
Dengan wajah yang rupawan, dengan mudahnya Bayu memikat hati dua pelayan yang ada di dalam kamar Siska. Bayu segera membisikkan sesuatu pada salah satu wanita tersebut. Hanya dengan beberapa kata, Bayu mampu menghipnotis perasaan wanita di depannya. Sementara wanita yang satunya bersedia bergantian menjaga nona mudanya yang tengah tidur pulas.
Bayu mengajak wanita itu keluar dan menuju kamar sebelah yang kosong. Rumah Herman sangat besar, sehingga ada banyak kamar kosong di lantai dua selain yang ditempati Siska. Sedangkan kamar Herman lebih luar lagi tetapi ada di lantai satu.
Setelah masuk ke kamar kosong, Bayu segera melancarkan aksinya. Dia merayu wanita itu sampai terbuai. Setelah beberapa lama kemudian, dia langsung menghipnotis wanita tersebut dan membuatnya pingsan. Setelah berhasil, dia kembali ke kamar Siska untuk melanjutkan aksinya pada pelayan yang satunya. Agus yang tidak tau aksi kakaknya hanya diam tidak berani untuk bertanya.
"Ikut aku.." ajak Bayu pada Agus.
Mereka berdua langsung masuk kembali ke kamar Siska tanpa membuat keributan. Pelayan yang masih ada di dalam merasa terpesona saat melihat Agus. Baru saja terpikat oleh Bayu kini sudah berpaling pada Agus.
Bayu yang tahu maksud wanita tersebut langsung membisikkan sesuatu pada adiknya tersebut. Agus mengerti dan melaksanakan perintah kakaknya tersebut. Agus segera mendekati pelayan tersebut yang sudah berbunga-bunga.Agus segera merayu pelayan tersebut dan mengajaknya keluar.
"Bagaimana dengan nona muda?" tanya pelayan itu.
"Ada dia yang menjaganya. Jangan khawatir, ayo mumpung sepi." ajak Agus sambil membelai pipi pelayan tersebut.
Seakan terhipnotis, pelayan itu mengikuti Agus. Agus membawanya ke kamar kosong lainnya yang sudah ditunjukkan oleh wanita tersebut.
Setelah Agus dan pelayan itu pergi, Bayu segera melakukan aksinya. Dia sudah membekap Siska dan membuatnya pingsan. Bayu segera membungkus Siska dengan selimut dan menggendongnya.
Karena Bayu sudah hafal dengan keadaan rumah Herman, dengan leluasa dia mengambil jalan tembus. Jalan rahasia yang berhasil ditemukan Bayu saat dulu pernah jalan jalan di sekitaran rumah kakaknya tersebut. Bayu pun tersenyum senang, ternyata sangat mudah melakukan aksinya tanpa ketahuan pengawal Herman.
Sepanjang jalan menuju jalan rahasia, Bayu memang tidak berpapasan dengan seorang pun pengawal Herman. Meskipun begitu dia tetap waspada. Hingga sudah sampai jalan rahasia di samping rumah Herman, Bayu segera membawa Siska keluar dari rumah tersebut.
Ternyata disana sampai pada tempat Bayu memarkirkan mobil barunya. Ya..setelah Bayu mendapatkan sedikit dari harta gelapnya, dia membelikannya sebuah mobil yang lumayan bagus untuk bisa dibawa bepergian. Dan Bayu sengaja memarkir mobilnya di samping rumah Herman yang ada jalan rahasianya. Sepertinya Bayu memang sudah mempersiapkan semuanya dengan teliti.
__ADS_1
Bayu pun mengambil ponselnya. Dia menelpon Agus agar segera keluar menuju tempat yang sudah ditunjukkannya.
Di sebuah kamar, Agus masih bersama pelayan tersebut sedang memadu kasih. Ternyata Agus juga tertarik dengan pelayan tersebut yang begitu manis. Agus mulai menyerang wanita itu yang terlihat pasrah. Setelah sekian lama akhirnya Agus kembali merasakan puncak hasratnya.
Wanita itu mendesah lirih saat Agus mulai mencumbunya. Takut suaranya terdengar sampai keluar, mereka berdua menahan erangan yang nikmat. Hingga Agus tersadar saat ponselnya berdering. Dia pun segera mengangkatnya.
Merasa kesenangannya terusik, wanita itu langsung menyerang Agus. Tentu saja Agus kewalahan hingga telpon yang masih terhubung dengan kakaknya terjatuh. Karena Agus juga sudah tidak bisa menahannya, dia segera melancarkan aksinya hingga terpuaskan.
Setelahnya mereka berdua terkapar karena kelelahan. Agus segera tersadar, dia pun segera memakai kembali pakaiannya dan pergi dari sana. Namun wanita itu masih punya tenaga untuk meraih tangan Agus. Agus terkejut hingga dia langsung membungkam wanita itu dengan obat bius sampai pingsan.
"Kamu.."
Agus segera keluar dari kamar tersebut menuju jalan yang sudah ditunjukkan kakaknya. Tepat saat dia di depan kamar Siska, ada dua pengawal lainnya yang lewat. Agus jadi bingung. Dia pun berpura-pura menjaga di depan pintu kamar.
"Kenapa kamu sendiri? kemana temanmu?" tanya pengawal itu.
"Bagus, harus gantian. Jangan sampai meninggalkan tempat ini bersamaan."
"Siap!"
Pengawal itupun pergi meninggalkan Agus tanpa curiga. Agus menarik napas lega. Setelah merasa aman, Agus segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak ingin kakaknya menunggunya terlalu lama.
Tak berapa lama Agus sudah berhasil menuju jalan rahasia yang ditunjukkan kakaknya. Dia pun berlari agar segera keluar dari rumah tersebut. Agus berhasil keluar dan menemui kakaknya.
"Apa yang kamu lakukan Gus? kenapa sampai teriak?" tanya Bayu penasaran,takut adiknya tertangkap.
__ADS_1
"Maaf mas, tadi khilafah sebentar. Tapi jangan khawatir, aku sudah selamat sekarang."
Bayu segera menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari sana. Mereka berdua sangat senang karena usaha penculikannya berhasil.
"Gak nyangka mas Herman bisa teledor seperti ini!" ucap Agus bangga.
"Buka teledor..Tapi kita nya yang pinter. Kamu juga dapet bonus kan?" ucap Bayu membuat Agus salah tingkah.
"Ya maklum lah mas, sudah karatan sejak lama. Jadi harus diasah lagi. Haha...." Agus dan Bayu kembali tertawa.
🪦🪦🪦
Pagi itu dua orang pengawal yang bertugas menggantikan jaga di depan kamar menjadi terkejut karena di depan pintu kamar majikannya tidak ada penjagaan sama sekali. Mereka menjadi panik dan segera melaporkan kepada ketuanya.
Sang ketua pun menjadi gelisah setelah memastikan sendiri. Dia segera membuka pintu kamar majikannya secara perlahan dan hati-hati. Dan mereka semakin terkejut lagi karena di dalam ternyata tidak ada siapapun.
Ketua pengawal pun langsung memeriksa seluruh ruangan termasuk ke kamar mandi, ternyata memang kosong.
"Mampus aku..Bisa kena penalti ini!" ketua pengawal langsung meminta semua anak buahnya yang ada untuk berkumpul dan memberikan instruksi.
Melihat kepanikan ketuanya, semua pengawal jadi bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi. Mereka menjadi bingung dan tidak menyangka jika bisa kecolongan seperti ini.
Sesuai perintah komandannya,semua pengawal langsung melakukan tugasnya. Mereka menyusuri setiap kamar di lantai dua untuk memastikan keberadaan majikannya yang sedang hamil. Namun tak ada satupun yang menemukan nya. Hingga salah satu pengawal menemukan seorang pelayan di sebelah kamar majikannya dengan keadaan pingsan dan sudah tak mengenakan kain sehelai pun.
Sang ketua langsung datang memeriksa dan ternyata malah terpesona dengan tubuh pelayan yang masih tergeletak itu. Namun semua angan-angan nya segera dia tepiskan dan meminta pelayan perempuan lainnya untuk segera membantu pelayan pingsan tersebut mengenakan pakaian nya.
__ADS_1
"Disini juga ada!" teriak pengawal lainnya di kamar yang satunya lagi. Lagi lagi dalam keadaan pingsan tetapi masih berpakaian lengkap. Sang ketua pun heran melihat keadaan yang ada