Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 132 ( Kembali Sial)


__ADS_3

Raya dan Ali akhirnya keluar dari lorong panjang tersebut. kini mereka berada di sebuah hutan. Namun mereka tidak yakin apakah itu hutan terlarang di belakang istana atau hutan lainnya.


"Kita dimana bang?" tanya Raya masih bingung.


"Entahlah! yang penting kita sudah keluar dari tempat itu." Ali mencari tempat bersandar. Dia ingin duduk sebentar untuk menghirup udara sebanyak banyaknya setelah sekian lama merasakan pengap di dalam lorong panjang tersebut. Raya mengikuti Ali dan ikut duduk di sebelah Ali.


"Apa kita tersesat bang?" tanya Raya.


"Kurang tahu..Kita lanjutkan jalan saja dulu." jawab Ali ringan.


Ali dan Raya melanjutkan perjalanannya yang tanpa arah. Hingga masuk ke hutan yang lebih dalam, mereka mendengar suara gaduh anak kecil. Raya semakin mengeratkan genggamannya, takut ada suatu hal yang ganjil akan terjadi.


"Apa mungkin itu suara anak-anak Siska?" Ali memastikan apa yang didengarnya.


"Jadi Siska beneran akan membawa anak-anak nya? Apa mungkin ingatannya sudah kembali?"Raya tidak percaya dengan apa yang di ketahuinya.


"Iya..Raya ingat dengan semuanya. Maka dari itu dia ingin membawa semua anaknya tinggal di dunia manusia."jawab Ali.


Karena sebelumnya Raya dan Ali tahu jika raja iblis sedang mencari Siska, maka mereka tidak terlalu mendekat dengan sumber suara. Ternyata apa yang di dengar Ali benar adanya. Mereka sudah dekat dengan keberadaan Siska dan anak-anaknya. Namun disana sudah ada raja iblis dan pengawalnya yang siap menghadang kepergian Siska.


Siska terlihat gelisah karena raja iblis sudah mengetahui keberadaannya. Siska sudah tidak bisa berbuat apapun. Usahanya yang hampir saja sukses jadi sia sia karena ketahuan sang raja iblis. Sesuai perintah sang raja iblis, Siska dan anak-anaknya dikawal kembali menuju istana.


"Bagaimana bang? kita tidak mungkin meninggalkan Siska disini kan?" Raya semakin khawatir dengan Siska. Dia tidak tega jika harus pulang sendiri ke dunianya. Ali juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tahu jika raja iblis memiliki kekuatan diluar prediksi nya.

__ADS_1


"Kita kembali ke istana.."kata Ali.


"Beneran bang?" Raya menjadi senang karena Ali masih memikirkan keselamatan Siska.


Tak lama setelah kepergian raja iblis dan yang lainnya, Ali dan Raya menyusuri jalan yang dilalui oleh rombongan raja iblis. Ternyata jalanan itu semua terhubung. Ali dan Raya merasa lega karena tidak tersesat. Ali dan Raya langsung mencari tempat untuk bersembunyi. Mereka berdiam diri di tempat yang tidak jauh dari istana permaisuri. Karena sebelumnya Raya pernah tinggal disana, jadi dia sedikit hafal dengan tempat tersebut.


"Kita akan langsung bergerak setelah raja iblis pergi. Sebaiknya kita tidak mengulur waktu." ucap Ali.


"Iya bang.." jawab Raya .


Dan benar saja, beberapa lama kemudian terlihat Siska sedang cemberut di jendela. Raya yang melihat Siska langsung memberi kode dan direspon oleh Siska. Siska sangat senang karena bisa melihat Raya. Siska langsung memberi kode kembali jika di tempatnya sudah aman. Ali dan Raya langsung mendekat ke jendela dan langsung memasuki kamar Siska.


Terlihat semua anak anak Siska sudah tidur. Raya segera meminta Siska untuk segera pergi bersamanya. Namun Siska menolak karena tidak ingin meninggalkan anak-anaknya. Siska hanya ingin pergi dengan membawa semua anaknya.


"Bagaimana bang?" tanya Raya bingung.


"Rencana awal apa?" tanya Raya penasaran.Namun Siska mengerti apa yang dimaksud Ali.


"Baiklah!" ucap Siska pasrah.


Dengan berat hati, Siska pun hanya membawa ketiga anaknya. Siska, Raya dan Ali masing masing langsung menggendong satu anak siska. Tanpa banyak bicara lagi, mereka segera meninggalkan tempat itu, tentu saja melalui jendela. Karena di pintu utama sudah pasti dijaga ketat oleh pengawal kerajaan. Saat mereka hendak melompat melalui jendela, siapa sangka ternyata ketiga anak Siska yang lainnya terbangun.


"Ibunda..." ucap mereka menangis melihat kepergian Siska tanpa mengajak mereka hingga membuat saudaranya yang lain terbangun juga. Siska langsung menangis tak bisa menahan diri.

__ADS_1


"Bang Ali.." Siska tak kuasa meninggalkan anak-anaknya.


"Anak anak yang baik, apa kalian ingin ikut bunda?" tanya Ali menenangkan para pangeran. Pangeran kecil pun mengangguk dengan patuh.


"Jika demikian, maka kalian harus menuruti apa kata ibunda kalian. Mengerti?" ucap Ali lagi. Para pangeran pun mengerti dan mengangguk. Ali membisikkan sesuatu pada Siska agar disampaikan kepada anak anaknya. Siska mengerti dan langsung mengutarakan pada keenam anaknya.


Semua pangeran kecil paham dengan apa yang dikatakan ibundanya. Mereka pun terdiam dan mengikuti instruksi ibunya. Seketika mereka sudah berhasil k luar dari istana permaisuri dan langsung menuju hutan di belakang istana. Jika sebelumnya Siska membiarkan anak-anak nya bermain, kini s mua pangeran sudah mengerti tujuan mereka melewati hutan.


Siska memimpin jalan karena hanya dia yang paham dengan kondisi hutan tersebut. Terlebih lagi jika nanti sampai bertemu binatang buas. Pasti semua binatang buas akan hormat padanya. Tak lama kemudian. Raya dan lainnya sudah tiba di gerbang perbatasan dua dunia.Namun yang anehnya, mereka sama sekali tidak bertemu dengan binatang buas satu ekor pun.


"Kemana para binatang buas? biasanya kita dihadang mereka jika sudah sampai sini(" Raya mengamati sekelilingnya. Hutan terlihat sangat sepi, hanya suara pepohonan yang tertiup angin.


"Iya..Tumben tidak ada binatang buas sama sekali. Apa mungkin raja iblis sudah mengetahui apa yang kita lakukan?"Ali menimpali.


Di gerbang perbatasan, mereka bertemu dengan Ilham dan Lily. Ternyata Ilham dan Lily juga baru datang dan tidak bertemu dengan binatang buas sama sekali.


"Kalian sudah selamat?" Raya langsung memeluk Lily kare kangen.


"Ray..kami hampir saja ketahuan" Lily mulai menangis di pelukan Raya. Lily pun menceritakan apa yang terjadi padanya dan Ilham.


Sebelumnya..


Setelah Siska, Ali dan Ilham membagi tugas, Ilham yang kebagian mencari Lily langsung menuju istana pangeran kedua seperti petunjuk yang sudah diberikan oleh Siska. Ilham melewati jalan yang sudah diberitahu Siska hingga sampai di kediaman pangeran kedua.

__ADS_1


Kediaman pangeran cukup lengang. Namun Ilham tetap hati hati dan mencari tahu kondisinya terlebih dahulu. Kebetulan saat itu pangeran kedua tidak berada di istananya. Penjagaan juga tidak terlalu ketat sehingga Ilham dengan leluasa menerobos masuk. Ilham sudah berada di bawah jendela kamar pangeran kedua. Setelah memastikan jika di dalam tidak siapapun, Ilham langsung membangunkan Lily dan mengajaknya untuk meninggalkan istana. Lily yang ternyata tidak tidur tentu saja langsung bersiap mengikuti Ilham.


Mereka berdua pun langsung menuju hutan di belakang istana. Ilham yang sudah hafal dengan tempat tersebut langsung memimpin jalan. Namun siapa sangka ternyata mereka sudah sampai gerbang perbatasan dunia dengan cepat dan selamat.


__ADS_2