Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 34(kembali ke kota)


__ADS_3

Papa Sigit sangat terkejut mendengar ucapan kyai Arifin jika istrinya sudah tidak ada di rumah Agus. Ternyata saudara kyai Arifin telah meminta petunjuk dari Allah SWT untuk mengetahui keberadaan Mama Rossy. Dari petunjuk yang didapat ternyata mama Rossy sudah berada di tempat yang jauh dari kampung tersebut.


Saat sampai di rumah kyai Arifin, papa Sigit langsung meminta penjelasan pada saudara kyai Arifin tentang keberadaan Mama Rossy.


"Tadi kami pikir kamu mau mengobrak abrik rumah Agus. Jadi kami hanya inisiatif untuk mengetahui keberadaan istri kamu. Dengan begitu kamu tidak perlu membingungkan seisi rumah. Ternyata istri kamu sudah tidak ada di sana, sepertinya sudah sejak malam tadi. Karena sekarang istri kamu sudah jauh dari kampung ini!" jelas saudara kyai Arifin.


"Jadi maksud anda, Agus sudah memindahkan keberadaan istri saya?" papa Sigit semakin khawatir dengan keadaan istrinya.


"Sepertinya bukan Agus yang membawa istri kamu. Menurut pengamatanku, istrimu sudah berada di tempat yang aman!" jawab saudara kyai Arifin yang tidak sepenuhnya tau di mana tempat aman yang dimaksudnya itu.


"Apa ada yang menyelamatkannya?" tanya kyai Arifin juga penasaran.


"Kemungkinan seperti itu!" jelas saudara kyai Arifin.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Semalam...


Setelah memastikan jika kedua pamannya telah terlelap, Ali segera melakukan aksinya. Dia pun berhasil membebaskan mama Rossy dari pasungan pamannya.


Ali pun membawa mama Rossy keluar kampung. Melalui jalan setapak yang pernah dilaluinya, Ali menuntun mama Rossy. Sesekali mereka istirahat karena mama Rossy tidak kuat berjalan jauh, kadang Ali juga menggendong mama Rossy agar sedikit lebih cepat sampai di tempat Raya yang pasti sudah menunggu mereka. Ali sengaja tidak melalui jalan utama karena tidak ingin diketahui warga.


Sementara itu, Raya sudah khawatir menunggu Ali. Dia standby di dalam mobilnya dan sudah siap kabur jika terjadi hal yang tidak diduganya. Namun Raya sangat mencemaskan Ali dan juga mamanya.


"Ya Allah..semoga bang Ali berhasil menyelamatkan mama. Lindungilah mereka ya Allah!" Raya terus berdoa memohon pada sang pencipta agar selalu melindungi mamanya dan juga Ali yang berusaha menyelamatkan mama Rossy.


Tak lama kemudian, Ali telah sampai pada tempat yang dijanjikannya dengan Raya. Raya langsung menangis memeluk mamanya.


"Mama baik baik saja kan?" Mama Rossi tidak menjawab, tubuhnya lemas sekali. Dengan dibantu Ali, Raya membawa mama Rossy masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Cepat bawa mama kamu kembali ke kota. Kalian akan lebih aman di sana!" ucap Ali menutup pintu mobil.


"Bang Ali ikut ya? aku tidak mungkin membawa mama sendiri dalam keadaan seperti ini? Lagipula ini tengah malam, aku khawatir di jalan nanti!" Raya pun memohon Ali agar ikut dengannya. Namun Ali menolaknya.


"Aku tidak bisa Ray, nanti pamanku mencurigaiku! Pergilah! aku akan pastikan kalian aman sampai di rumah!" jawab Ali meyakinkan Raya. Raya pun bimbang.


Namun benar juga.. Apa jadinya jika Ali ketahuan pamannya telah menyelamatkan mama Rossy?


Karena tak ingin terjadi sesuatu pada Ali, Raya akhirnya membawa mamanya ke kota sendirian. Mungkin nanti setelah sampai rumah, Raya akan menelfon papanya. Yang penting sekarang mereka selamat terlebih dahulu. Semoga kedua paman Ali tidak menyadari tindakan Ali saat ini.


"Terimakasih bang Ali, aku berhutang nyawa pada bang Ali" Raya pun pamit meninggalkan Ali dan juga kampung halamannya. Ali tersenyum dia pun kembali ke rumah setelah Raya menjalankan mobilnya. Ali harus segera pulang agar kedua pamannya tidak curiga padanya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Paman Agus dan paman Bayu menjadi heran dengan papa Sigit yang tadi semangat marah kemudian jadi diam dan tiba tiba meninggalkan rumahnya. Mereka berdua pun kembali masuk ke dalam rumah.


Ali keluar dari kamarnya dan mengejutkan kedua pamannya. Mereka tampak heran melihat Ali baru bangun, karena tak biasanya Ali bangun se siang ini.


"Iya paman, semalam aku tidur larut malam. Jadi tidak bisa bangun pagi." Ali segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Semoga pamannya tidak menduga duga karena keterlambatan dia bangun pagi.


Batin Ali.


Ali pamit pada pamannya untuk pergi ke hutan menangkap ayam. Hari ini Ali ingin makan ayam hutan, anggap saja sebagai perayaan karena telah berhasil membantu Raya menemukan mamanya. Ali sangat bahagia hari ini.


Saat di tengah jalan menuju hutan, tak sengaja Ali berpapasan dengan kyai Arifin dan rombongan yang akan pergi ke rumah nenek Sari. Di sana juga ada papa Sigit. Sepertinya kyai Arifin dan saudara-saudara nya ingin mengawal papa Sigit meninggalkan kampung ini dengan selamat.


"Ali.. kamu mau kemana?" sapa kyai Arifin melihat Ali yang menunduk.


"Saya mau ke hutan kyai, untuk menangkap ayam!" jawab Ali masih menunduk Malu. Entah kenapa Ali merasa malu jika bertemu dengan banyak orang. Kyai Arifin memperhatikan Ali dengan seksama. Kyai Arifin merasakan ada sesuatu pada diri Ali.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang kamu ketahui tentang istrinya Sigit?" tanya kyai Arifin langsung. Sejenak Ali melihat ke kiri dan ke kanan serta di belakangnya. Entah apa yang ditakutinya, yang pasti dia tidak ingin salah bicara.


Ali pun membisikkan sesuatu pada kyai Arifin. Kyai Arifin pun tersenyum mendengar pengakuan Ali.


"Ya sudah..pergilah!" ucap kyai Arifin menepuk bahu Ali. Ali segera pamit pada semua orang.


"Ali.." panggil kyai Arifin lagi. Ali berhenti dan menengok ke belakang.


"Iya kyai?" Ali menunduk hormat.


"Terimakasih..Semoga Allah SWT selalu melindungimu!" Kyai Arifin tersenyum lagi. Ali ikut tersenyum lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk pergi ke hutan.


"Memangnya ada apa kyai?" tanya papa Sigit yang merasa ada keanehan pada Ali. Kenapa kyai Arifin malah mengucapkan terimakasih pada Ali? Apa yang sudah diketahui Ali? papa Sigit bertanya dalam hati.


"Nanti kita bicarakan di rumah!" Kyai Arifin mengajak papa Sigit dan yang lainnya untuk melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di rumah nenek Sari..


Papa Sigit langsung meminta Manda dan Lily segera berkemas. Karena baju mereka sudah dikemas sebelumnya, maka tak perlu banyak waktu mereka langsung bersiap.


"Kalian langsung pulang saja Git, Istri dan anakmu mungkin sudah ada di rumah sekarang!" kata kyai Arifin.


"Apa? bagaimana mungkin?" papa Sigit masih tidak percaya dengan Apa yang dikatakan kyai Arifin.


"Tadi Ali bilang, semalam dia telah membawa istri kamu yang disembunyikan pamannya di rumah. Dan anak kamu sudah membawanya ke kota saat itu juga!"


"Alhamdulillah.." papa Sigit dan semua yang mendengarnya mengucapkan syukur, terutama Manda dan Lily yang sejak tadi gelisah, takut jika Raya hilang lagi.


"Kalau begitu kami permisi. Terimakasih kyai..anda tidak berburuk sangka pada saya dan keluarga. Apa yang terjadi pada ibu saya memang kesalahan saya. Saya siap di hukum Allah karena telah menjadi anak durhaka" papa Sigit pun menyesal karena telah mengabaikan ibunya sekian lamanya. Bahkan tidak bertemu di hari terakhirnya.

__ADS_1


"Shuutt....Manda, aku minta nomor telepon kamu. Nanti jika ke kota aku akan main ke rumah kamu!"


__ADS_2