Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 120 (musibah)


__ADS_3

Ali mulai khawatir dengan keadaan Raya dan Ilham. Meskipun tidak tahu keberadaan mereka berdua, dalam keadaan genting seperti ini Ali memutuskan untuk mencari Raya dan Ilham.


Gempa masih mengguncang wilayah kerajaan. Tanah mulai retak dan rumah warga banyak yang ambruk begitu juga beberapa bangunan di istana, semua hancur karena gempa.


Dengan memanfaatkan situasi yang kacau dan juga setelah bertanya kepada beberapa orang yang panik, akhirnya Ali mengetahui dimana keberadaan Raya dan Ilham. Ali berlari menuju aula kerajaan yang sudah diketahuinya. Semua sedang gelisah mencari perlindungan masing-masing dan Ali memastikan tidak akan ada yang merasakan kehadirannya.


Di saat semua orang meninggalkan aula kerajaan, Ali justru masuk ke dalam. Pada saat itu Siska yang ikut sang raja menyelamatkan diri melihat kehadiran Ali. Siska melepas genggaman tangan sang raja dan mengikuti Ali masuk kembali ke dalam aula. Karena panik, sang raja tidak menyadari jika genggaman tangannya terlepas.


Ali melihat Raya dan Ilham sedang duduk bersila di tengah aula yang sepi. Ali merasa heran, jika di luar semua porak poranda karena mengalami gempa, tetapi di tempat Raya semua tampak tenang. Hanya terdengar alunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Ilham dan Raya dengan suara lantang.


Ali mendekati Raya dan Ilham kemudian ikut duduk bersila dengan mereka. Meskipun tidak mengerti apa yang diucapkan mereka, Ali ikut menunduk dan tangannya memegang tangan Ilham. Ilham yang merasa tangannya ada yang memegang langsung membuka matanya dan tersenyum. Raya dan Ilham terus melafalkan ayat suci Al-Qur’an hingga suasana menjadi hening.


Siska yang melihat ketiga orang itu sangat tenang di dalam aula juga sangat heran. Suasana di dalam aula sangat tenang, padahal sebelumnya dia juga merasakan guncangan yang sangat dahsyat sehingga membuatnya tidak bisa berdiri dengan stabil.


Namun sekarang situasinya sangat berbeda, di dalam aula seakan tidak terjadi apapun.


Siska mendekati ketiganya dan ikut duduk bersila di samping Raya. Siska mengikuti apa yang dilakukan Ali. Dia memegang tangan Raya dan memejamkan matanya. Raya masih dengan mulut komat Kamit membuka matanya dan melihat Siska juga Ali ada di hadapannya. Raya tersenyum dan melirik ke arah Ilham. Dia kembali melanjutkan doanya dan memejamkan mata.


Suasana semakin sepi hanya terdengar suara Raya dan Ilham melafalkan ayat suci Al-Qur’an .Samar samar terdengar suara seorang memanggil.


“Raya..”

__ADS_1


“Bang Ali..”


“Bang Ilham..”


Meskipun mendengarnya, baik Raya dan yang lainnya masih tetap mendengarkan. Hingga banyak suara memanggil kembali nama mereka. Raya mengerutkan dahi dan mencoba membuka sedikit matanya untuk mengintip. Raya melihat Manda dan Lily yang terus memanggil namanya, seketika dia menghentikan suaranya.


Raya membuka penuh matanya dan melihat ke sekeliling. Raya beristighfar untuk memastikan jika apa yang dilihatnya adalah nyata.


“Alhamdulillah...” Raya pun mengucap syukur karena sudah kembali ke rumahnya.


Ilham yang merasa Raya sudah berhenti melafalkan ayat suci Al-Qur’an akhirnya ikut berhenti dan membuka matanya.Ilham ikut mengucap syukur dan menyadarkan Ali yang ada di sampingnya. Ali ikut membuka matanya dan tersenyum karena merasa sudah selamat dari marabahaya.


Lain halnya dengan Siska yang merasa asing di tempat baru. Siska hanya diam dan merasa ketakutan. Raya dibantu Manda dan Lily membawa Siska ke kamarnya. Lily da Manda membantu Siska membersihkan diri, sementara Raya kembali ke ruang keluarga untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuatnya bersama Ali dan juga Ilham.


“Kalian ini bikin khawatir saja!”kyai Arifin yang saat itu ada di rumah papa Sigit langsung bernafas lega karena putranya sudah kembali.


Namun Bu Hajjah langsung menceramahi Ilham, Raya dan juga Ali. Meskipun senang karena anak anaknya kembali, Bu hajjah merasa perlu memberikan wejangan kepada ketiganya karena mengambil resiko yang sangat berbahaya. Raya dan yang lainnya hanya bisa meminta maaf dengan sangat.


Setelah puas mendapat ceramah dan wejangan dari para orangtua, satu persatu akhirnya diberi kesempatan untuk bercerita. Ternyata mereka sudah meninggalkan dunia manusia selama tiga bulan. Raya pun menceritakan tentang keadaan Siska dan semua manusia yang sudah terjebak di dunia iblis, yang ternyata mereka sudah dilumpuhkan ingatannya tentang dunia manusia oleh sang pemilik kerajaan.


Raya mengemukakan asumsinya berdasarkan apa yang dikatakan oleh Siska yang sama sekali tidak mengingat asal usulnya.

__ADS_1


Raya pun meminta kepada kyai Arifin agar membantu Siska untuk melupakan apa yang dialaminya di dunia iblis seperti yang terjadi pada Lily. Kyai Arifin mengerti dan akan melakukannya sama seperti kepada Lily waktu itu.


“Bagaimana dengan kalian?” tanya kyai Arifin pada ketiganya.


“Saya tidak perlu kyai, InsyaAllah ini akan saya pakai sebagai acuan agar lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.” Ucap Raya memohon.


“Saya juga Abi..” ucap Ilham.


“Saya juga kyai, InsyaAllah saya akan terus belajar menjadi muslim yang Soleh.” Ucap Ali yang ternyata selama ini sudah memantapkan diri berguru pada ketiga adik kyai Arifin untuk memperdalam ajaran agama Islam dengan melakukan beberapa kewajiban sehari hari meskipun belum benar-benar fasih.


“Baiklah jika itu keinginan kalian. Tapi harus kalian ingat untuk tidak menceritakan hal ini kepada orang lain agar tidak menimbulkan fitnah.” Tutur kyai Arifin.


“InsyaAllah Abi...” ucap ketiganya membuat kyai Arifin merasa lega.


Tak berapa lama, Siska keluar dari kamar dan ikut bergabung di ruang keluarga. Meskipun Manda dan Lily memintanya untuk istirahat, Siska tetap bersikeras ingin bertemu dengan Raya dan meminta penjelasan dengan semua yang telah terjadi.


Demi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, kyai Arifin dan saudaranya langsung melakukan niatnya untuk menghapus ingatan Siska tentang dunia iblis.


Sebelumnya Raya sudah menceritakan beberapa hal tentang apa yang terjadi kepada Siska. Raya juga meminta persetujuan kepada Siska agar mengikuti prosesnya dengan baik. Syukurlah Siska mengerti dan langsung berterimakasih karena sudah dibantu.


Setelah semua siap, kyai Arifin memimpin doa diikuti ketiga adiknya dengan Siska yang ada di tengah-tengah mereka. Raya dan yang lainnya langsung menepi agar prosesnya berjalan lancar.Tak menunggu lama, semua telah usai. Siska sudah tidak ingat lagi apa yang telah terjadi, justru ingatannya di dunia manusia kembali dan terakhir yang dia ingat adalah saat dirinya tertidur di kamarnya sendiri.

__ADS_1


Siska melihat semua orang dengan takut,tapi tak berani bertanya. Meskipun sebelumnya Siska sangat fanatik mengejar Ilham,kini hanya rasa penyesalan karena telah membuat Ilham celaka. Raya yang menyadari rasa ketakutan pada Siska langsung membawanya kembali ke kamarnya dengan dibantu Manda dan Lily.


“Apa yang sebenarnya terjadi?”


__ADS_2