Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 109


__ADS_3

"Kasihan Mas Gandhi. Aku harus membantu Mas Gandhi!" gumam Yunda.


Yunda mengambil tas-nya dan mengeluarkan obat perangsang yang tadi tak sengaja ia pungut dari lantai saat Zola dan teman-temannya sedang bergelut melawan para algojo, nampaknya botol kecil obat perangsang itu jatuh dari kantong Zola.


"Aku harus ikut merasakan apa yang Mas Gandhi rasakan." lirih Yunda sambil mencampurkan obat perangsang kedalam air putih.


"Mas Gandhi, tunggu aku, aku datang Mas..." ucap Yunda lalu menenggak air putih yang sudah bercampur dengan obat perangsang.


Tak perlu menunggu sepuluh menit, obat itu langsung bereaksi di dalam tubuh Yunda. Tubuh Yunda kepanasan tapi Yunda merasa ada sesuatu yang menggelitik dalam tubuhnya yang membuat hormon estrogen dalam tubuhnya bekerja berkali-kali lipat dan minta untuk segera tersalurkan. Rasanya sangat menyiksa jika tidak segera disalurkan.


"Ternyata ini yang Mas Gandhi rasakan." lirih Yunda.


Yunda berjalan menuju kamar mandi.


Tok... Tok... Tok...


"Mas, masih lama kamu di dalam?" tanya Yunda. Pasalnya sudah lebih dari dua puluh menit Gandhi di dalam kamar mandi dan sekarang sudah tidak ada lagi suara-suara ah ih uh eh oh dari dalam kamar mandi.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.


Terlihat Gandhi hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya dan rambut yang setengah basah membuat air yang menetes dari rambut Gandhi membasahi bagian atas tubuh Gandhi, belum lagi perut kotak-kotak dengan bulu halus yang membentuk garis vertikal dari dada sampai dibawah perut. Ingin sekali Yunda menarik handuk Gandhi untuk melihat dimana berakhirnya garis halus itu.

__ADS_1


"Yun... kamu gak pa-pa?" tanya Gandhi karena melihat Yunda melamun.


Sontak pertanyaan Gandhi membuyarkan pikiran mesum Yunda.


"Gak pa-pa Mas. Kamu sendiri gimana?" tanya Yunda.


"Masih belum enak. Aku masih mau berendam di bathub, kalau kamu mau pake kamar mandi, pake aja dulu." jawab Gandhi.


Yunda menggelengkan kepalanya lalu menarik Gandhi menuju ruang tidur kemudian mendudukkan Gandhi di pinggir tempat tidur sedangkan Yunda berdiri tepat di hadapan Gandhi.


"Ada apa?" tanya Gandhi.


"Jangan berendam! Lampiasin aja sama aku." ucap Yunda.


Mata Gandhi membelalak.


"Jangan ngaco kamu! Aku ini lagi dalam pengaruh obat, bisa-bisa aku minta lebih dari satu kali. Dan aku tahu kamu masih trauma, aku gak mau buat trauma kamu makin dalam." Tolak Gandhi.


"Aku udah siap kok Mas! Gak pa-pa kalau Mas Gandhi minta lebih dari sekali, Mas Gandhi minta sepuluh kali pun aku sanggup." balas Yunda.


"Gak! Pokoknya gak! Aku mau ngelakuinnya dalam keadaan sadar." Gandhi masih kekeh menolak sambil berdiri dari duduknya tapi langsung didorong Yunda lagi sampai Gandhi kembali duduk.

__ADS_1


"Aku serius Mas! Bukan hanya kamu yang merasakan itu, aku juga merasakannya sekarang." ucap Yunda dengan nafas yang memburu, wajahnya juga sudah sangat merah.


Gandhi mengernyitkan keningnya mendengar kata-kata Yunda dan melihat tingkah Yunda.


Tiba-tiba saja mata Gandhi tertuju pada gelas dan botol kecil yang ada di meja rias.


"Yun, kamu..."


"Iya Mas! Aku juga minum obat yang kamu minum. Aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan. Jadi sekarang, ayo kita saling tolong menolong." ucap Yunda.


Yunda yang sudah tidak sabaran langsung duduk diatas pangkuan Gandhi dan menciumi leher Gandhi. Tidak usah di tanya bagaimana reaksi tubuh Gandhi, sudah pasti gairah kelaki-lakiannya bangkit lagi.


Tak tahan dengan ciuman yang Yunda berikan di lehernya ditambah lagi tangan Yunda sambil mengelus dada-nya, Gandhi pun langsung membalikkan posisi mereka. Kini Yunda sudah berbaring diatas tempat tidur dengan Gandhi yang berada diatasnya.


"Kamu serius kan Yun udah siap?" tanya Gandhi.


Yunda menganggukkan kepalanya.


"Jangan nyalahin aku kalau aku gak bisa berhenti bercinta malam ini." ucap Gandhi lagi dan kembali di balas dengan anggukkan kepala oleh Yunda.


Tak perlu banyak bicara lagi, Gandhi langsung mencium bibir Yunda dan melu.matnya dengan sangat rakus.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2