
"Terimakasih Kak sudah menyiapkan segalanya untuk ku." ucap Gandhi.
"Tidak perlu berterimakasih, kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan sebagai seorang kakak. Satu permintaan kami, tetap pada pendirian mu dan jangan mudah menyerah dengan segala ancaman-ancaman Mama dan Papa." balas Ghazan.
Gandhi menganggukkan kepalanya.
"Oh iya, aku dengar kalian sudah punya anak, mana anak kalian? Apa kalian tidak mau mengenalkan anak kalian pada Om-nya?" tanya Galang.
Gandhi dan Yunda saling pandang lalu tak lama Gandhi menganggukkan kepalanya seolah ingin mengatakan pada Yunda, "bawa Reesha kesini."
"Tunggu sebentar, saya ambil dulu." ucap Yunda sambil berdiri dari duduknya lalu keluar dari ruang kerja.
"Kalian tau kalau Yunda itu-" perkataan Gandhi langsung di potong Ghazan dengan tangannya.
"Kami tau. Kedatangan kami bukan untuk membahas tentang hubungan mu dengan Salsa atau Yunda, atau membahas masa lalu Yunda. Kami datang untuk memberi dukungan untuk rumah tangga kalian dan jalan yang kalian pilih." ucap Ghazan.
"Aku pikir Kakak mau membahas soal masa lalu Yunda." balas Gandhi.
"Gak lah. Memangnya kenapa dengan masa lalu Yunda? Apa karena dia seorang janda beranak satu lalu kami ikut-ikuta'an menentang hubungan kalian? Tidak lah! Kami tidak seperti itu. Kan sudah kami bilang, kami bangga padamu yang berani melawan aturan Mama dan Papa dan kami juga angkat jempol dengan Yunda karena sudah membuat mu cinta mati. Kalau kamu tidak cinta mati pasti kamu mana berani melawan aturan orangtua kita." jawab Ghazan.
Tak lama Yunda masuk ke ruang kerja bersama Reesha.
"Halo cantik. Sini sama Om." Galang langsung membuka tangannya lebar-lebar ingin menggendong Reesha.
Yunda pun memberikan Reesha pada Galang dan anehnya Reesha sama sekali tidak menangis. Dia malah terlihat senang begitu berada dalam gendongan Galang.
__ADS_1
"Gak nangis yah? Biasanya anak kecil langsung nangis kalau di gendong sama orang yang gak di kenal." ucap Galang.
"Kayaknya Reesha tau deh kalau dia kakak dari Papa-nya, makanya dia gak nangis." jawab Gandhi.
"Iiih pinter banget sih kamu cantik." ucap Galang sambil mengunyel-unyel pipi Reesha yang gemoy.
"Namanya siapa?" tanya Ghazan.
Gandhi menyenggol lengan Yunda untuk menjawab pertanyaan Ghazan, karena jujur, Gandhi lupa siapa nama lengkap Reesha.
"Namanya Amreesha Dahayu, Kak." jawab Yunda.
"Nama yang cantik. Tapi pasti lebih cantik lagi kalau ada nama bapak-nya di belakang namanya." balas Ghazan.
Yunda dan Gandhi saling pandang.
Yunda yang bisa merasakan emosi Gandhi langsung menggenggam tangan Gandhi.
"Loh berarti kamu gak pantes dong jadi bapaknya?!" tanya Ghazan.
Wajah sangar Gandhi langsung berubah menjadi wajah bayi bebelac.
"Maksud Kak Ghazan apa?" tanya Gandhi.
"Kan kamu bapaknya, harusnya ada nama kamu di belakang namanya Reesha, biar nama Reesha makin cantik dan satu lagi, agar Reesha jadi terhormat di mata laki-laki, karena jika anak perempuan tidak mewarisi nama bapaknya, laki-laki akan menyepelekan anak perempuan itu." jawab Ghazan.
__ADS_1
"Benar yang di bilang Kak Ghazan, Reesha harus punya nama bapaknya agar laki-laki tau kalau Reesha adalah anak perempuan yang sangat disayangi oleh ayahnya, biar laki-laki gak berani nyakitin Reesha." timpal Galang.
Pantes saja dulu aku disatiki Mas Rio, mungkin karena tidak ada nama bapak di belakang nama ku. Gumam Yunda dalam hati.
Tak perlu berpikir lama-lama, Gandhi langsung menyetujui usul kedua kakaknya dan langsung meminta Yunda menambah nama-nya dibelakang nama Reesha.
"Yun, kita ganti akte lahirnya Reesha, kita tambah nama ku dibelakang nama Reesha." ucap Gandhi.
"Tapi Mas-"
"Kenapa? Reesha kan anak aku. Kan aku udah bilang, walau aku bukan bapak biologisnya tapi aku ini bapak batiniahnya." Potong Gandhi, Gandhi tau apa yang ingin Yunda katakan, jadi sebelum Yunda mengatakan Reesha bukan anak kandung Gandhi, Gandhi langsung mematahkan kata-kata Yunda.
"Si gemblung itu cuma modal benih dari cacing kremi-nya, tapi yang ngasih kasih sayang dan memberikan segalanya untuk Reesha kan aku. Bahkan kamu yang bilang sendiri kalau waktu aku gak ada dan Reesha rewel, hanya dengan kemeja aku dia langsung diem. Tuh, kurang kuat apalagi coba ikatan batin aku dan Reesha." lanjut Gandhi.
"Terus kamu mau kasih nama Pradana di belakang nama Reesha?" tanya Yunda.
"Ya gak lah! Orang aku juga udah di coret dari KK." jawab Gandhi.
"Aku mau masukin nama Gandhi di belakang nama Reesha. Jadi namanya Amreesha Dahayu Gandhi. Gimana, bagus kan?"
"Iya Mas, bagus." jawab Yunda sambil menganggukkan kepalanya.
"Ngomong-ngomong, status pernikahan kalian berdua ini apa? Apa masih nikah siri atau sudah nikah resmi secara negara?" tanya Galang.
"Astaga!!!" Gandhi langsung menepuk jidatnya. Gara-gara sibuk merintis perusahaan, dia sampai lupa untuk mengganti status pernikahannya dengan Yunda.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...