Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 101 (Dunia Lain 2)


__ADS_3

Raya masih melamun hingga Manda mengguncang bahunya. Entah kenapa pikiran Raya menjadi kacau. Semua hal ganjil di rumah Lily seakan berputar putar di kepalanya. Sesuatu yang aneh seakan tidak bisa dirasakan dengan nalar. Namun dimana mbak Dwi sekarang? bagaimana bisa tiba-tiba menghilang?


"Kenapa kamu malah melamun?" tanya Manda lagi.


"Entahlah! aku merasa aneh saja! jawab Raya.


"Sebaiknya kita menemui Lily, mungkin saja dia sudah membaik dan butuh tempat curhat." ajak Manda dan Raya pun mengikutinya.


Raya dan Manda sangat terkejut ketika masuk ke kamar. Mereka merasa Lily sama sekali tidak keluar kamar, tapi kenapa sekarang di dalam kamar sudah kosong tak ada siapapun. Raya menuju jendela tempat Lily duduk tadi. Tidak mungkin jika Lily tiba-tiba melompat keluar. Namun jendela terkunci dari dalam.


"Dimana Lily?"


🪦🪦🪦


Jauh di luar kota, mbak Dwi sudah merasa tenang. Dia merasa sudah menjadi buronan sekarang. Namun karena sudah jauh dari TKP, pasti dia tidak akan tertangkap polisi.


Dengan membawa uang yang didapatnya di dalam lemari majikannya, mbak Dwi menyewa kamar kos. Dia merebahkan tubuhnya di kasur sempit yang ada di kamar kos tersebut.


Lampu tiba-tiba berkedip, suasana menjadi horor. Mbak Dwi merapatkan jaketnya dan duduk di pojokan.


"Apa kamar ini berhantu?" mbak Dwi ketakutan sendiri.


Sosok bayangan hitam melayang di hadapan mbak Dwi. Bayangan hitam itu terus berputar dan berhenti menampakkan wujudnya di hadapan mbak Dwi. Tentu saja mbak Dwi ketakutan tetapi langsung lega setelah tahu ternyata itu adalah tuannya.


"Kenapa kamu malah kabur sejauh ini? Bagaimana dengan wanita itu?' bayangan hitam itu langsung mencekik mbak Dwi hingga hampir kehabisan nafas.

__ADS_1


"A...aku sudah membunuh orangtuanya. A.aku hanya ketakutan." jawab mbak Dwi dengan nafas hampir hilang.


"Ayo kembali! Aku mau wanita itu!"


Bayangan hitam itu pun menarik mbak Dwi dan menghilang. Tiba-tiba mereka sudah berada di kamar yang terdapat Lily sedang melamun di dekat jendela.


"Dia kan?" tanya iblis itu dan mbak Dwi mengangguk.


Seketika iblis itu pun membawa Lily yang sudah tertidur. Mbak Dwi tidak ingin ditinggal, jadinya ingin ikut kemana iblis itu membawa Lily pergi.


Mbak Dwi mengikuti kemana tuannya berjalan. Suasana yang sedikit aneh menurutnya. Namun sebagian besar hampir sama dengan tempat tinggalnya.


Banyak orang yang memperhatikan mereka bertiga. Iblis yang menjadi tuan mbak Dwi berubah menjadi lelaki tampan dan kini masih menggendong Lily di bahunya. Tatapan orang orang disana seakan kagum dengan tuan mbak Dwi. Bagaimana tidak? mbak Dwi sendiri juga tertarik setelah tuannya berubah wujud.


Lelaki itu memasuki istana megah. Mbak Dwi tentu saja tercengang. Bagaimana bisa di tempat seperti ini bisa ada istana seperti di negri dongeng.


Saat di kamar, mbak Dwi langsung dibantu pelayan untuk berganti pakaian. Meskipun canggung karena biasanya berganti pakaian sendiri, mbak Dwi tetap mengikuti arahan pelayan tersebut.


"Sebenarnya tempat apa ini?" tanya mbak Dwi mencairkan suasana karena semua diam tak ada suara. Namun semua hanya diam tak ada yang menjawab pertanyaan mbak Dwi. Mbak Dwi kembali diam.


Setelah selesai berganti pakaian, para pelayan langsung meninggalkan kamar tanpa berkata. Mbak Dwi hanya meringis dan tidak terlalu pusing. Dia pun berlenggak lenggok di depan cermin memperhatikan dandanannya dengan pakaian bak putri istana.


Di Aula istana...


"Pangeran ku..selamat karena kamu berhasil mendapatkan putri dari bangsa manusia, langsung dua lagi." ibu suri memberikan selamat kepada putra keduanya yang sudah lama mengembara dan pulang pulang membawa dua wanita dari bangsa manusia.

__ADS_1


"Hamba memang membawa dua wanita dari bangsa manusia, tapi yang akan menjadi istri saya hanya satu ibunda..Yang satu lagi hamba tidak menginginkannya dan akan hamba hadiahkan untuk ibunda suri." Jawab pangeran kedua karena sudah menaruh hati pada Lily sejak melihatnya pertama kali.


"Kamu memang baik hati..Aku akan memberikannya pada mentri yang belum menikah."


Suasana di istana menjadi riuh. Semua rakyat tidak menyangka setelah raja mereka memperistri bangsa manusia dan mempersembahkan suami untuk kedua putri. Kini pangeran kedua malah membawa dua wanita dari bangsa manusia juga. Semua rakyat menyanjung Raja dan pangeran yang sudah mempunyai ilmu bisa komunikasi dengan bangsa manusia.


Kabar kehadiran bangsa manusia di istana tentu saja juga sampai ke telinga Siska juga Bayu dan Agus. Mereka bertiga adalah yang pertama di masa ini yang memasuki istana dan kini sudah ada manusia lain lagi yang menyusul mereka.


"Memang tempat yang menjanjikan. Tapi apa selamanya disini akan baik baik saja?" Siska tersenyum miris.


Sudah satu bulan dia di istana iblis,tapi paman Agus belum bisa berbuat apa-apa. Siska memperhatikan keenam anaknya yang sudah mulai aktif. Baru berusia sebulan tapi jika di alam manusia anaknya sudah seperti berusia satu tahun. Dan kini sedang aktif aktifnya mereka berlatih berjalan.


Ada dua belas dayang yang menjaga anak Siska. Satu pangeran kecil mendapat dua dayang yang menjaganya. Tentu saja Siska hanya memperhatikannya karena sang raja tidak ingin membuat istrinya kerepotan.


Sejenak Siska penasaran dengan wanita yang dibawa pulang oleh pangeran kedua. Mungkinkah mereka terjerat perjanjian seperti kedua pamannya itu?


Siska pun meminta dayang pribadinya untuk menemaninya jalan jalan di halaman istana. Siapa tahu bisa bertemu calon adik iparnya. Siska sengaja mendekat ke kamar yang ditempati oleh calon adik iparnya. Meskipun dayang pribadinya memperingati, Siska tetap ingin melihat siapa wanita tersebut.


Penjaga di depan kamar calon pangeran melarang Siska masuk karena perintah dari pangeran kedua. Siapapun tanpa kecuali tidak boleh bertemu dengan calon pangeran karena kondisinya yang masih lemah. Dengan kecewa Siska kembali ke kamarnya. Dia tidak bisa berbuat apapun untuk bertemu dengan calon adik iparnya. Bahkan setelah bertemu dengan sang raja dan meminta ijin, Siska tetap tidak diijinkan karena itu sudah perintah dari pangeran kedua.


Sementara itu Lily terbangun dari tidurnya dan sangat terkejut dengan tempatnya saat ini. Rumah Raya sudah berubah menjadi kamar yang luas. Lebih luas daripada rumahnya sendiri. Sedangkan pakaiannya juga menjadi bagus, bahannya halus seperti terbuat dari kain sutra.


"Apakah aku bermimpi? dimana ini? Raya..Manda.." Lily mencubit tangannya sendiri juga memukul pipinya. Lily pun heran karena semua nyata bukan mimpi.


"Ini dimana?" Lily beranjak ke jendela dan melihat keadaan luar. Sungguh pemandangan bagus dan indah. Lily sudah merasa di surga saja.

__ADS_1


"Apa aku sudah mati? apa aku sekarang ada di surga?"


__ADS_2