi bimbang.


"Ali..bukankah waktu itu kamu bisa menemukan Raya?" tanya Ilham yang menyadari jika saat itu Ali bisa dengan mudahnya menemukan Raya, padahal seluruh warga kampung sudah mencari namun tidak ketemu.


Ali hanya diam mendengar ucapan Ilham. Haruskah dia menceritakannya pada Ilham tentang ritual yang dilakukannya?

__ADS_1


"Tidak!" mungkin itu yang dipikirkan Ali saat ini.


"Aku hanya tidak sengaja menduganya!" jawab Ali tak ingin Ilham curiga.


"Ayo kita ke hutan belantara, pasti Raya ada di sana sama seperti waktu itu!" ajak Ilham. Ali tak banyak berpikir, dia pun mengikuti kemana Ilham pergi.


Sementara itu, kyai Arifin dan juga saudaranya yang telah dimintai pertolongan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi petunjuk dalam mencari Raya.


" Papa Sigit yang tidak begitu paham hanya diam mengikuti. Akankah Ali bisa menemukan putrinya lagi seperti waktu itu?" pikir papa Sigit.


Papa Sigit ikut memanjatkan doa. Yang beliau hafal saja, karena papa Sigit memang tidak tau, apakah ada doa meminta pertolongan untuk mencari seseorang?


Mama Rossi yang sudah sadar dari pingsan nya langsung histeris begitu mengingat kembali kabar hilangnya Raya.


"Raya..." jerit mama Rossi. Papa Sigit pun menenangkan istrinya tersebut. Manda juga bingung mau berbuat apa?


Istri kyai Arifin hanya bisa memberikan air minum pada mama Rossi agar sedikit lebih tenang.


"Papa..Raya dimana?" Mama Rossi menangis di pelukan papa Sigit.


"Sabar ya ma..kita berdoa bersama-sama, semoga Raya diberi perlindungan oleh Allah SWT." papa Sigit pun memeluk mama Rossi dengan hangat. Papa Sigit tidak ingin istrinya terlalu khawatir memikirkan Raya sehingga bisa membuat kesehatannya melemah.


Kyai Arifin dan saudara saudaranya terus melafalkan ayat suci Al-Qur'an dan memohon petunjuk langsung dari yang Maha Kuasa. Namun tidak ada bayangan sama sekali yang terlintas di benak kyai Arifin.


Sementara itu, Ali dan Ilham sudah sampai hutan belantara tempat ditemukannya Raya dulu saat menghilang. Namun mereka tidak mendapati siapapun di sana.


Hutan tersebut sebenarnya adalah hutan terlarang. Siapapun tidak ada yang berani memasukinya, karena telah dipercaya jika sudah masuk ke dalam sana maka dipastikan tidak akan bisa keluar dengan selamat.


"Kamu yakin Ali, dulu Raya kamu temukan di sini?" tanya Ilham sedikit ragu.


"Iya..memang ini tempatnya. Aku menemukannya di akar pohon sebelah sana!" tunjuk Ali tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Ilham pun mendekati pohon tempat ditemukannya Raya dahulu oleh Ali. Dia memastikan jika apa yang terjadi dulu ada sangkut pautnya dengan hilangnya Raya saat ini.


"Ali apakah saat ini Raya masih berada di sini? apa petunjukmu.. " tanya Ilham yang tau pasti jika Ali memiliki suatu keajaiban.

__ADS_1


"Aku kurang tau! kan sudah aku bilang saat itu aku hanya kebetulan lewat dan menemukan Raya di sini." jawab Ali. Ilham hanya tersenyum menyeringai.


Tak lama kemudian suasana menjadi gelap, dan angin berhembus sangat kencang sekali. Ali mencari pohon untuk berlindung. Sementara Ilham mengumandangkan adzan dengan suara lantang agar suasana kembali seperti sedia kala.


__ADS_2