Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 90 ( pagi pertama)


__ADS_3

Keesokan harinya Agus merasa ada yang aneh di atas tubuhnya. Sesuatu yang dirasa berat olehnya sudah menindihnya. Memang dasarnya si Agus yang sudah parno sendiri, dia pun langsung melempar sesuatu yang ada di atasnya.


"Aww..."


Teriakan suara perempuan membuat Agus tersadar jika semalam dia tidak tidur sendiri. Agus langsung melihat ke sumber suara lebih tepatnya di lantai samping ranjangnya. Agus sampai terlonjak begitu melihat ada wanita super super cantik sedang meringis kesakitan karena telah ditendang olehnya.


"Sofia...Maafkan aku,aku gak sengaja" Agus merasa bersalah dan segera membantu Sofia berdiri.


"Iya gapapa.." Sofia pun tersenyum malu. Ternyata ada hal semacam ini di dunia iblis. Sepertinya Sofia memang benar-benar jatuh cinta pada Agus.


Agus hanya bisa tersenyum kecut saat melihat senyuman sofia. Hatinya mulai bergejolak. Mereka berdua pun menjadi canggung.


Tak berapa lama, datanglah beberapa dayang yang hendak membantu tuan putri untuk membersihkan diri.


"Mulai sekarang kalian tidak perlu membantu tuan putri untuk mandi. Karena aku sendiri yang akan membantunya. Kami sudah menikah, jadi apapun urusan tuan putri akan menjadi tanggungjawab ku." ucap Agus kepada para dayang yang sudah berbaris rapi di hadapannya.


Sofia yang mendengar ucapan Agus langsung merona pipinya. Apa iya suaminya itu akan membantunya membersihkan diri. Padahal selama ini saat Sofia mandi, dia harus dibantu lima sampai enam dayang untuk mengurus rambutnya yang panjang.


Agus tersenyum pada Sofia dan mengangguk. Sofia semakin malu melihat Agus memandangnya dengan senyuman. Sofia segera menyuruh semua dayangnya untuk pergi. Dia ingin melihat apakah benar suaminya ingin membantunya mandi?


Para dayang segera meletakkan semua peralatan mandi Sofia di meja rias. Bagian persiapan air juga sudah selesai menyiapkan air hangat di bak mandi. Mereka semua pun satu persatu meninggalkan kamar pengantin itu.

__ADS_1


"Kamu gak serius dengan ucapanmu itu kan? kamu beneran akan membantuku mandi?" Sofia masih tidak yakin dengan ucapan Agus. Namun Agus malah memberikan senyuman manisnya sehingga membuat hati Sofia semakin dah Dig duh dibuatnya.


"Ayo!" Agus segera menutup pintunya dan membantu Sofia berdiri dan menggandengnya menuju tempat pemandian.Sofia hanya diam tapi nurut saja saat Agus menggendongnya menuju tempat mandi.


Pada awalnya Agus hanya iseng mengucapkan kalimat itu pada para dayang. Namun siapa sangka ternyata semua menjadi bumerang yang menyenangkan untuknya.


Agus tidak menyia-nyiakan kesempatan. Lagian sudah menjadi istri sah juga. Dengan sedikit grogi tapi PeDe, Agus memperlakukan Sofia dengan lembut.


Mereka pun akhirnya mandi bersama. Meskipun ini pertama kalinya Agus berada dalam satu bak dengan wanita, ternyata di sangat mahir juga. Dan kini mereka menikmati kebersamaan malam pertama yang berganti dengan pagi pertama.


Sangat lama Agus dan Sofia berendam air hangat. Agus masih menikmati keindahan tubuh Sofia sampai tidak ingin mengakhirinya. Sofia ternyata juga menikmati belaian Agus di dalam air tersebut.


Sudah dua jam mereka berendam dan Agus masih terus saja menyentuh bagian sensitif Sofia. Maka dari itu Sofia pun tidak mau beranjak dari sana. Hingga tiba-tiba ibu ratu datang sehingga membuat Agus dan Sofia terkejut.


"Setelah ini berkumpul di aula kerajaan, banyak yang akan kita bahas nanti." pesan ibu ratu sambil berlalu karena malu sendiri.


Tempat mandi Sofia memang berada di dalam kamar, tetapi hanya sebuah bak besar dan hanya dihalangi dinding buatan dari anyaman. Setiap hari para dayang akan mengisi dan menggantinya untuk keperluan mandi tuan putri.


"Ayo kita selesaikan!" Agus keluar dari bak mandi dan membantu Sofia juga. Sofia masih tidak mengerti dengan ucapan Agus . Memangnya apa yang harus mereka selesaikan.


Tanpa mengenakan handuk, Agus langsung menggendong Sofia dan membaringkannya di ranjang. Ternyata maksud Agus yaitu menyelesaikan kegiatan malam pertama yang berubah menjadi pagi pertama itu. Sofia hanya diam dan pasrah. Namun hatinya sangat bahagia karena bisa bersama dengan orang yang dicintainya.

__ADS_1


Bertambah lagi waktu yang dihabiskan Agus dan Sofia , hingga ada suara ketukan pintu yang membuat mereka berdua panik. Takut jika ibu ratu langsung masuk secara tiba-tiba untuk yang kedua kalinya. Karena posisi mereka saat ini sangatlah tidak pantas.


Ternyata hanyalah seorang dayang yang ingin memberitahukan jika mereka berdua sudah ditunggu di aula kerajaan. Agus dan Sofia langsung bergegas. Sofia masih merasakan remuk di sekujur tubuhnya akibat perbuatan suaminya. Sampai akhirnya Agus membantu menyiapkan dandanan istrinya semua.


Karena begitu merepotkan mengurusi wanita, Agus pun langsung keluar kamar dan meminta beberapa dayang untuk membantu istrinya . Agus menyerah dan menarik kata katanya yang ingin mengurusi segala keperluan istrinya. Ternyata semua itu sangat melelahkan. Pantas saja Sofia membutuhkan sedikitnya lima orang dayang untuk membantunya berdandan. Agus hanya bisa menunggu istrinya di luar kamar.


Beberapa saat kemudian Sofia sudah keluar dari kamar. Agus yang melihat kecantikan Sofia semakin terpesona. Dia pun kembali mengingat kejadian barusan.


Agus dan Sofia langsung menuju aula kerajaan seperti yang disampaikan ibu ratu tadi. Agus menggandeng mesra tangan istrinya dan menunjukkan kepada seluruh keluarga jika mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Sofia hanya terdiam malu.


Setelah semuanya berkumpul, raja langsung memberikan pengumuman penting kerajaan. Karena tidak tahu menahu urusan kerajaan, tentu saja Agus hanya diam mendengarkan. Namun tangan jahilnya sontak membuat Sofia menegang.


Kenapa tidak? sang raja sedang serius membahas masalah keamanan kerajaan, Agus malah memainkan jemari Sofia di atas pangkuannya. Tentu saja membuat Sofia merinding dan langsung teringat dengan kejadian yang dialaminya sebelumnya. Mereka berdua malah asik dengan dunianya sendiri tanpa fokus pada acara kali ini.


Bayu yang melihat kemesraan adiknya menjadi berang. Bayu pun sadar jika ternyata istri Agus lebih cantik daripada istrinya. Lusia memang cantik dengan sifat kedewasaannya. Namun Sofia terlihat lebih menarik dengan muka imutnya. Sejenak Bayu merasa iri.


"Beruntung sekali kamu Gus.." batin Bayu masih menatap kemesraan adiknya itu.


Lusia yang melihat suaminya terus saja memandang Sofia menjadi cemburu. Dia pun mencubit suaminya sehingga terkejut seakan bangun dari lamunan.


"Awas aja ya..Jangan macam macam sama adikku." ancam Lusia sehingga membuat Bayu tersenyum kecut.

__ADS_1


Seperti halnya Agus, Bayu juga tidak mengerti masalah yang dikatakan sang raja. Bayu malah memantau semua yang aga di dalam aula tersebut. Saat melihat istri dan pangeran lainnya, Bayu langsung begidik ngeri. Wanita itu memberikan senyuman lovenya dan membuat Bayu langsung berpaling. Mending sama dayang daripada harus melayani kakak iparnya yang genit tak berbody itu.


__ADS_2