
The Ritz Residence.
Pukul 08.30
Sudah dua jam Reesha tidur dalam gendongan Yunda yang memakai kemeja Gandhi. Reesha tidur sangat pulas dan tenang. Ingin Yunda bangunkan tapi tidak tega, apalagi saat mengingat tadi Reesha yang tadi nangis sejadi-jadinya.
Tok... Tok... Tiba-tiba pintu kamar Yunda terketuk.
Ceklek. Tanpa mendengar jawaban dari Yunda, Sus Indah langsung membuka pintu kamar Yunda.
"Ada apa Sus?" tanya Yunda dengan suara berbisik.
"Ada-"
"Ada aku." Salsa memotong kata-kata Sus Indah dan menyerobot masuk ke dalam kamar Yunda.
"Ssst..." spontan Yunda langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibir, sebagai kode untuk Salsa memelankan suaranya.
"Ups, sorry." ucap Salsa.
Sus Indah pun menutup kembali pintu kamar Yunda dan membiarkan Yunda dan Salsa mengobrol di dalam kamar.
"Reesha baru tidur?" Tanya Salsa dengan suara berbisik.
"Sudah dari tadi sih Bu, tapi saya gak tega banguninnya karena tadi pas bangun dia nangis kejer." jawab Yunda.
__ADS_1
Tak lama Salsa memperhatikan kemeja yang di pakai Yunda. Salsa tersenyum tipis, otaknya traveling melihat Yunda memakai kemeja Gandhi, Salsa pikir semalam Gandhi dan Yunda saling membakar kalori diatas ranjang.
"Kebetulan Bu Salsa kesini, saya mau tanya, apa Mas Gandhi semalam tidur di rumah-nya?" tanya Yunda.
Sontak Salsa berhenti tersenyum, buyar sudah isi otaknya yang sempat berpikir Gandhi dan Yunda yang enak-enak semalam.
"Loh bukannya semalam dia disini?" tanya Salsa balik.
Yunda menggeleng.
"Mas Gandhi gak pulang kesini tadi malam. Bahkan ponselnya sama sekali gak bisa di hubungi." ucap Yunda.
"Sudah hubungi Bayu?" tanya Salsa.
"Sama aja Bu, Pak Bayu juga tidak bisa di hubungi." jawab Yunda.
Apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Gandhi dan Bayu? gumam Salsa dalam hati.
"Kamu udah telepon kantor? Siapa tahu semalam dia lembur dan ketiduran dikantor bersama Bayu." tanya Salsa.
Yunda menggelengkan kepalanya.
"Kalau pun memang Mas Gandhi lembur dan harus tidur di kantor, kenapa ponselnya sampai mati. Kalau kehabisan batre kan gak mungkin Bu, kan bisa di charge. Kalau pun gak ada charger kan bisa nelpon pake telepon kantor. Apalagi ini ponsel Pak Bayu juga gak aktif." ucap Yunda.
Iya juga sih. Gumam Salsa dalam hati.
__ADS_1
Meski setuju dengan pendapat Yunda, tapi Salsa tidak mau berpikiran negatif dulu.
"Kemaren Gandhi bilang mau meeting dimana? Sama siapa?" tanya Salsa.
"Kalau tempat meetingnya sih katanya di restoran bintang lima di jalan setia budi, Bu. Tapi meeting dengan siapanya saya juga kurang tahu, tapi yang jelas tamu dari luar negri." jawab Yunda.
Salsa kembali diam.
"Apa mungkin Gandhi mendadak dinas ke luar negri?" tanya Salsa.
"Apa sebelumnya Mas Gandhi pernah mendadak dinas ke luar negri yah Bu? Dan kalau dinas ke luar negri Mas Gandhi gak pernah bilang sama Ibu?" tanya Yunda. Karena selama Yunda bekerja dengan Gandhi, belum pernah sekalipun Gandhi dinas ke luar negri.
"Kalau mendadak sih pernah. Tapi dia selalu kasih kabar, seenggaknya kirim pesan kalau dia ada perjalanan ke luar negri." jawab Salsa.
"Terus kenapa dengan saya Mas Gandhi gak kasih kabar?" tanya Yunda dengan nada sedih dan raut wajah kecewa.
"Hey, kamu jangan mikir yang enggak-enggak dulu. Kan belum tentu Gandhi bener-bener dinas ke luar negri, tadi kan hanya asumsi ku saja." ucap Salsa menenangkan Yunda.
"Untuk tau jawabannya Gandhi kemana, kita harus pergi ke restoran itu dan periksa CCTV restoran dan melihat siapa klien Gandhi semalam." kata Salsa lagi.
Yunda menganggukkan kepalanya setuju dengan ide Salsa.
"Kalau gitu saya siap-siap dulu Bu." ucap Yunda dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Salsa.
Lalu Yunda memanggil Sus Indah, dan meminta Sus Indah untuk gantian menggendong Reesha, tapi sebelumnya Sus Indah sudah memakai kemeja Gandhi dulu agar Reesha tidak mengamuk seperti saat bangun tidur tadi.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...