Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 49


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Gandhi yang baru saja datang setelah menenangkan Reesha.


"Gak pa-pa." jawab Yunda sambil tersenyum terpaksa.


"Bener?" tanya Gandhi tak percaya.


Yunda menganggukkan kepalanya.


"Masih mau keliling lagi? Kalau gak langsung makan aja yuk, aku udah laper." tanya Gandhi.


"Gak, kita langsung makan aja kalau gitu." jawab Yunda.


Gandhi dan Yunda pun keluar dari mall dan pergi ke warung makan tenda. Gandhi sama sekali tidak protes ditraktir makan di warung tenda walau gaji pertama Yunda sebenarnya cukup mentraktir Gandhi di restoran mahal.


💋💋💋


Setelah selesai makan, Gandhi pun mengantar Yunda pulang.


Reesha sudah tidur nyenyak di car seat jok belakang. Sedangkan Yunda, sejak tadi Gandhi perhatikan dia terlihat murung sambil sesekali melihat ponselnya.


"Kamu kenapa sih? Daritadi aku perhatiin muka kamu murung? Ada masalah?" tanya Gandhi.


"Gak ada kok Mas. Cuma ngantuk aja, mungkin karena udah kenyang makanya jadi ngantuk." jawab Yunda.

__ADS_1


"Jangan bohong kamu, walau aku kenal sama kamu baru sebulan lebih, tapi aku udah hapal kebiasaan kamu. Kamu tuh kalau udah pasang muka kayak gitu pasti ada masalah. Iya kan?" balas Gandhi.


Yunda diam.


"Coba cerita sama aku, jangan di pendam sendirian, mana tau aja aku bisa bantu." kata Gandhi lagi.


Yunda menghela nafasnya kasar.


"Orangtua aku di kampung gak mau jawab telepon aku, Mas, makanya aku sedih. Mungkin orangtua aku masih marah sama aku." ucap Yunda.


"Jangan berpikir terlalu jauh dulu, siapa tau aja orangtua kamu gak jawab telepon kamu karena mereka lagi ada acara di tetangga atau memang karena mereka gak megang hape. Iya kan?" balas Gandhi.


"Coba nanti kamu telepon lagi pas jam-jam orangtua kamu lagi santai." kata Gandhi lagi.


"Um... Yun..."


"Iya Mas." jawab Yunda.


"Tadi siang Salsa ngajak kamu keluar yah?" tanya Gandhi.


Yunda menganggukkan kepalanya malu-malu. Gara-gara Gandhi ingatkan tentang Salsa, Yunda jadi grogi lagi. Padahal Yunda sempat lupa dengan obrolannya dengan Salsa tadi siang.


"Um... dia ngomongin apa aja sama kamu?" tanya Gandhi pura-pura tidak tau.

__ADS_1


"Gak ada kok Mas, aku sama Bu Salsa cuma ngobrol biasa aja." jawab Yunda.


"Yang bener? Bukannya Salsa curhat tentang pernikahan kami?" tanya Gandhi.


"Ekhem..." Yunda berdehem, dia semakin grogi.


"Aku dan Salsa menikah karena terpaksa. Walau terpaksa, aku tetap mencoba membuka hati aku untuk dia karena aku sadar, menentang pun aku gak bisa. Awal-awal pernikahan kami baik-baik saja, semua terlihat biasa saja, tapi setelah beberapa bulan menikah tepatnya saat aku tahu dia pakai alat kontrasepsi, disitu hubungan aku sama dia menjadi dingin." Gandhi mulai menceritakan perjalanan pernikahannya pada Yunda.


"Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengalah, aku mencoba bicara baik-baik sama dia agar kami memperbaiki pernikahan kami dan memulainya dari nol, tapi ternyata aku malah mendapat jawaban yang mengejutkan dari dia. Dia cerita kan sama kamu tentang dia?" tanya Gandhi.


Yunda menganggukkan kepalanya.


"Jujur setelah tau dia gak suka laki-laki, harga diri ku sebagai laki-laki seperti diinjak-injak. Aku pun memutuskan untuk membicarakan masalah ini dengan orangtua ku. Kamu ingat, waktu hari wawancara? Saat itu aku terlambat datang ke kantor, karena aku baru pulang dari Jerman. Aku ke Jerman untuk membicarakan masalah ini dengan orangtuaku, dengan harapan mereka memberi ku izin untuk menceraikan Salsa, tapi ternyata aku salah, kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Orangtuaku malah menyuruh ku untuk tetap bertahan dengan Salsa dan malah berusaha membuat Salsa hamil." Gandhi menjeda ceritanya untuk mengambil nafas.


"Salsa juga begitu, ternyata orangtuanya malah menyuruhnya untuk punya anak sepasang dulu baru kami bisa bercerai." lanjut Gandhi dan di akhiri dengan helaan nafas kasar diakhir kalimatnya.


"Sedangkan pasangan Salsa, tidak mengizinkan Salsa mengandung anak ku, walau kami tidak berhubungan badan." lanjut Gandhi.


"Kamu bisa bayangin gak gimana posisi aku sekarang? Maju kena, mundur juga kena. Mau melanjutkan hidup, tapi aku sadar mana mungkin ada wanita yang mau menerima aku dengan status ku yang masih suami orang. Tapi mau bercerai juga tidak segampang menghela nafas. Mudah-mudahan ada wanita yang suka sama aku dan bisa ngertiin keadaan aku. " kata Gandhi lagi sekalian memberi kode pada Yunda.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2