
"Bang Ilham.." mereka bertiga pun kompak memanggil nama Ilham. Namun Raya kembali berpikir.
"Jika kyai Arifin saja sudah tidak bisa berbuat apapun , apalagi bang Ilham? Memangnya apa yang bisa dia lakukan?" Raya mengutarakan pendapatnya dan disetujui oleh Manda dan Lily. Memangnya bisa apa mereka?
Mereka bertiga kembali merenung. Raya pun memikirkan bagaimana caranya agar bisa menghindari raja iblis dan tidak bertemu dengannya lagi. Namun semua seakan menemui jalan buntu. Apa benar yang dikatakan kyai Arifin? hanya tawakal berpasrah diri pada Allah SWT.
"Yang jadi masalah sekarang adalah..Raja iblis selalu standby di depan rumah. Menanti kita keluar dan terus mengikuti kemanapun kita pergi."ucap Raya.
"Iya benar..Dan menurutku sekarang target mereka bukan hanya Lily tapi kamu juga Ray.." Manda mengungkapkan pendapatnya.
"Bagaimana kamu bisa berpendapat seperti itu? bukankah kamu sendiri tidak bisa melihat mereka?" Lily merasa tidak yakin.
"Coba pikir pake nalar saja. Jika memang mereka menargetkan kamu, kenapa mereka tidak muncul di hadapan kamu? kenapa justru malah mendekati Raya dan berusaha untuk menyentuhnya?" Manda mencoba berdiskusi dengan Lily.
"Iya aku paham, pasti karena Raya lebih cantik dari aku kan? terus mereka berpaling. Hahaha...." Lily yang hanya bermaksud bercanda justru membuat Raya semakin gelisah.
"Bagaimana kalau kita pergi ke dunia iblis?" usul Raya kemudian.
"Bahaya Ray..Kalau kita tidak bisa kembali bagaimana?" Manda tidak setuju dengan usul Raya.
"Buktinya Lily bisa kembali dengan selamat." Raya sangat yakin, mungkin dengan membuat perjanjian dengan raja iblis mereka bisa terlepas dari makhluk dunia lain itu.
"Perjanjian?" Manda dan Lily tak percaya dengan apa yang dikatakan Raya.
"Itu musyrik Ray..Mana boleh kita membuat perjanjian dengan makhluk dunia lain.." Manda tetap tidak setuju.
"Apa salahnya kita coba?" ternyata Lily sependapat dengan Raya.
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh ya..Aku bilangin papa kamu loh Ray.." Manda tetap tidak setuju.
Di ruang keluarga, papa Sigit dan mama Rossi yang sedang menonton TV langsung syok begitu melihat siaran berita. Ternyata berita itu menceritakan tentang kasus pembunuhan di gedung tua yang ada di pinggiran kota.
Papa Sigit lebih terkejut lagi karena ternyata korban tewasnya adalah paman Bayu dan paman Herman.Papa Sigit sangat yakin jika itu adalah mereka berdua, tapi bagaimana bisa?
"Lalu dimana Agus?kenapa tidak ada diantara mereka?" papa Sigit semakin penasaran. Beliau pun menelpon om Haris, sahabat om Reno yang menjadi polisi untuk meminta penjelasan tentang berita tersebut.
Setelah mendapat penjelasan dari om Haris, papa Sigit segera memanggil Raya dan menceritakan kejadian yang menimpa paman Herman dan paman Bayu. Raya ikut syok mendengarnya. Seketika dia ingat dengan Ali. Setelah pamit kembali ke kamarnya, Raya segera menelpon Ali dan menceritakan kondisi kedua paman Ali.
"Jadi paman Bayu dan paman Herman sudah meninggal dan mereka seperti dilukai makhluk gaib?" tanya Ali tidak percaya.
"Iya bang..tapi yang aneh adalah ada bekas satu Sandra yang hilang. Apa menurut bang Ali itu adalah paman Agus?" tanya Raya meminta pendapat Ali.
"Apa rencana kamu Ray?" tanya Ali seolah tahu Raya akan berbuat sesuatu tapi tidak ingin diketahui oleh orang lain.
Raya berbicara lirih pada Ali karena tidak ingin didengar Manda dan Lily akan niatnya. Karena ini berurusan dengan alam lain, Raya yakin hanya Ali yang bisa diajak kompromi. Dan siapa sangka ternyata Ali menyetujuinya.
Pada saat yang bersamaan,Ilham menghubungi Raya dan menceritakan apa yang dilihatnya di TV tentang berita kematian kedua paman Ali. Tak disangka ternyata Raya justru menceritakan niatnya yang ingin pergi ke dunia iblis bersama dengan Ali.
"Apa yang kamu pikirkan Ray? itu sangat berbahaya." Ilham sangat tidak setuju dengan pendapat Raya sama seperti Manda.
"Aduh keceplosan..Aku hanya penasaran dengan mereka bang. Apa bang Ilham tahu jika raja iblis dan adiknya selalu berdiri di depan rumahku dan menungguku keluar? Kalau memang target mereka adalah Lily yang sudah menjadi istri pangeran di kerajaan iblis, lantas mengapa raja iblis terus mengikuti-ku kemanapun aku pergi?" jelas Raya.
"Jadi menurutmu raja iblis menginginkan kamu? bukankah dia sudah memiliki Siska sebagai istrinya?" Ilham seakan tidak paham dengan cerita Raya.
"Nah itu..sekalian aku ingin bertemu dengan Siska. Apa benar apa yang dikatakan Lily tentangnya?"
__ADS_1
"Kamu nekat Ray...Kapan kamu kesana? aku ikut!"
Mendengar pernyataan Ilham, Raya sangat terkejut. Raya tidak menyangka jika Ilham yang tadi membantahnya ,kini malah ingin ikut dengannya pergi ke alam iblis.
Raya dan Ilham mengatur rencana dan segera mengabarkannya pada Ali. Tentu saja hanya mereka bertiga yang akan pergi. Raya tidak ingin melibatkan Lily maupun Manda.
Dua hari kemudian,di malam hari. Ilham sudah sampai di depan rumah Raya dan menunggunya keluar. Karena Ilham juga bisa melihat makhluk dunia lain, tentu saja dia bisa melihat raja dan pangeran iblis yang berada di luar pagar rumah Raya. Namun Ilham pura pura tidak melihatnya.
Sedangkan Ali dengan kekuatannya bisa langsung berpindah tempat ke samping rumah Raya. Ali menunggu Raya keluar rumah untuk segera melakukan aksinya. Ilham masih menunggu mereka berdua di samping raja iblis berada.
Saat tengah malam, Raya bersama Ali keluar rumah dengan mengendap-endap. Mereka tidak ingin membangunkan penghuni rumah yang sedang terlelap. Sebelumnya Raya sudah menulis surat untuk Manda dan Lily agar tidak mengkhawatirkannya karena dia pergi bersama Ali dan Ilham.
Saat sampai di depan pagar rumah Raya, mereka langsung menemui raja iblis dan pangeran. Tentu saja hal ini membuat raja dan pangeran iblis sangat terkejut. Ternyata Ilham yang sejak tadi berdiri di samping mereka bisa melihat keberadaan raja dan pangeran iblis.
"Jadi dari tadi kamu bisa melihatku?" ucap raja iblis seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Bagas bisa dia tidak menyadari jika Ilham bisa melihatnya.
"Jadi apa yang kalian lakukan didepan rumahku?" tanya Raya yang lagi lagi membuat raja iblis semakin tercengang.
"Jadi selama ini kamu juga bisa melihat kami?" Raja iblis semakin tidak menyangka jika banyak orang dari dunia manusia yang mempunyai kekuatan sama sepertinya.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku.." ucap Raya membuat pangeran Iblis sedikit kesal.
"Aku kesini ingin membawa istriku. Aku tahu dia ada di dalam sana." tunjuk pangeran kedua pada rumah Raya.
"Kalian beda alam, tida sebaiknya mempunyai hubungan. Kenapa kalian tidak menikah dengan sesama kaum kalian?" Ali tidak ambil diam.
"Itu bukan urusan kalian. Lagipula aku sangat tertarik denganmu. Aku akan menjadikanmu permaisuri ku." Raya iblis berkata dengan sombongnya.
__ADS_1
"Jangan berbuat macam-macam." Ali tidak terima dengan ucapan raja iblis.
"Kalian yang jangan macam-macam!" Raja iblis langsung menarik tangan Raya dan membawanya pergi.